Karena Cinta

Karena Cinta
Part 153#IKUT KELUAR


__ADS_3

Kedua insan itu akhirnya meninggalkan rumah tanpa berpamitan pada wanita yang memperhatikan dari balik pintu. Perasaannya campur aduk antara kesal, marah tapi tetap tidak bisa berbuat apa-apa selain melihat kemesraan singkat di depannya. Perlahan melangkah keluar seraya menyibak rambut ke belakang.



"Jika begini trus, bisa-bisa aku yang mati berdiri. Kenapa tidak cari kesenangan aja, ya?" ujarnya dengan seulas senyum samar penuh semangat menyambut ide dadakan yang melintasi isi kepalanya.



Tanpa berlama-lama, wanita itu ikut pergi meninggalkan rumah tetapi tujuannya kali ini berbeda dan bukan untuk berpura-pura bekerja. Bahkan dengan sengaja memesan taksi online agar tidak panas-panasan di luar. Uang yang menjadi jatah bulanannya harus dimanfaatkan dengan baik.


__ADS_1


"Mbak, kalau boleh tau, kenapa mau pergi ke wilayah sepi seperti di jalan xxx? Itu kan tempat para bandit yang sukanya melakukan pekerjaan jalanan." Si supir taksi kepo dengan urusan pelanggannya padahal hal seperti itu tidak baik.


Semua orang juga tau jika bandit memiliki arti kejahatan yang dilakukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu saja. Di jalan yang sedang dituju oleh pelanggannya memang sebuah lorong gang dengan orang-orang berkelompok. Bisa dikatakan salah satu tempat kejahatan terorganisir sehingga harus lebih waspada.


Bagaimanapun sebagai seorang supir hanya bertugas mengantarkan pelanggan ke tempat tujuan, lalu pergi setelah mendapatkan upah sesuai tarif yang berlaku. Akan tetapi namanya manusia memang terlahir ke dunia dengan segudang rasa penasaran meski tidak semua insan berani mengutarakan rasa ingin tahunya.



Lirikan mata tak senang dilayangkan ke arah depan membalas tatapan mata dari pria yang menginjak usia empat puluh tahun, "Jangan kepo sama urusan orang, Pak Tua. Mau aku ke kuburan atau ke pusat perbelanjaan, itu bukan urusanmu. Cepatlah tambah laju kendaraannya atau bayarannya aku berikan setengah."


__ADS_1



Meski memiliki rasa penasaran dan juga kekhawatiran, satu hal bisa dipastikan dimana si pelanggan pasti berhubungan dengan orangnya yang cukup ditakuti. Sehingga mengingat hal itu maka akan lebih baik untuk berkompromi dan kembali fokus menyetir mobil membawa wanita di belakang ke tempat tujuan.



Entah disana aku menemukannya atau tidak tapi semoga saja bisa langsung bertemu dan membuat kesepakatan. Jika tidak, kehidupanmu akan seperti duri di bunga mawar. Demi masa depan maka semua duri harus segera ku cabut sampai tidak ada lagi sisa.~ucap hati si wanita dengan harapan penuh untuk mendapatkan penyelesaian atas masalah kehidupannya meski sadar memerlukan harga besar jika ingin menuntaskan tanpa meninggalkan jejak perbuatan.



Entah berapa banyak lembaran nominal yang harus ia siapkan demi kesepakatan nanti tapi berapapun itu sudah diperhitungkan dan pasti bisa menghadirkan kenyamanan hidup setelahnya. Lalu untuk apa meragukan harganya? Setiap tindakan memang memiliki harga pengorbanan tetapi untuk berkorban perlu memastikan jaminan keberhasilan.

__ADS_1



Dua jam lima belas menit telah berlalu, akhirnya mobil berhenti di jalan raya utama sebab untuk memasuki gang tujuan maka seseorang memerlukan mental keberanian. "Mbak sudah sampai, maaf hanya bisa sampai sini. Bapak harap, mbak maklum dengan ketidak beranianku."


__ADS_2