Karena Cinta

Karena Cinta
Part 142#AWAN TERBURU-BURU


__ADS_3

        Kembali ke Indonesia sudah menjadi keinginan hati tuan Ilyas sejak lima bulan terakhir hanya saja karena kondisi tidak memungkinkan sehingga pria paruh baya itu tetap tinggal di negara tetangga demi tanggung jawab pekerjaan. Akan tetapi karena putra angkatnya sudah menyelesaikan misi, maka ia bisa memenuhi impian yang tertunda.


    Tentu akan menjadi tanda tanya bagi sebagian orang, meski begitu ia sudah tenang karena perusahaan akan diawasi serta dikelola oleh Awan. Pemuda yang meskipun penampilan seperti anak kutu buku, nyatanya juga disegani oleh para bawahan karena prestasinya dan bukan status yang diberikan sang tuan. Sehingga tidak banyak yang berani berbicara sumbang baik di belakang apalagi di depan.


    Perjalanan antara hotel tempat pertemuan dan bandara memakan waktu cukup lama. Setidaknya kurang lebih hampir dua jam. Entah kenapa kebiasaan orang kaya suka sekali melakukan rapat di tempat yang cukup pinggiran seolah-olah takut keramaian. Setidaknya dengan mencapai bandara, maka tidak lagi ada ketegangan.


    "Awan, ini kunci loker beberapa dokumen di ruang kerjaku. Disana ada berkas yang harus kamu pelajari sebelum rapat dan minta asisten ayah untuk ikut bersamamu selama menyelesaikan tugas terakhir di sini. Ayo, antar ayah sampai ke dalam!"


    Sebuah kunci emas berbentuk kepala daun diterima Awan, yang mana pemuda itu langsung menyimpan di saku dalam agar tetap aman. Tentu saja tidak mau kehilangan kunci tunggal yang bisa membuka loker milik ayahnya. Lalu, ia kembali mendorong kursi roda hingga sampai pada tempat dimana beberapa anak buah menanti kedatangan mereka berdua.


    Rupanya semua sudah direncanakan oleh ayahnya, kemungkinan berita misi yang dijalankannya sudah selesai menjadi penyebab keputusan malam ini langsung ditindaklanjuti. Apapun itu, sebagai anak hanya bisa mendoakan agar apapun keinginan dari orang tua terwujud. Hanya saja kali ini tidak bisa ikut menemani dan membiarkan para bawahan menggantikan tempatnya.


    "Ayah, hati-hati dan jangan lupa minum obatnya teratur, olahraga saat pagi, sarapan tepat waktu dan hubungi Awan saat memerlukan sesuatu. Kalian, jaga tuanku dengan baik tanpa meninggalkan kesalahan. Jika sampai terjadi sesuatu, nyawa kalian melayang." ucap Awan yang emosional dengan perpisahannya bersama sang ayah.


    Padahal ia berniat menyelesaikan misi lebih cepat agar bisa menghabiskan waktu bersama sang ayah. Sayangnya semua itu tidak terwujud karena ia lebih menghormati keputusan yang telah dibuat sang tuan. Apapun akan ia dukung selama itu tidak membahayakan jiwa dan keselamatan ayahnya.


    Tampak para pengawal mengkerut merasakan aura dingin tuan muda yang memiliki tempat istimewa di hati atasan mereka. Setiap perkataan harus dicerna jika tidak ingin berakhir di atas panci pemanggangan daging. Siapapun bisa salah paham karena wajah polos tetapi memiliki darah yang dingin.


    "Awan, setelah ini kamu pulang. Ayah akan masuk ke pesawat sekarang, selamat malam dan cepatlah menyusul ke Indonesia, takecare boy." Dilepaskannya tangan yang masih setiap memegang pundak kanan, lalu tangan lain beralih mengambil pegangan kursi roda miliknya.


    Sebenarnya ia masih rindu dengan putranya itu, tapi waktu tidak bisa dihentikan dan sudah saatnya untuk pulang ke tempat dimana hati, pikiran dan perasaan menetap menghantarkan kedamaian. Egois dan putranya masih memahami apa yang dibutuhkan seorang pria paruh baya sepertinya.


    Awan menatap kepergian ayahnya sampai tidak bisa melihat punggung orang tuanya. Pemuda itu benar-benar mengantarkan pria yang telah memberikan kehidupan dengan cinta kasih tanpa keegoisan. Setelah memastikan pesawat lepas landas, barulah langkah kaki meninggalkan tempat pengantaran.


    Dimana pemuda itu kembali memasuki mobil sedan nan mewah milik ayahnya, "Pak, kita langsung pulang! Tolong hubungi kepala pelayan untuk menyiapkan makan malam, aku sangat lapar."


    "Siap, Tuan muda. Tuan besar juga titip pesan kalau mulai malam ini, tuan muda bisa tinggal di kamar utama." sahut pak supir tanpa mengalihkan fokusnya dari jalanan.


    Tertegun mendengar pernyataan pesan dari sang supir. Bagaimana bisa ayahnya memberikan hak untuk tinggal di kamar utama? Bahkan tanpa kamar utama pun, kamarnya sudah lebih dari cukup dengan fasilitas lengkap. Hal itu bisa dianggap tidak sopan meski hanya bertujuan bentuk lain dari kasih sayang.


    "Terima kasih atas pesannya, tapi itu kamar ayah. Tidak seorangpun berhak menempati kamar itu selain tuanku." balas Awan tanpa ada niat sedikitpun memanfaatkan situasinya.

__ADS_1


    Perjalanan dari bandara menuju kediaman milik ayahnya hanya memerlukan waktu satu jam kurang. Mobil memasuki halaman luas dimana sebuah rumah dengan gaya Art Deco yang merupakan hunian gaya arsitektur Eropa klasik yang booming pada tahun 1920-an. Rumah itu memiliki gaya Eropa klasik dengan karakter bangunan detail geometris, dihias dengan warna-warna cerah beraksen putih, hitam, bahkan warna kontras seperti emas.


    Selain itu, juga menggunakan detail dekoratif seperti pada jendela sehingga memberikan ciri khas tersendiri. Di sisi lain juga tersedia garansi bawah tanah yang berada di sisi kanan hunian mewah. Tinggal di dalam rumah dengan fasilitas lengkap tentu banyak orang yang menginginkan tapi ketika hanya seorang diri, maka tetap saja berujung kesepian.


    Awan buru-buru turun dari mobil begitu pak supir menghentikan si kuda besi. Dimana sang tuan muda terlihat tidak sabaran. Meski begitu, ia tidak memiliki hak untuk mempertanyakan sehingga membiarkan tanpa berusaha mencari tahu isi pikiran dari putra majikannya.


    Sementara Awan sendiri bukan terburu-buru karena makanan, pemuda itu malah langsung ke ruang kerja ayahnya. Tentu saja ingin mengetahui pekerjaan apa yang tidak bisa ditinggalkan olehnya dan membiarkan orang tua bepergian sendiri tanpa penjagaan seorang anak. Suasana khas ruangan bernuansa perak dipadukan furnitur kayu langka menjadi pemandangan nuansa klasik.


    Di dalam kepalanya terlintas jelas tata letak dari loker yang dimaksud ayahnya, sehingga tidak bersusah payah apalagi mengacaukan isi ruangan hanya untuk mendapatkan berkas rapat sebagai tanggung jawab pekerjaan. Tatapan mata terdiam ketika setelah membuka loker justru hanya menemukan selembar kertas dan kunci lain dengan kepala bunga matahari.


    "Ini?" Alis saling bertautan memikirkan apa yang dimau oleh ayahnya tetapi tanpa berpikir buruk, ia membaca surat tulisan tangan dari sang ayah. Sepertinya memang sengaja ditinggalkan, ternyata petunjuk ada di dalam Surat tersebut.


    Tidak ingin menunda pekerjaan, Awan mengikuti setiap detail permintaan yang sudah dituliskan secara rinci oleh ayahnya. Dimana tanpa memikirkan hal lain, pemuda itu berpindah dari ruang kerja menuju kamar utama. Tidak ada niat merebutnya karena memang petunjuk hanya bisa diteruskan jika sudah memasuki kamar sang tuan.


    "Ayah, kenapa kamu meninggalkan teka-teki seperti ini?" ditatapnya selembar kertas dan kunci baru yang ternyata merupakan modal utama membuka sebuah pintu rahasia di balik rak buku milik ayahnya yang ada dikamar utama.


    Setelah mengikuti semua petunjuk, akhirnya kedua kaki berdiri di depan sebuah ruangan luas yang di dalamnya terdapat berbagai jenis brankas. Setiap brankas memiliki keunikan dan tingkat keamanan masing-masing. Sebenarnya apa yang harus dia lakukan dengan semua brankas itu?


    Brankas adalah tempat penyimpanan yang terbilang cukup aman untuk menyimpan sesuatu yang berharga. Banyak jenis brankas yang ada mulai dari brankas kecil untuk pribadi hingga brankas bank yang ukurannya satu ruangan besar. Sistem keamanan yang dimiliki oleh brankas tidaklah sama.


    Dimana biasanya brankas tersebut menggunakan kartu magnetik yang digesek di bagian brankas terlebih dahulu, lalu brankas bisa dibuka setelah memasukkan nomor keamanan yang sudah diatur. Lalu di dekatnya yang terpisah karena susunan rak ada brankas Dial. Brankas dial sendiri menggunakan tombol penyetel yang biasanya diputar-putar sesuai dengan setelan yang telah ditentukan untuk membuka pintu brankas.


Kemudian di rak ketiga ada Brankas Silinder yang mana cara membukanya dengan menggunakan kunci, lalu memasukkannya ke lubang pintu brankas, kemudian memutarnya, maka pintu brankas silinder sudah bisa dibuka. Ada juga brankas Keypad Numerik.


    Jika tidak salah, jenis brankas itu memerlukan kombinasi angka untuk membuka pintu brankas. Biasanya jenis brankas khusus memiliki keypad yang dapat dipencet untuk membuka pintunya. Entah kenapa masih ada brankas Kunci Ganda juga. Brankas satu itu memerlukan keamanan ganda karena selain kunci yang diputar, tetap saja masih menggunakan kode agar bisa membuka pintu brankas.


Selain dari segi keamanan, di dalam ruangan juga tersedia brankas berdasarkan fungsinya. Sepertinya sang ayah ingin mempelajari setiap tipe brankas agar bisa menyesuaikan dengan tempat dan juga barang yang disimpan nantinya. Itu hanya perkiraan saja.


"Ada brankas dinding, tapi karena masih di atas rak berarti tidak ada isinya." ucap Awan mengingat bahwa biasanya brankas dinding diletakkan menyatu dengan dinding yang kemudian ditutupi oleh benda lain seperti lukisan ataupun benda lainnya.


Kembali mengalihkan perhatian ke rak yang lebih tinggi, "Brankas Portable. Ayah juga menyediakan beberapa buah. Ukurannya yang kecil, ringan, dan mudah dibawa kemanapun. Mungkin akan dijadikan tempat pengiriman paket darurat, bisa jadi," pemuda itu menimbang apa maksud dari keberadaan setiap brankas di ruangan tersebut.

__ADS_1


    Meski banyak brankas, nyatanya tidak menemukan sebuah brankas yang biasanya dijadikan tempat penyimpanan alat-alat elektronik karena berukuran lebih kecil dari brankas pada umumnya dan mudah dipindahkan. Yaitu brankas media, ia justru mendapati sebuah brankas yang difungsikan untuk menyimpan senjata.


    Dimana berkas senjata tersebut dapat disimpan di tempat-tempat tersembunyi agar aman dari jangkauan anak-anak. Brankas senjata umumnya memiliki ketahanan yang tinggi terhadap guncangan dan kelembaban supaya senjata tetap tersimpan aman di dalamnya. Akan tetapi yang paling ia suka cuma satu yaitu brankas pengalihan.


Jenis brankas kesukaan nya itu biasanya dapat ditaruh dimana saja sesuai dengan bentuknya. Contohnya seperti yang ada di rak paling ujung, dimana brankas yang berbentuk buku tersedia beberapa buah dan tampak elegan. Maling pun bisa teralihkan dan tak menyangka bahwa benda berharga disimpan di sana.


Tapi melihat ketertarikan sang ayah pada berbagai jenis brankas, tentu patut menjadi tanda tanya besar. Meski pada umumnya brankas digunakan sebagai upaya bentuk keamanan agar sulit untuk dibobol oleh sembarang orang. Sebab seluruh benda berharga seperti uang dan logam mulia biasa disimpan ke dalam brankas khusus.


Hanya saja jika memang berfungsi untuk mengamankan barang berharga kenapa ayahnya tidak memilih yang benar-benar diperlukan saja. Tentu saja setelah memeriksa dari jenis kunci keamanan, daya tampung brankas, kepraktisan penggunaan, dan lokasi penyimpanan brankas.


Bahkan pada bank di setiap negara, pasti memiliki brankas untuk menyimpan emas dan brankas kecil untuk fasilitas nasabah. Seiring perkembangan zaman, banyak brankas yang memiliki keamanan tingkat tinggi di dunia. Semua ini tentu semata-mata untuk memberikan kepercayaan yang tinggi pada para nasabahnya.


Sebagai seorang pengamat bisnis Awan juga suka mengamati sistem keamanan di setiap lembaga termasuk tempat penyimpanan yang digunakan oleh orang-orang sukses. Beberapa bank memang mengedepankan namanya kenyamanan dan keamanan untuk semua jaringan yang menginvestasikan uang di dalam bank mereka.


    The Legendary Swiss Vaults meruapakan Swiss Bank yang merupakan salah satu tempat bank yang paling aman di dunia. Ciri khas dari brankas di Swiss Bank adalah brankas dengan tiga model kunci. Cara ini telah digunakan selama lebih dari 200 tahun yang menjadikan Swiss Bank menjadi salah satu Bank teraman di dunia.


Lalu di Dubai yang terkenal sebagai kota emas di dunia. Kota ini berhasil membuat tempat penyimpanan terbesar mereka pada 2009. Brankas tersebut terletak di Dubai Multi Commodities Center yang menggunakan teknologi keamanan terbaru di dunia. Namanya, The Gold Vault Dubai.


Setelah brankas tersebut selesai, Dubai melakukan pemulangan emas mereka dari London untuk disimpan di tempat yang menjadi brankas teraman di dunia. Sementara pada tahun 1957, London Silver Vaults menggunakan brankas yang sama dengan yang digunakan Amerika Serikat ketika mencoba senjata nuklir di Nevada.


Nuklir sebanyak 37 kiloton mencoba menghancurkan brankas tersebut, namun hasilnya nihil. Hingga saat ini brankas yang digunakan The London Silver Vaults merupakan brankas yang tidak dapat ditembus dengan apapun. Mengagumkan bukan?


The Bank Of England Gold Vault. Jika orang penting Inggris ingin menyimpan rahasia, maka di sini adalah tempat yang paling aman. Lebih dari 4.600 ton emas yang tersimpan di brankas terbesar di Inggris ini. Brankas ini merupakan tempat yang kokoh dan tahan ledakan.


Ketika Perang Dunia Ke-2, tempat ini dijadikan tempat berlindung. Selain tahan ledakan, tempat ini juga sangat sulit untuk dibuka. Untuk membukanya, dibutuhkan tiga kunci utama, keamanan suara, dan keamanan rahasia lainnya yang tidak dapat disebutkan.


Jauh di bawah jalan Manhattan, terdapat brankas yang tidak kalah amannya dibanding brankas Fort Knox. The New York Federal Reserve Vault sangat aman karena manusia tidak diperbolehkan masuk. Brankas ini dikendalikan oleh beberapa robot. Keamanan pada brankas ini sangatlah terjamin.


Tidak heran jika banyak pemerintah di dunia yang banyak menyimpan emas mereka di brankas ini. Tidak hanya itu saja, penembak jitu sekelas Jason Bourne pun siap sedia selama 24 jam untuk mengamankan brankas ini. Pernahkah dengar nama Fort Knox?


 Nama Fort Knox sama terkenalnya dengan Bank Swiss, yang sering disebut dalam adegan perampokan di film. Brankas ini dibuat pada tahun 1936 oleh Departemen Perbendaharaan Amerika Serikat di Kentucky untuk menyimpan semua emas milik negara. Sejak saat itu, Fort Knox menjadi brankas paling aman di Amerika Serikat dan di dunia.

__ADS_1


     Keamanan pun dilengkapi dengan tentara bersenjata mesin dan pintu masuk seberat 22 ton dengan ketebalan sekitar 21 inch. Jadi bisa dipastikan betapa aman dan juga terjaminnya jika menyimpan kekayaan di dalam bank yang bisa dipastikan menjamin para nasabahnya.


"Mungkinkah maksud ayah untuk mulai mendirikan bisnis baru atau di dalam brankas di ruangan ini memang ada isinya?" Awan memikirkan tujuan tuannya sebab di selembar kertas tidak tertulis harus melakukan apa setelah masuk ke dalam ruang rahasia.


__ADS_2