Karena Cinta

Karena Cinta
Part 133#IBU PENGGANTI


__ADS_3

Menyewa rahim untuk dijadikan sebagai ibu pengganti bukan solusi pertama untuk mendapatkan keturunan apalagi jika pasangan suami istri memang mampu mendapatkan pewaris dengan usaha bersama. Kondisi ini seharusnya setelah tidak ada jalan lagi yang bisa dilakukan oleh pasangan halal.



Namun, tidak tahu apa yang dipikirkan oleh istrinya hingga menyarankan sesuatu hanya untuk menghindari kodrat sebagai seorang wanita. Setelah lama menunggu bahkan selalu berusaha memberi dukungan pada pasangannya, lalu kenapa wanita yang ia anggap sebagai pendamping justru tidak mengerti masalah utama dari hubungan mereka.



Bahkan jika keduanya memiliki anak maka sudah jelas keluarga besar tidak lagi mempermasalahkan pernikahan mereka. Akan tetapi mungkin itu hanya sebatas angan saja dan tidak bisa terwujud dalam waktu dekat. Apakah semua masih bisa di anggap baik-baik saja?



"Sayang, kamu tahu kalau kontrak kerja yang saat ini aku kerjakan masih memerlukan waktu sampai batas akhir. Lagipula tidak mungkin membayar kompensasi setelah semua masalah kemarin baru diselesaikan. Kalau untuk urusan anak, kenapa tidak melakukan seperti saranku saja?"



"Surrogate mother atau 'ibu pengganti' sudah banyak dilakukan oleh pasangan di luar sana bahkan artis sekelas Priyanka Chopra dan Nick Jonas juga dikabarkan bahwa mereka tengah menyambut bayi melalui surrogate mother. Apa yang kamu cemaskan?"



Cemas? Sebagai seorang pria tidak bisa memahami jalan pikiran si wanita yang sudah menjadi istrinya. Mereka sama-sama masih muda, memiliki kesehatan yang terjaga, kehidupan mapan, dan bisa membuat kehidupan semakin lebih baik lagi. Meski untuk biaya dari satu pekerjaan bisa langsung dibayarkan.



Tetap saja, ia tidak sekalipun berpikir akan mencari ibu pengganti yang bisa menggantikan posisi sang istri. Jika ada wanita lain meski itu hanya selama menjalani fase kehamilan maka tidak tahu seberapa banyak kesenjangan dan jarak yang bisa memisahkan mereka berdua sebagai pasangan.

__ADS_1



Terlebih lagi dirinya cukup paham jika menyetujui permintaan sang istri bisa menciptakan masalah baru. Meski sebenarnya istilah surrogate mother bukan sebuah hal baru. Surrogate mother atau yang biasa disebut sebagai 'ibu pengganti' merupakan istilah yang merujuk pada wanita lain yang meminjamkan rahimnya untuk membantu pasangan mendapatkan keturunan.


Dimana ibu pengganti akan mengandung melalui proses inseminasi buatan dengan bantuan ****** sang ayah. Selain itu, ia juga bisa mengandung dengan menaruh sel telur dari ibu kandung dan ****** sang ayah ke rahimnya. Proses ini dikenal sebagai 'fertilisasi in vitro' (IVF).


Setelah mengandung, ibu pengganti akan membawa bayi di rahimnya hingga lahir. Melansir WebMD, tak ada ikatan genetik dari sang ibu pengganti dengan sang bayi karena sel telur yang digunakan bukanlah miliknya. Dan tentunya di dunia ini banyak pasangan, terutama wanita, yang memilih teknik ini untuk bisa mendapatkan keturunan.


Cara ini umumnya bisa dilakukan bagi mereka yang kesulitan mengandung karena alasan tertentu, seperti memiliki masalah rahim, menjalani histerektomi yang mengangkat rahim, serta kondisi lain seperti sakit jantung. Akan tetapi tidak dengan si wanita pemilik karir yang memang tidak mengharapkan setelah pernikahan harus melahirkan seorang anak.


Apalagi untuk menggunakan ibu pengganti seperti ini juga harus mempertimbangkan banyak hal, antara lain siapa sang ibu pengganti dan apa syarat yang harus dipenuhi bagi ibu pengganti. Beberapa syarat untuk memilih ibu pengganti yaitu memastikan usianya minimal 21 tahun, pernah melahirkan bayi yang sehat, serta sehat secara mental.


American Society for Reproductive Medicine mengatakan ibu pengganti harus menjalani pemeriksaan medis untuk memeriksa kemungkinan mereka dapat mengandung dengan sehat. Organisasi tersebut menyarankan para ibu pengganti melakukan screening terlebih dahulu terkait penyakit menular seperti sifilis, gonore, klamidia, HIV, cytomegalovirus, dan hepatitis B dan C.


Mereka yang menjadi ibu pengganti juga harus dipastikan kebal terhadap beberapa penyakit seperti campak, rubella, dan cacar air. Selain itu, Ibu pengganti juga perlu menandatangani perjanjian mengenai peran dan tanggung jawab mereka selama masa kehamilan, seperti perawatan prenatal dan persetujuan untuk menyerahkan sang bayi setelah lahir.


Praktik surogasi di sejumlah negara masih berstatus ilegal. Sementara beberapa negara lainnya seperti Amerika Serikat, Meksiko, India, Thailand, Ukraina, dan Rusia kerap disebut sebagai 'rumah' bagi praktik surogasi dengan biaya ibu pengganti senilai puluhan ribu dolar AS.


Apa bisa menjadi solusi? Pada kenyataannya hasil akhir lebih banyak menimbulkan pertanyaan dan juga pikiran dari dunia luar tidak bisa disamakan begitu saja. Terlebih lagi menyangkut status seorang ibu yang pasti jauh lebih rumit dari kelihatannya.


Hal itu karena ada perbedaan jelas antara ibu yang melahirkan dan sebagai ibu pengasuh. Dimana ibu yang melahirkan tentu seorang perempuan yang mengandung jabang bayinya di rahim sendiri, kemudian ia melahirkan dan memiliki anak. Sementara ibu yang mengasuh menjadi ibu yang dianggap sebagai orang tua, seorang ibu yang mengasuh anak bayi hingga dewasa.


Padahal seorang ibu yang melahirkan wajib dikasihi, dihormati, dan dinafkahi kalau memang tidak mampu lagi. Dan sebagai anak wajib berbakti kepada orang tua, khususnya ibu yang melahirkan. Jadi pada intinya setiap anak harus menghormati semua ibu.


__ADS_1


Permasalahannya jika pasangan melakukan surrogate mother maka akan menimbulkan beberapa masalah yang tidak bisa dihindari bahkan masih menyisakan emosional secara pribadi. Lalu bagaimana menempatkan posisi seorang ibu nantinya?


Disini masih ada pertanyaan, bagaimana menurut pandangan islam. Ibu pengganti ini dalam hukum Islam tidak dibenarkan. Anak yang dilahirkan dari rahimnya adalah anak ibu tersebut, anak kandung, karena dia yang mengandung. Dan apabila diambil keluarga lain, maka anak tersebut jadi anak angkat keluarga si keluarga baru, dan tidak bisa dianggap anak kandung.


Apabila dijaga dan diperkenalkan dengan benar tentang siapa ibu kandungnya dan siapa yang menjadi ibu angkatnya, maka konsep ibu pengganti menjadi tidak ada masalah. Hanya saja, akan jadi masalah jika ibu kandung asli tidak diperkenalkan pada anaknya sehingga ibu tak kenal anak, dan anak tidak kenal ibunya.


Ini yang jadi kekacauan. Terlebih lagi dalam pencatatan sipil, si ibu kandungnya juga berbeda. Ini yang tidak dibenarkan karena dalam Islam sangat penting untuk menjaga hubungan darah, baik itu perkawinan yang sah juga melalui pengakuan terhadap anak yang sah. Hal itu harus jelas.


Didekatinya sang istri kembali tetapi kali ini tatapan mata tajam memandang ke depan membuat wanita di atas ranjang memundurkan diri. "Hazel, pernikahan bukan permainan dan begitu juga keturunan. Bagaimana bisa kamu dengan gampangnya minta ibu pengganti sebagai saran untuk masalah rumah tangga kita. Apa kamu tidak memiliki cinta lagi? Jika iya, mari berpisah saja!"



"What's! Apa yang kamu katakan, Mas. Jangan bercanda dan bicara asal seperti itu," wanita itu mengayunkan kedua lengan Bryant. Mata melebar, bibir tak kau tinggal diam begitu pengajuan perlawanan menyita kesadarannya.



Tentu saja tidak terima jika sampai berpisah dengan Bryant. Apalagi sampai detik ini, kekayaan suaminya itu masih tidak tersentuh selain mendapatkan hak sebagai seorang istri. Jatah bulanan dan juga semua kemewahan masih belum sebanding dengan aset keluarga Putra. Lalu, bagaimana dilepaskan begitu saja?



"Aku sudah berusaha memahami karirmu selama ini, tapi apa kamu tahu, selama beberapa hari terakhir pekerjaan yang menumpuk justru kuabaikan karena memikirkan masa depan dari hubungan kita. Apa sulit untuk memenuhi satu permintaan dariku?" ditepisnya kedua tangan Hazel yang terus merajuk dan ingin menyudahi perdebatan di antara mereka berdua.



Bukan keras kepala hanya saja mengingat tekanan yang ada di pundaknya. Sebagai seorang putra dari keluarga besar, maka tugas dan kewajiban tidak bisa diabaikan begitu saja. Apalagi selalu mendapatkan peringatan agar memutuskan masa depan sebelum para orang tua melakukan tindakan keras.

__ADS_1


"Aku tidak tahu harus gimana lagi agar kamu mengerti, semua ini demi kebaikan bersama tapi sudahlah. Lebih baik istirahat saja. Selamat malam," percuma meneruskan perdebatan sebab akhirnya sudah pasti. Tentu hanya membuang energi sehingga lebih baik mengakhiri meski tidak mendapatkan solusi dari masalah yang mereka hadapi.


__ADS_2