Karena Cinta

Karena Cinta
Part 145#HANYA PERINGATAN TAPI MENJADI SINDIRAN


__ADS_3

        Kedatangan Bunga yang langsung mengajukan pertanyaan membuat ketiga insan mengalihkan perhatian ke arah si gadis bermata hazelnut. Penampilan sederhana dengan wajah tanpa polesan make up sama seperti keseharian ya memang begitu apa adanya. Tampaknya gadis itu sudah siap untuk menikmati waktu di luar dan menjelajahi dunia.


"Nggak papa kok, Dek, kamu sudah siap? Yuk, kita sekarang langsung pergi!" ajak Bryant, pria muda dewasa itu dengan senang hati beranjak dari tempat duduknya.


Seperti biasa seorang kakak akan selalu berusaha berikan kebahagiaan meski itu hanya membuat sang gadis kebanggaan keluarga tersenyum seperti biasanya. Tentunya tidak ada tujuan lain hanya saja sekecil tujuan itu nyatanya tidak begitu mudah untuk mewujudkannya. Semua anggota keluarga tahu jika Bunga masih dalam keadaan kecewa.


Sehingga hari ini ia sengaja meliburkan diri dari semua pekerjaan hanya untuk mengeluarkan waktu menikmati kebersamaan dengan sang adik tercinta, meski kemungkinan esok dia akan menikmati masa kerja dengan waktu yang lebih lama. Apapun akan ia lakukan demi bisa membuat seluruh anggota keluarga merasa lebih baik.


Akhirnya setelah berpamitan kepada orang tua, Bunga menerima dengan senang hati waktu liburan bersama kakaknya. Gadis itu tidak mengeluhkan apapun bahkan terlihat baik-baik saja selama perjalanan menuju Dufan. Tidak ada obrolan spesifikasi tetapi setidaknya masih ada obrolan basa-basi yang sesekali juga ada canda tawa. Melihat apa yang di depannya terlihat normal tetapi siapa yang tahu tentang hati seseorang?


Pada kenyataannya bunga juga pintar menyembunyikan emosi hatinya sehingga meski sebagai seorang kakak bisa mengajukan pertanyaan, pria itu tetap memiliki yang dan mengubah arah pembicaraan agar tidak perlu mengingat masalah yang sedang menguras emosi. Terkadang akan lebih baik tidak mengungkit masalah yang sama Ia membuat perdebatan secara berulang-ulang tetapi berwujud pada penyesalan bahkan semakin memperumit keadaan.


Itulah sebabnya orang akan lebih baik diam, dibandingkan terus mengajukan pertanyaan tanpa memikirkan situasi dan suasana di sekitarnya. Hal yang baik akan hadir dengan sendirinya Begitu juga dengan keburukan akan pergi meninggalkan ruang kehampaan ketika sudah pada waktunya. Malam untuk apa seseorang menunjukkan bukti kepemilikan yang terpandang itu hanyalah sebuah khayalan saja.


"Bunga, percayalah suatu hari nanti adikku ini akan mendapatkan kebahagiaan sejati. Jangan terus larut oleh keadaanmu saat ini, ya," ujar Bryant tak lagi menahan dirinya.


Sudah sejak beberapa hari ia memikirkan segala sesuatu yang menimpa adiknya tapi untuk mengungkapkan perasaan yang juga menyakiti dirinya. Sungguh dia sendiri pun tidak sanggup melakukan hal itu, selalu mengerti jika keinginan dari Bunga Hanya satu hal sederhana saja. Bagaimana gadis itu berharap mendapatkan seorang sahabat yang bisa saling menggenggam tangan berbagi suka duka dan memberikan kebahagiaan secara sederhana.


Namun apa yang bisa dikatakannya ketika takdir berkata lain yang membuat dunia sang adik justru berantakan. Satu sisi harapan memiliki sahabat yang bisa memberikan dukungan justru hancur lebur tetapi disisi lain juga mendapatkan penghinaan dari orang asing yang bahkan tidak dikenal. Saat ini tidak ada lagi masalah yang perlu diperdebatkan atau harus diobrolkan.


Akan tetapi apa yang sudah terjadi bukan hanya menjadi pelajaran untuk satu orang saja sebab seluruh orang yang terlibat jelas-jelas mendapatkan pembelajaran yang masing-masing. Dari semua orang memang yang paling terburuk adalah adiknya sedangkan orang-orang yang saling terikat mengalami trauma yang ia sendiri tidak bisa memberitahukan pada Bunga. Sebagai seorang kakak, ia juga mendapatkan hak dan diberitahu oleh pamannya tentang hasil dari penyelesaian masalah yang menyangkut kehormatan putri keluarga Putra.


Entah apa yang akan terjadi jika adiknya sampai tahu yang diperbuat oleh paman mereka tapi demi kebaikan bersama ia sendiri tidak akan mengatakan apapun dan lebih baik untuk menutup mulut berpura-pura tidak mengetahui apapun. Setidaknya semua masalah selesai dan tidak ada pengulangan dengan kesedihan yang berkelanjutan. Selain itu kehidupan semua orang akan tetap berjalan ke masa depan.


"Ka Bryant, apa aku terlihat begitu menyedihkan? Kurasa tidak, kakak tenang saja sebab semua kesedihan ini akan menghilang pergi menjauh dari hidupku. Lagian selama masih ada kalian yang selalu menjagaku, kenapa aku harus merasa sedih dan merasa kecewa hanya karena sebuah hubungan yang memang tidak pantas untuk dimiliki."

__ADS_1


"Aku tahu, kehidupan yang kemarin sudah cukup dengan kebebasan yang bisa aku rasakan. Selama ini tentu papa, mama, om dan kakak tidak akan memberikan alasan untuk gadis kecil sepertiku terus mengeluh. Terlebih lagi aku akan semakin dewasa dan bukan terus menjadi anak remaja dia hanya mengandalkan keinginan hati."


Ucapan Bunga menunjukkan kedewasaan diri, dia merasa adiknya mulai memahami bahwa pendewasaan memang memerlukan rasa sakit dan juga bisa disebabkan oleh penghianatan. Akan tetapi apa yang dikatakan oleh adiknya juga menyindir kehidupannya yang saat ini. Jika saat ini hubungan antara Bunga dan teman-temannya sudah berakhir, lalu bagaimana dengan pernikahan yang ia jalani Bersama sang istri?


Miris tetapi ia bisa apalagi telah mengingat situasi semakin tidak membaik dan bahkan kini hubungan terasa kian hambar. Padahal tidak ada yang namanya pengkhianatan kecuali tidak saling memahami oleh keinginan hati satu sama lain. Mungkin lebih bisa dikatakan sama-sama egois mementingkan kepentingan pribadi namun dari semua itu bukan kamu masih ada toleransi yang pernah dikorbankan demi kebahagiaan bersama.


    Bisa dikatakan saat ini, ia memang sedang putus asa. Putus asa merupakan kondisi di mana mental jatuh dan pasrah akan kegagalan yang ada. Putus asa muncul karena rasa pesimisme yang menguat dan berakibat stres. Bahkan ada beberapa yang mengalami depresi.


    Terkadang tidak yakin akan segala masalah pasti ada jalan keluar, meski harus melewati pergolakan batin yang luar biasa. Itulah mengapa, ketika persoalan maupun kegagalan tiba, maka harus memiliki sandaran. Sandaran tersebut akan membuat mental tetap terjaga dan tak memunculkan rasa putus asa.


Namun, ketika rasa putus asa terlanjur muncul, maka harus melakukan beberapa cara untuk mengatasi masalah yang ada. Pernah menonton film India 3 Idiots? Jika ya, tentu ingat tokoh utamanya selalu mengucapkan 'All is well .. all is well..' untuk menenangkan diri saat diterpa masalah. Harapannya tentu agar semuanya baik-baik saja.


Saat diri tenang, biasanya akan lebih bisa berpikir rasional dan bertindak seperti seharusnya. Masalah pun dapat diselesaikan dengan baik. Jika nyata masalah yang dialami begitu sulit, setidaknya sudah mencoba untuk menyelesaikannya dan mampu berdamai dengan keadaan.


Atau untuk menghilangkan rasa putus asa dengan berhenti sejenak. Tidak ada salahnya untuk mengambil waktu rehat sejenak saat mental merasa kelelahan dan tidak lagi bisa produktif. Sebab dengan mengambil waktu untuk refreshing, maka bisa melepaskan beban dan memikirkan cara untuk bangkit dari rasa putus asa.


    Selain itu tidak lupa tetap bersyukur karena dengan bersyukur hati merasa cukup dan rasa cemas hingga keputusasaan dapat dihindari. Oleh karena itu, biasakan untuk mensyukuri setiap hal kecil yang menjadi milik sendiri. Setiap manusia pasti memiliki kelebihan yang mungkin tidak dimiliki oleh orang lain. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui kelebihan yang dari dalam diri sendiri, lalu mengembangkan hal tersebut.


Tingkatkan value diri, sehingga dapat menjadi lebih percaya diri dan bangkit dari rasa putus asa. Ada kemungkinan saat sedang putus asa justru tidak terlintas dalam pikiran untuk membantu orang lain. Namun, dengan membantu orang lain dalam keterbatasan maka hal ini dapat membantu untuk bangkit dari keterpurukan dan rasa putus asa.


Dilansir dari Psychology Today, ketika seseorang berada dalam situasi yang buruk, dia cenderung menggeneralisasikan dan berpikir terlalu rumit. Sering kali mereka seakan bisa meramalkan suatu kondisi yang sebenarnya belum terjadi akibat proses berpikirnya tersebut.


Misalnya, 'saya terperangkap di dalam situasi yang sangat buruk dan saya tak akan bisa keluar dari situasi ini' atau 'saya sudah melakukan dosa besar, dan ini menjadikan saya sebagai orang yang sangat hina'.


Jika pola pikir masih seperti itu, rasa putus asa akan makin dalam. Lebih buruknya lagi, keputusasaan tersebut akan berubah menjadi perasaan yang beranggapan tidak berharga. Maka harus menghilangkan rasa putus asa tersebut dengan mencoba fokus pada penyelesaian masalah dan ikhlaskan apapun hasilnya.

__ADS_1


Putus asa juga bisa berawal dari ekspektasi yang tinggi, tetapi lupa menyiapkan diri untuk kondisi terburuk, termasuk tidak tercapainya harapan. Andai sudah siap untuk kondisi terbaik, siapkan juga untuk menghadapi kemungkinan terburuk. Karena saat merasa putus asa, yakni saat sudah tidak ada lagi jalan keluar, maka bisa mencoba mengubah cara pandang.


    Hal ini dilakukan dengan menempatkan diri Coba pada posisi orang lain atau pandanglah suatu masalah dengan perspektif yang lebih luas. Melakukan hal ini biasanya dapat membantu untuk menemukan jalan keluar dari suatu masalah yang sedang dihadapi.


Bersyukur menjadi satu di antara cara berterima kasih dan menghargai yang paling esensial. Maka, apapun kondisinya, tetaplah bersyukur dengan yang dimiliki. Sebab bisa terhindar dari keputusasaan yang bisa berujung pada depresi, rasa cemas, dan hal-hal buruk lainnya.


Saat bersyukur, itu berarti juga mencintai diri sendiri. Tuntutan di luar batas, yang jika tidak terealisasi dapat berpotensi melahirkan keputusasaan pun dapat dihindari. Cobalah untuk berdiskusi dengan teman dekat saat memiliki masalah tertentu karena cara ini dapat meringankan gejala depresi, termasuk putus asa.


Menumpahkan emosi yang dirasakan, meski kadang tidak memberikan solusi, dapat membantu merasa tidak sendirian dalam menghadapi masalah. Apalagi mendengarkan saran dari orang lain juga bisa memberikan pandangan positif baru yang mungkin tak pernah terpikirkan sebelumnya.


    Terkadang seseorang lupa terhadap hal yang sangat penting untuk dilakukan. Dimana ketika merasa putus asa, maka bisa melakukan kilas balik rangkaian kejadian yang sudah dialami sebagai bahan untuk evaluasi. Cara ini dapat membantu untuk melihat apa yang salah dan menjadi pembelajaran di masa depan.


Namun, ketika sudah merasa berusaha sekeras mungkin untuk bangkit, tetapi tetap sulit bangun dari keterpurukan, sangat penting untuk mengetahui batasan diri. Jalan terakhir dengan bercerita kepada orang terdekat untuk mencari second opinion. Tidak ada salahnya untuk mencari orang yang ahli di bidang tersebut.


    Jika semua cara telah dilakukan, tetapi tak juga menolong, pertimbangkan untuk bertemu ahli, seperti psikolog atau psikiater. Masalahnya, jika rasa putus asa yang dirasakan perlahan mengarah ke depresi, penanganannya mesti tepat sasaran. Akan tetapi sejauh ini, dalam pemikiran Bryant sendiri masih dalam tahap aman.


   Pria itu hanya terpuruk setelah berulangkali menghadapi perdebatan hebat hingga membuat kesabarannya tidak lagi ada. Bahkan bisa dikatakan mencapai batas kemampuan, tapi sejauh apapun usahanya tetap berakhir buntu. Karena sang istri masih enggan menanggapi.


Melihat diamnya sang kakak, membuat Bunga mengusap lengan kanan Bryant sehingga kesadaran kakaknya itu kembali lagi. Bisa bahaya jika perjalanan menuju tempat wisata justru berakhir dengan kecelakaan. Siapa yang akan bertanggung jawab?


"Ka, mending aku aja yang nyetir. Ka Bry sibuk melamun, kita masih di tengah jalan raya, loh." celetuk Bunga mengingatkan kakaknya, dimana sang kakak akhirnya mengusap dada bahkan suara istighfar juga ikut terdengar meski lirih.


Rupanya keadaan rumah tangga yang kacau balau membuat pikiran terbang melayang. "Sorry, De. Kita gak usah bahas masa lalu, kakak fokus nyetir dulu," putus Bryant tidak ingin membuat kesalahan lagi sehingga memilih memfokuskan diri.


Sementara Bunga membiarkan hal itu terjadi sebab tidak mungkin menghentikan perjalanan wisata mereka berdua. Kini tidak mengharapkan kebebasan seperti masa lalu, karena apa yang ia miliki sudah lebih dari cukup. Selain itu, akan lebih baik menerima keadaan apa adanya.

__ADS_1


Jika ingin mewujudkan kebahagiaan sederhana maka bukan berarti kembali meninggalkan keluarga. Sekali saja sudah cukup merenggut sebagian hatinya, "Ka, apa nikah muda bisa menghindari masalah hati?"


Entah keberanian dari mana hingga bibir mengucapkan pertanyaan itu begitu saja. Suara lirih tetapi hati berharap mendapatkan jawaban tetapi logika menginginkan kakaknya tidak mendengar pertanyaan darinya. Serba salah di tengah kondisi hati yang memang tidak memungkinkan untuk menimbang mana benar dan salah. Haruskah ikut semedi agar mendapatkan kedamaian lagi?


__ADS_2