
Satu pertanyaan dan cukup menjadi awal perbincangan ke inti permasalahan. Inilah yang ditunggu meski harus menunggu selama beberapa waktu. Pada akhirnya menjadi sebuah kesempatan untuk memastikan masa depan. Meski pada kenyataannya masih memerlukan kesabaran.
Seulas senyum terbit menghiasi wajah sang tamu yang menikmati seruput secangkir minuman dingin. Warna biru laut nan menyegarkan melepaskan dahaga, "Rumah bordil di negara ku tidak ada yang bisa dikatakan legal. Jadi, aku hanya memerlukan trik agar tidak menjadi pemilik rumah sebagai wanita lembut atau sadis. Keseimbangan harus menjadi ciri khas. Apa bisa?"
"Why not, Maura. Namamu indah tetapi kehidupan sangat kejam bukan? Anehnya dari jiwa yang terlahir di dunia tanpa keadilan, kamu mau membangun istana dengan sinar terang. Apa di balik kilatan sinar ada kegelapan tersembunyi?" putar balik pertanyaan Si pirang karena merasakan aura berbeda dari wanita di dekatnya itu.
Entah kenapa, ia merasa sang tamu bukan sekedar wanita biasa. Dari caranya menggenggam cangkir terlihat sentuhan penekanan yang tidak akan membiarkan milik sendiri terlepas begitu saja. Seolah menjadi salah satu petarung yang patut diperhitungkan. Apa itu benar?
Maura terkekeh karena setelah beberapa saat hanya menggunakan aku dan kamu. Tiba-tiba saja sang tuan rumah menyebut nama aslinya, "Nyonya Gracia, semua orang tahu jika di dunia yang kejam maka harus mempersiapkan diri sebaik mungkin. Begitu juga dengan diriku, meski hanya berlatih senjata biasa."
"By the way, aku juga dengar kalau nyonya sendiri bisa mengalahkan para penjaga utama yang selama ini melindungi istana. Menilik hal ini, apalah arti dari keahlian biasaku. Mari kita bicarakan bisnis saja!" pungkas Maura tak ingin mengalihkan obrolan ke arah privasi.
Baginya tidak ada kebenaran mutlak meski semua fakta sudah terungkap. Untuk beberapa alasan, orang berkuasa lebih sering menyembunyikan identitas serta pengaruh sebagai kartu As. Sehingga lawan begitu mudah meremehkan tetapi terpuruk di medan pertempuran. Terlalu naif bukan?
Obrolan terus berlanjut membuat kedua wanita itu kembali fokus pada topik sebenarnya. Sementara di belahan bumi lain pertemuan lain menjadi awal perekaman yang membuat seorang pengawas merasa kepanasan. Bagaimana tidak gerah ketika mata kepala melihat adegan di atas ranjang tanpa ada penghalang.
__ADS_1
Tugasnya bisa dikatakan sederhana tetapi tidak pernah menyangka akan berpengaruh pada otak yang menguras akal sehat. Suka, tidak suka terus melanjutkan pekerjaan meski harus menahan diri agar semua baik tanpa ada kesalahan. Dari atas pohon dengan posisi tiarap tak bisa bebas bergerak.
"Stop!" tangan menahan pergerakan prianya yang terus menghujam kecupan tanpa ampunan. "Berikan aku minuman dulu, buat malam ini semakin panas. Come, honey!"
"Like your wish," pria tanpa penghalang beranjak dari atas raga wanitanya, lalu menyambar botol minuman yang ada di sisi lain ranjang, kemudian dengan sekali gerakan membuka tutup botol tanpa bantuan.
Suara tegukan nan terdengar begitu menyegarkan menambah suhu tubuh sehingga semakin memicu adrenalin dan ia benar-benar merasa tidak akan melepaskan wanitanya malam ini. Begitu juga dengan si wanita yang begitu santai meneguk wine dari botol sampai beberapa tetes jatuh membasahi raganya.
Sedangkan di sisi lain, pertemuan penting juga sedang berlangsung dimana seorang gadis muda duduk bersama dengan tiga dokter spesialis kejiwaan. Gadis itu sengaja melakukan pertemuan secara langsung sebelum memutuskan membantu orang yang memang memerlukan bantuan. Bukankah jika menolong harus secara sepenuh hati?
"Nona, gangguan jiwa itu dapat disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu faktor biologi yang meliputi otak, sistem endokrin, genetik, sensori, dan faktor ibu selama masa kehamilan, faktor psikologis yang meliputi pengalaman awal, proses pembelajaran, dan kebutuhan dalam hidup, faktor sosial budaya yang meliputi stratifikasi sosial, interaksi sosial, keluarga, perubahan sosial, dan sosial budaya itu sendiri, serta yang terakhir adalah faktor lingkungan.
"Sementara depresi merupakan gangguan mental yang umum dan merupakan salah satu dari penyebab utama disabilitas di dunia. Selain itu, depresi juga merupakan penyebab utama seseorang melakukan bunuh diri. Secara global, diperkirakan 350 juta orang mengalami depresi.
"Depresi ini, ditandai dengan perasaan bersedih, perasaan putus asa, pesimis, perasaan bersalah, tidak berharga, kesulitan berkonsentrasi, mengingat dan membuat keputusan, pikiran bunuh diri bahkan percobaan bunuh diri. Banyak faktor yang dapat menyebabkan individu mengalami depresi seperti faktor genetik, trauma, kehilangan orang yang berharga, ketidakmampuan menjalin hubungan atau situasi lainnya yang dapat menyebabkan stres.
__ADS_1
"Selain itu, depresi seringkali terjadi pada dewasa awal antara usia 20 sampai 30 tahun. Depresi dapat ditangani menggunakan obat-obatan berupa antidepresan dan psychotherapy atau talk therapy (National Institute of Mental Health) dan bila digambarkan dengan derajat depresi antara 0 sampai 10 maka derajat depresi minor adalah seperti dibawah ini, yaitu antara 1 sampai 3."
Merenung sekedar mencerna apa yang dikatakan oleh dokter Viola. Akan tetapi, ia merasa keadaan pasien harus mendapatkan penanganan ekstra mengingat bagaimana keadaannya. Sekarang semakin paham bahwa yang dialami pasien termasuk depresi dan bukan penyakit lainnya.
"Jadi, apa yang akan kalian lakukan untuk menangani pasien? Sekali lagi akan aku tekankan, jangan pikirkan biayanya tapi fokuskan pada pekerjaan kalian demi kesembuhan pasien. Dan ya, tidak ada pepatah lama yang boleh diterapkan. Apa dokter Viola, dokter Michael, dan dokter Harry sampai di sini paham?" suara tegas meskipun terdengar tetap lembut di telinga.
"Sebelum itu, ade harus tahu bahwa sebenarnya distimia atau depresi ringan kronis berbeda dengan depresi minor. Depresi minor adalah suasana hati yang jelek, biasanya disebut “blue days”. Gejala depresi minor yaitu adanya episode mood depresi sedikitnya selama 2 minggu, dan ada sedikitnya 1 gejala tetapi tidak lebih dari 5 gejala.
"Gejala pertama yaitu nafsu makan menurun, gejala kedua sulit tidur, gejala ketiga ada masalah konsentrasi, gejala keempat agitasi, gejala kelima kelelahan, gejala keenam kurang energi, gejala ketujuh kurang percaya diri, gejala kedelapan selalu merasa bersalah, merasa tidak berarti.
"Gejala-gejala ini harus cukup menimbulkan gangguan aktivitas normal sehari-hari. Lagipun, maksudnya nona muda pepatah yang mana? Jika boleh kasih tahu kami terlebih dahulu!" tukas dokter Michael yang terlihat begitu santai tanpa ada ketegangan.
Melihat, mengamati, lalu menyimpulkan. Ketiga hal ini bukan untuk dipelajari dalam sekali waktu, sedangkan gadis muda itu masih dalam masa pembelajaran mengenal lawan bicara. Jika memberikan tekanan dalam bentuk ultimatum. Tentu saja belum menjadi masanya.
Suara derap langkah kaki nan tegas berjalan memasuki ruang pertemuan menyebarkan aura intimidasi yang menekan kedamaian. Pertemuan seketika berubah menjadi pemakaman tanpa pemberitahuan dimana ketiga dokter serta dua penjaga langsung membungkukkan setengah badan menghadap sang tuan besar.
"Di dunia ini memiliki dua pepatah, satu untuk kebajikan dan satunya untuk hukuman. Ketika seorang tabib menyadari bahwa pasien tidak memiliki harapan yang disebabkan oleh penyakit mematikan. Maka dari tangan ajaib bisa berubah menjadi tangan berbisa. Pepatah ini sudah mewakili niat hati nona muda.
"Jangan bertindak seenak jidat. Apalagi berpikir menyudahi penderitaan pasien karena tugas kalian menyembuhkan bukan memusnahkan. Bukan begitu, Bunga Angela?" lirikan mata terpatri pada netra hazelnut yang menatapnya dengan binar kebahagiaan.
__ADS_1
Ingin sekali memarahi gadis itu, tapi melihat situasi akan lebih baik menahan diri karena ia bisa merasa ada sisi dewasa yang jarang diperlihatkan oleh si gadis mata hazelnut. "Meeting selesai, kalian semua pergilah!"