Karena Cinta

Karena Cinta
DANIEL YANG MENAKUTKAN


__ADS_3

"Berapa biasanya kamu mengambil buah-buahan ini?" tanya Daniel yang sudah berada di tempat itu.


Mandor perkebunan yang melihat Daniel sudah berada di tempat itu nampak pria itu sangat kebingungan. Dia tidak akan pernah menyangka kalau Daniel tiba-tiba sudah berada di sana.


"Tuan Daniel." ucap mandor perkebunan.


Pria itu benar-benar sangat terkejut ketika melihat Daniel tiba-tiba berada di sana. Apalagi Daniel Mendengar pembicaraan antara dia dan seorang pria yang biasa mengambil buah-buahan di perkebunan ayah Ma'ruf.


"Aku tanya sekali lagi padamu, Berapa harga yang biasa kamu berikan?" tanya Daniel.


Mandor perkebunan yang melihat hal itu tentu saja pria itu dibuat kebingungan, apalagi Daniel harus mengetahui harga yang biasa disepakati antara mandor dan pembeli.


"Saya biasanya memberi buah-buahan ini dalam jumlah dan harga yang sudah saya sepakati, tuan. untuk durian ini saya mengambil sesuai harga pasaran." jawab pembeli.


"Maksudmu harga pasaran itu kamu mengambilnya dari sini atau itu harga kotor?" tanya Daniel.


"Maksud tuan?" tanya pembeli.


Pria yang selalu membeli hasil panen perkebunan Ayah Ma'ruf itu nampak sangat kebingungan dengan pertanyaan Daniel.


"Aku tanya kembali padamu, kamu membeli seluruh buah-buahan yang ada di sini bukan? Lalu, apakah sesuai dengan jumlah yang kamu berikan pada pria itu?" tanya Daniel.


Pembeli buah-buahan itu langsung memberitahukan mengenai harga dari setiap panen buah yang ada di perkebunan, Daniel sedikit tersenyum dengan jawaban yang diberikan oleh pembeli tersebut. seperti yang sudah diduga oleh Daniel kalau mandor dari perkebunan melakukan kecurangan terhadap ayahnya selama ini.


"Mulai sekarang kamu harus langsung berbicara denganku jika ingin mengambil buah-buahan di tempatku. Aku adalah pemilik dari perkebunan ini." ucap Daniel sambil menatap wajah mandor perkebunan.


Mandor tua itu seketika tersentak. Dia sangat kebingungan dengan kejadian hari ini, Daniel melihat sendiri kecurangan yang dilakukan oleh mandor perkebunan.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu, kita bicarakan di sana karena aku harus mengetahui mengenai semua nominal dari harga-harga yang sudah kamu sebutkan tadi." ucap Daniel.


Seketika wajah mandor perkebunan pucat pasih. Dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan dengan kedua bola mata Daniel, pria itu sudah tertangkap basa, bahkan mandor perkebunan juga meminta kenaikan harga dari setiap kilo buah yang mereka jual.


"Apakah ada yang terjadi, Tuan. Tanya si pembeli.


"Ini adalah masalah pribadi, Jadi anda tidak berhak tahu untuk saat ini dan seterusnya. saya sendiri nggak akan memegang perkebunan ini, jadi kalau ada apapun Tolong segera beritahu saya karena saya yang akan langsung memantau tempat ini." ucap Daniel.


Si pembeli nampak mengetahui apa yang dimaksud oleh pemilik perkebunan, pria itu tahu kalau mandor bangunan tersebut sudah melakukan kecurangan selama ini.


"Baiklah kalau begitu, Tuan. saya bisa kan meminta nomor telepon anda karena beberapa hari lagi beberapa buah-buahan di sini juga akan matang." pinta pembeli.


"Baiklah kalau begitu, Kamu langsung saja ke rumahku kamu tahu kan di mana tempatnyan kita bisa membicarakan mengenai apapun di tempat itu." jawab Daniel yang kemudian membiarkan si pembeli mengambil hasil panen di perkebunan buah-buahan.


Tatapan mata mandor perkebunan nampak menatap Daniel dengan begitu kebingungan, dia harus mempersiapkan pertanyaan dan jawaban sebaik mungkin jika Daniel menanyakan mengenai jumlah uang yang sudah dia terima.


"Mulai hari ini dan seterusnya aku tidak ingin melihat wajahmu lagi di perkebunanku, aku akan mengurus semua perkebunan ini. aku akan mengusut tuntas mengenai penggelapan dana yang kamu lakukan selama bekerja di sini. aku tidak suka salah satu anak buahku melakukan kecurangan, Aku tidak suka jika salah satu orang yang dipercaya oleh Ayahku melakukan hal selicik ini." ucap Daniel.


"Maksud Tuan?" Tanya mandor perkebunan.


"Tentu saja maksudku adalah Mulai sekarang kamu aku pecat, kamu tidak boleh lagi ke tempat ini, berusaha untuk mendekati sekitar tempat ini ataupun kamu meminta bantuan kepadaku." jawab Daniel.


"Anda tidak bisa seperti itu, Tuan. Saya sudah mengabdi di sini selama dua puluh tahun." ucap mandor perkebunan.


"Kamu mengabdi di sini selama dua puluh tahun, lalu selama dua puluh tahun itu berapa juta, puluhan atau ratusan juta yang sudah kamu gelapkan? kamu sudah mencuri dari ayahku selama ini?" tanya Daniel yang membuat mandor perkebunan tidak bisa mengatakan apapun.


"Aku tidak suka dengan penghianat, aku selalu menghukum penghianat dengan hukuman yang tidak akan bisa dia pikirkan. kamu sudah menghianati Ayahku selama ini, seluruh fasilitas yang diberikan oleh Ayahku kepadamu akan ku ambil. Aku paling membenci penghianat Aku paling tidak suka dikhianati. jadi aku akan memberikan kamu gaji untuk yang terakhir, seluruh fasilitas yang kamu pakai dari keluargaku silahkan ditinggalkan. motor itu kamu tinggalkan juga." Daniel menunjukkan siapa dirinya.

__ADS_1


"Tapi.." ucap mandor perkebunan.


"Oya, rumah untuk kamu tinggali selama ini kan rumah itu masih atas nama ayahku, bukan? jadi kembalilah ke tempatmu semula karena rumah itu akan ditinggali mandor yang baru." jawab Daniel.


"Itu tidak boleh, tuan. Saya tidak akan membiarkan hal itu."


Mandor bangunan yang terlihat kesal bahkan pria itu mencoba untuk melawan Daniel.


"Aku tidak suka dibantah dan aku tidak suka dicerca, kamu belum pernah menjadi anak buahku tapi sekalinya kamu menjadi anak buahku kamu langsung mengkhianatiku. kamu melakukan penggelapan uang perkebunan, entah apalagi yang sudah kamu lakukan di sini. jadi mulai sekarang tinggalkan tempat ini dan tinggalkan seluruh fasilitas yang diberikan oleh ayahku. kamu bukanlah apa-apa Sebelum menjadi anak buah Ayahku, sekarang akan ku kembalikan semua itu ke tempatnya, akan ku ambil semuanya darimu seperti kamu pertama kali bertemu dengan ayahku."


Daniel berbicara dengan ekspresi tanpa berteriak, namun kata-kata yang diucapkan oleh Daniel begitu menghujam.


"Berikan saya kesempatan lagi, Tuan. Saya sudah mengabdi di sini selama dua puluh tahun, tidak mungkin kan Tuan langsung memecat saya."


Mandor perkebunan yang terlihat memohon kepada Daniel.


"Sesuatu yang sudah cacat tidak akan ku ambil, seseorang yang sudah berkhianat Jangan harap kembali menjadi anak buahku atau bekerja untukku. Aku berbeda dengan Ayahku, ayahku adalah orang yang baik namun aku bukan orang seperti itu." jawab Daniel yang kemudian meninggalkan mandor perkebunan.


Bekerja di perkebunan selama dua tahun lebih Entah berapa puluh juta atau ratus juta mandor perkebunan itu melakukan kecurangan. penyesalan mungkin hanya penyesalan yang bisa diperlihatkan oleh mandor perkebunan, dia tidak bisa apa-apa lagi karena Daniel memang bukanlah seorang pria yang sama seperti ayahnya. pria itu tidak akan pernah memaafkan seorang pengkhianat.


* Bersambung *


Mohon dukungannya pada novelku yang lainnya 😊😊😊


- Mawar berduri


- Terlempar ke dunia sang kaisar

__ADS_1


- karena cinta


__ADS_2