Karena Cinta

Karena Cinta
Part 191#MEMBUJUK


__ADS_3

Liburan keluarga yang awalnya untuk memenuhi keinginan hati bumil dari menantu pertama akhirnya diakhiri lebih cepat dari jadwal seharusnya. Keluarga sepakat kembali ke Indonesia setelah mengetahui kondisi menantu bungsu yang memerlukan perawatan intensif di rumah sakit utama di Jakarta. Sehingga demi kebaikan bersama meninggalkan Korea menjadi pilihan utama.


Namun tidak ada yang tahu bahwa rencana dari pasangan termuda telah menyiapkan hal lain untuk dilakukan berdua tanpa keluarga. Hal itu sudah diatur yang membuat situasi harus berpisah mencoba mencapai kedamaian masing-masing, meski begitu tidak ada pencegahan atas jalan pilihan walau tujuan berbeda. Tentu saja setelah mendapatkan penjelasan singkat dari putra sulung yang sudah mengetahui rencana putra bungsu keluarga.


"Kalian sudah dewasa, sebab itu kalian tidak memerlukan orang tua untuk berdiskusi. Setidaknya papa tenang karena sebagai saudara, kalian berdua bisa saling mendukung satu sama lain. Bukan begitu, Ma?" menghela napas dalam-dalam seraya terus menggenggam tangan sang istri tercinta dan membiarkan wanitanya bersandar di sisi kirinya.

__ADS_1


Mama Bella yang terlihat cemas memikirkan kondisi kesehatan Ocy hanya tersenyum simpul. Wanita satu itu tidak bisa berkomentar setelah mendengar hal di luar kesabaran. Hati merasa tidak senang, pikiran tenggelam di dalam ketidaktahuan, ia meragukan keyakinan diri atas sebuah keadaan. Di sisi lain dirinya juga kecewa atas masalah yang disembunyikan sang putra.


Ia paham jika Samuel tidak ingin membuat keluarga khawatir apalagi ikut memikirkan kesehatan Ocy. Hanya saja pilihan sang putra sama saja menganggap tidak memiliki keluarga. Padahal setiap waktu selalu diingatkan untuk terbuka pada keluarga meski apapun masalah yang menimpa di depan anak-anak dalam menjalani kehidupan di dunia.


"Ma, maafin Samuel, ya. Dia tidak berniat mengecewakan mama tapi janji sudah mengikat kedua tangan dan membungkamnya untuk tetap diam selama ini. Sekarang kita tahu bagaimana keadaan Ocy, Bry percaya pada mama yang akan selalu menyayangi kami sama rata." bujuk Bryant yang berusaha membuat mamanya kembali tersebut tanpa dipaksakan.

__ADS_1


Melihat keseriusan yang berselimut penyerahan diri, membuat hati seorang ibu luluh dan tak mengharapkan lebih dari keselamatan seluruh anggota keluarga. Bagaimanapun ia sadar jika apa yang dikatakan sang putra memang benar adanya, lalu untuk apa menyibukkan diri memeluk perasaan kecewa. Apalagi saat ini bisa dianggap waktu penting untuk memberikan dukungan sebagai satu kesatuan sebuah keluarga.


Diusapnya pipi putranya dengan penuh kasih, "Kamu benar, Bry. Mama terlalu sensitif akhir-akhir ini, sebaiknya kita susul Ocy dan Muel. Putra dan menantuku pasti bisa merasa lebih baik kalau kita tetap bersama mereka, bagaimana?" ucap Mama Bella yang merasa harus memenuhi tanggung jawabnya sebagai seorang ibu.


Namun sayang, Bryant justru menggelengkan kepala. Pria muda itu tidak bisa menyetujui saran dari mamanya, "Ma, kondisi Ocy sudah lebih baik dan jangan lupa kalau saudaraku juga seorang dokter. Saat ini yang bisa mengembalikan semangat dan juga kepercayaan diri Ocy hanya Samuel."

__ADS_1


"Kali ini tugas kita mendoakan dan tetap memberi support tanpa harus berusaha memaksakan diri masuk ke dalam zona yang disiapkan seorang suami untuk istrinya. Seperti mama yang pernah membiarkan aku hidup berdua bersama Ara setelah pernikahan kami, biarkan keduanya kembali beradaptasi menjalani biduk rumah tangga. Ini baik untuk hubungan Ocy dan Samuel, bukan begitu Pa?"


Meminta persetujuan papanya agar bisa meyakinkan hati sang mama. Sontak membuat papa Angkasa tersenyum penuh makna seraya mengerlingkan mata merayu wanita yang selalu menjadi bidadarinya. Kebersamaan orang tua bersama anak mereka memudarkan kecemasan di hati yang merasa kecewa sehingga kehangatan mengalir sebagai pelipur kesedihan di dalam keluarga.


__ADS_2