Karena Cinta

Karena Cinta
PERDEBATAN PAGI HARI


__ADS_3

" Ya tentu saja aku bertanya, kan kamu juga bertanya padaku jadi tidak apa-apa kan kalau aku bertanya sama kamu."


"Pertanyaan kok dijawab pertanyaan." jawab Arina.


Seketika Daniel mendekati Arina, pria itu langsung duduk di salah satu kursi yang ada di warung.


"Kamu lagi ngapain di sini?" tanya Arina kepada Daniel lagi.


"Kamu tidak lihat apa kalau aku ini sedang duduk." jawab Daniel.


"Sana pergi cari tempat lain."


Arina yang mengusir Daniel.


"Kenapa kamu harus mengusir aku? aku mau ke mana saja itu kan terserah aku." jawab Daniel.


Haris nampak menatap Daniel dan Arina yang terus berdebat, pria itu ingin melerai pun tidak akan ada gunanya karena Daniel adalah majikannya.


"Sudah sana pergi Jangan ganggu aku."


Arina mengusir Daniel.


"Terserah aku dong, Lagian aku juga mau makan aku lapar." jawab Daniel.


"Sana pergi."


Arina mengusir Daniel kembali.


"Bu tolong kasih aku nasi campur sama es teh."


Daniel tidak menghiraukan Arina yang mengusir dirinya, pria itu langsung memesan makanan dan ini tidak mengatakan apapun. namun pria itu melirik Arina yang sedang berbicara dengan Haris.


"Kamu mau makan apa, Mas?" tanya Arina kepada Haris.


"Aku mau makan nasi pecel saja." jawab Haris.


"Kalau begitu aku juga mau nasi pecel Bu sama kasih serundeng, kering tempe sama telur dadar aja ya. nggak usah dikasih daging." ucap Arina.


"Iya." jawab ibu pemilik warung.


"Kelihatan banget sih kalau kalian itu ndeso banget, kesana kemari yang dipesan itu makanan desa." Daniel terus mencibir Arina tanpa henti.


"Jangan dihirokan Mas, anggap aja pria ini hantu hantu gentayangan. Mungkin dia ada di salah satu penghuni film pengabdi setan."


Arina yang mulai mencibir Daniel dengan kata-kata yang sama ketika pria itu mengolok-olok dia.

__ADS_1


"Kalau ada setan setampan aku mungkin seluruh dunia ini akan benar-benar mengabdi kepada setan." ucap Daniel.


"Tuh kan pede banget Padahal dia tidak ganteng-ganteng amat." ucap dan Arina yang kemudian duduk manis.


Beberapa menit kemudian akhirnya pesanan yang diminta oleh Arina, Daniel dan Haris sudah diberikan. terlihat Arina sedang makan dengan lahapnya.


3 porsi makanan sudah tersaji, Arina mengambilkan Haris makanannya sedangkan Daniel tidak diambilkan.


"Ini wanita benar-benar menjengkelkan sekali, Aku ini statusnya sebagai suami. dia malah meladeni pria itu dasar wanita tidak tahu diri, tidak tahu di untung." cibir Daniel dalam hati.


Arina makan dengan begitu lahap, dia tersenyum begitu cantik kepada Haris. sedangkan Daniel sendiri pria itu tidak dihiraukan sama sekali oleh Arina. tak berselang lama datanglah wanita pengganggu. Kalau tidak salah namanya Tetap saja Lisa.


"Mas Daniel." Panggil Lisa.


Daniel yang tidak menghiraukan panggilan itu, dia melahap makanan yang sudah dia pesan.


"Mas Daniel." Panggil Lisa kembali.


Tetap saja Daniel tidak menjawab panggilan dari Lisa. Arina yang mendengar panggilan itu nampak wanita itu ingin mencibir Lisa.


"Mas Daniel." Panggil Lisa kembali.


"Mas danielnya lagi tidak ada dia sedang keluar." jawab Arina dengan kata-kata yang begitu lucu.


Haris yang mendengar jawaban yang diucapkan oleh Arina nampak pria itu ingin tertawa, namun seketika Haris langsung tersedak oleh makanannya sendiri.


Haris tersedak makanan karena dia mendengarkan kata-kata yang diucapkan oleh Arina.


"Hati-hati lah Mas kalau makan, Masa makan aja sampai tersedak." ucap Arina yang kemudian memberikan teh hangat kepada Haris.


"Ambilkan minumanku itu juga." perintah Daniel.


"Ambil aja sendiri, dua tanganmu itu masih berfungsi kan." ejek Arina.


"Dia aja Kamu ambilkan masa aku tidak sih." Daniel yang tidak terima karena Arina tidak mau mengambilkan dia minuman.


"Sudah-sudah Jangan banyak bicara, aku ambilkan ya Mas Daniel."


Lisa yang kemudian mengambilkan Daniel segelas es teh.


"Kamu ngapain sih di sini?" tanya Daniel kepada Lisa.


"Aku juga mau makan loh Mas, masa nggak boleh sih." Jawab Lisa yang kemudian juga memesan nasi campur sama seperti Daniel.


Keempat orang itu makan dengan begitu lahap, Namun kedua bola mata Daniel dan Lisa saling menatap orang yang ada di sebelahnya. sekitar 30 menit kemudian mereka sudah selesai makan. Arina membayar makanannya kemudian mengajak Haris untuk melanjutkan kembali jalan-jalan di sekitar Desa.

__ADS_1


"Kamu mau ke mana?!" seru Daniel.


"Aku mau minggat, memangnya kenapa." jawab Arina.


"Kamu ini kalau ditanya jawab yang benar, kalau tidak jawab benar mulutmu itu akan ku beri giling biar cepet monyor mulutnya itu." cibir Daniel yang membuat Arina langsung meninggalkan pria itu.


"Ya sudah, Ngapain juga aku ngurusin wanita itu. lebih baik aku jalan-jalan sendiri di sekitar tempat ini." ucap Daniel yang kemudian melajukan motornya dan pergi dari tempat itu.


"Mas mau ke mana." Panggil Lisa.


"Jangan ikutin aku, Aku tidak suka diikutin." jawab Daniel yang kemudian melajukan motornya.


Beberapa pekerjaan Sebenarnya masih menunggu Daniel, pria itu pergi ke salah satu perkebunan. dia harus melihat beberapa hasil panen yang ternyata tidak sesuai dengan pemikiran yang dia miliki.


"Kata mbok Sri hasil panen selalu baik, namun kenapa laporan yang diberikan oleh mandor perkebunan benar-benar sangat berbeda. Aku yakin mandor itu pembohong, dia mau membohongiku Ya. baiklah kalau begitu kalau dia mau macam-macam dengan kulihat saja apa yang akan aku lakukan." ucap Daniel yang kemudian pergi ke salah satu perkebunan milik ayahnya.


Tepat ketika Daniel ke sana terlihat di sana sedang panen raya, beberapa buah-buahan Daniel langsung melajukan motornya. sesaat kemudian pria itu meletakkan motornya kemudian berjalan mendekati para pemetik buah-buahan.


"Apa semuanya sudah matang?" tanya Daniel kepada beberapa ibu-ibu.


"Sudah Tuan." jawab ibu-ibu.


"Lalu siapa yang akan mengangkut buah-buahan ini?" tanya Daniel kembali.


"Biasanya ada orang dari kota yang sudah membelinya, Tuan." jawab ibu-ibu.


LBaiklah kalau begitu, kalian lakukan pekerjaan kalian Aku mau melihat yang lain." ucap Daniel.


Setelah dari tempat ibu-ibu Daniel melangkahkan kakinya, pria itu melihat mandor perkebunan yang sedang berbicara dengan seseorang. pria itu tidak mengetahui kalau Daniel sudah berada di sana.


"Ayolah, kamu harus menaikkan sedikit harga ini. kamu tahu kan sekarang Semuanya serba mahal." ucap mandor perkebunan.


"Kamu tahu kan Pak, sekarang itu Kondisi lagi tidak stabil. kalau aku menaikkan harga dari harga Biasanya aku juga akan rugi." jawab pengepul buah-buahan.


"Ayolah naikkan saja lima ratus atau seribu per kilonya." minta mandor perkebunan.


"Memangnya berapa biasanya kamu membeli buah-buahan ini?!" seru Daniel yang langsung bertanya kepada pembeli buah-buahan.


* Bersambung *


Mohon dukungannya pada novelku yang lainnya 😊😊😊


- Mawar berduri


- Terlempar ke dunia sang kaisar

__ADS_1


- karena cinta


__ADS_2