
KEESOKAN HARI
"Huff..., "
Arina menghela napasnya dengan begitu kasar.
Siang begitu cerah, matahari bersinar dengan begitu teriknya.
"Cepat kerjakan, kamu itu lelet banget sih." Daniel terus-menerus mencaci maki Arina.
"Enak aja bilang aku lelet banget, kamu itu nggak tahu kalau ini cuacanya sangat panas banget, enak kamu membawa hoodie jaket kacamata hitam. sedangkan aku, kamu bilang tadi cuma mau keluar sebentar. nyatanya kamu itu membohongi aku, kamu itu dasar pria pembohong."
Arina yang begitu kesal karena dibohongi oleh Daniel.
"Tuan Daniel." Panggil Haris.
"Iya ada apa Haris." jawab Daniel.
"Tuan Daniel, perkebunan teh sama cengkeh sudah mulai panen. apakah Tuan Daniel mau melihatnya?" tanya Haris.
"Tentu saja aku akan melihatnya, Oh ya kamu ikut aku." ajak Daniel.
"Ngapain juga sih aku harus ikut, mending aku di sini aja. nggak tahu panas gini apa." kesal Arina.
"Kamu itu mau ikut denganku atau kamu mau berdebat denganku?" tanya Daniel.
"Keduanya." jawab Arina.
Grepp..
Seketika Daniel langsung menarik tangan Arina dengan sangat kasar, pria itu tidak mau tahu dengan jawaban yang diberikan oleh Arina.
"Bisa nggak sih kamu bersikap lembut kepada seorang wanita?!" seru Arina.
Arina merasakan sakit di tangannya ketika Daniel menarik salah satu tangannya dengan sangat kasar. bahkan Daniel menarik tangan Arina seolah tangan itu hendak di lepaskan dari tubuhnya.
"Kamu itu cerewet banget sih, kamu ke sini dan tidak mau ikut denganku itu kamu mau menggoda para pria yang ada di sini ya? dasar wanita tidak tahu diri, wanita murahan." cipir Daniel kembali.
Pria itu benar-benar sangat menjengkelkan luar biasa, kata-katanya begitu tajam seolah kata-kata itu mempunyai seribu mata pisau.
"Pria ini sangat tepat kalau dia ditaruh di salah satu film Mandarin, Dia sangat tepat menjadi pemain antagonis, kata-katanya begitu tajam setajam pisau yang besar membelah bebatuan." guman Arina dalam hati.
__ADS_1
Mau tidak mau Arina akhirnya mengikuti Daniel, Percuma saja memberontak karena Daniel mencengkram tangannya dengan begitu kasar.
"Lepas enggak, sakit tahu!" seru Arina.
Daniel tidak mendengar apa yang dikatakan oleh Arina, pria itu menarik tangan Arina dengan begitu kasarnya.
"Ini pria benar-benar sangat kejam, tidak punya hati dan sangat menjengkelkan. Aku ini seorang perempuan, dia menarikku dengan sangat kasar. Dia kira aku ini kayu atau bahan besi apa." gerutu Arina dalam hati sembari menahan rasa sakit di pergelangan tangannya.
"Kamu ini benar-benar pria tidak perasaan sama sekali, karena itu seluruh wanita yang ada di muka bumi ini kita akan Ada yang mau menerima pria sepertimu!!"
Dengan begitu lantang Arina mengeluarkan kata-kata itu, dia tidak peduli Daniel akan marah atau bagaimana. tapi Andaikata Daniel ingin melakukan sesuatu kepada Arina mungkin Arina akan langsung membalas semua perlakuan Daniel.
Langkah kaki Daniel langsung terhenti, pria itu menatap Arina dengan tatapan mata yang begitu kesal.
"Maksudmu?" tanya Daniel yang sedikit tersinggung dengan kata-kata yang diucapkan oleh Arina.
"Memangnya kenapa? apa yang aku katakan itu benar, bukan? kamu itu pria kejam tidak berperasaan dan tidak punya hati sama sekali. mana ada wanita yang mau menjadi istrimu, mana ada wanita yang sudi menjadi pendampingmu!" seru Arina.
Daniel seketika terdiam, sesaat kemudian pria itu mendekati Arina dan menatap wajahnya. salah satu tangan Daniel menyentuh dagu Arina.
"Kamu ini bodoh apa benar-benar bodoh? semua yang kamu katakan itu tidak ada kebenarannya, buktinya ada seorang wanita bodoh yang mau menjadi istriku. ada seorang wanita yang tidak mempunyai otak sama sekali yang menjadi istriku." jawab Daniel.
Arina menyipitkan kedua matanya, Wanita itu menatap Daniel dengan tatapan mata yang benar-benar emosi luar biasa.
"Coba kamu pikirkan wanita bodoh mana yang sekarang menjadi istriku?" jawab Daniel.
Haris yang ada di belakang tubuh Arina seketika pria itu menghela nafasnya dengan begitu kasar, mau berkata apa lagi karena nyatanya walaupun mereka menikah secara paksaan ataupun pernikahan kontrak.., tapi Arina adalah istri sah dari Daniel.
"Oh my God, aku menghina pria itu tapi sama halnya aku menghina diriku sendiri? aku ingin mencaci maki pria itu Namun nyatanya aku mencaci maki diriku sendiri." guman Arina dalam hati.
Arina menatap punggung Daniel, ingin sekali Arina melepaskan semua emosi yang ada di hatinya.
"Benar juga, aku adalah wanita bodoh yang terpaksa menjadi istrimu. Aku adalah wanita bodoh yang menerima permintaan ayahmu untuk menjadi istrimu." jawab Arina.
Setelah mengatakan hal itu Arina sudah tidak tahan lagi, seketika wanita itu mengangkat salah satu kakinya.
BUGG...
Arina sudah tidak bisa menahan kekesalan yang ada di hatinya, seketika wanita itu memberikan satu tendangan ke punggung Daniel dengan sangat kasar dan sangat keras.
"Itu adalah tendangan wanita bodoh yang sudah menjadi istrimu, itu adalah pembalasan dari wanita bodoh yang terpaksa menjadi istrimu!" bentak Arina yang kemudian berjalan dengan begitu cepat meninggalkan Daniel.
__ADS_1
Daniel sendiri yang mendapatkan perlakuan seperti itu seketika pria itu memegang punggungnya.
"Dasar wanita kurang ajar, berani sekali dia menendang punggungku.lihat saja aku pasti akan membalasnya." ucap Daniel yang kemudian memutar sedikit tubuhnya.
"Sudahlah Tuan,"
Haris yang mencoba untuk melerai.
"Aku bukanlah pria yang akan diam dengan semua perlakuan dari wanita seperti dia." jawab Daniel.
Langkah kaki Daniel berjalan cepat untuk menyusul Arina, Haris tidak bisa melakukan apapun. dia takut untuk melawan Daniel karena itu sama saja dia akan membahayakan pekerjaannya dan pekerjaan mbok Sri.
"Berhenti Kamu!" teriak Daniel
Arina tidak mendengarkan perkataan Daniel, wanita itu berjalan semakin cepat untuk meninggalkan Daniel. Arina yakin kalau Daniel akan membalas Apa yang dia lakukan.
"Berhenti!" teriak Daniel.
"Aku tidak dengar." jawab Arina.
"Berhenti!" teriak Daniel kembali.
Telingaku bermasalah, jadi aku tidak dengar." jawab Arina yang kemudian berjalan semakin menjauh dari Daniel.
"Dasar wanita kurang ajar!" seru Daniel dengan sangat marah.
Arina meninggalkan Daniel dengan kekesalan yang sangat luar biasa, Daniel Ingin menyusul Arina namun sayangnya malah Arina berjalan semakin cepat bahkan wanita itu berlari dengan sangat kencang.
"Wanita itu berlari kencang sekali, gila dia tiba-tiba menghilang." Daniel yang sudah tidak bisa mengejar Arina.
"Tuan." Panggil Haris.
"Cepat cari di mana wanita itu, Dasar kurang ajar. berani sekali dia menendangku, Untung saja di sini tidak ada orang kalau sampai ada orang lihat saja apa yang akan aku lakukan." Daniel terus mengumpat karena dia sudah dilecehkan oleh istrinya sendiri.
Suruh siapa mulutnya itu benar-benar begitu tajam, kata-katanya bagaikan racun yang langsung membunuh setiap orang.
* Bersambung *
Mohon dukungannya pada novelku yang lainnya 😊😊😊
- Mawar berduri
__ADS_1
- Terlempar ke dunia sang kaisar
- karena cinta