
"Semuanya baik-baik saja, Tuan. saya dan yang lain berusaha untuk mengembangkan tempat ini sebaik mungkin." jawab Salah satu pekerja.
"Baiklah kalau begitu, aku akan berkeliling tempat ini kamu lakukan pekerjaanmu, aku ini melihat perkebunan teh dan beberapa perkebunan yang ada di tempat ini. oya, kamu harus dirawat tempat ini dengan baik, yang aku dengar perkebunan durian dan beberapa buah-buahan serta beberapa tanaman yang lain juga berkembang pesat. Aku ingin kalian melaporkan padaku mengenai pemasukan dari hasil panen tempat ini." pinta Daniel.
"Baik tuan, saya akan segera mempersiapkan laporan beberapa panen perkebunan." jawab si pria.
setelah berjalan-jalan di sekitar perkebunan akhirnya Daniel dan Arina Kembali ke tempat mereka. tatapan mata Daniel menatap rumah yang sekarang dia tinggali, rumah yang benar-benar sangat membosankan. rumah yang memiliki kesederhanaan sangat berbeda dengan rumah yang ada di kota.
"Tempat ini benar-benar sangat membosankan, tempat yang tidak memiliki koneksi internet sama sekali. seharusnya aku hidup di zaman prasejarah saja daripada di tempat ini." gerutu Arina panjang lebar.
"Apakah kau ingin tempat ini di fasilitasi dengan wi-fi atau komputer?" tanya Arina
yang membuat Daniel menganggukkan kepalanya.
"Baiklah kalau begitu, aku akan memesan beberapa peralatan dan akan ku pasang di tempat ini." ucap Haris.
"Aku ingin melihat perkembangan perusahaan ku yang ada di kota. Aku tidak ingin kehilangan perusahaan ku gara-gara aku di sini." jawab Daniel.
"Lagi pula kita tidak akan tahu berapa lama kita berada di perusahaan ini, di tempat ini. kau tahu sendiri kan beberapa perkembangan perusahaan di kota tergantung dari perusahaan yang ada di sini, jika perkebunan yang ada di sini mengalami kehancuran aku yakin kalau Ayahmu itu tidak akan membiarkanmu kembali ke kota seluruh kekayaanmu akan hilang kamu akan jadi pria gembel." cibir Arina yang membuat Daniel langsung melengos.
"Kamu tahu kan aku tidak akan membiarkan diriku ini tiba-tiba menjadi pria miskin. Aku tidak akan membiarkan seluruh hartaku lepas dari tanganku." jawab Daniel.
"Benarkah?" tanya Arina.
"Kalau aku melakukan hal itu, maka Aku adalah seorang pria yang tidak mempunyai pemikiran. aku tidak bisa berterima kasih dan Aku adalah orang brengsek yang tidak mempunyai perasaan sama sekali." jawab Daniel.
"Mengapa seperti itu?" tanya Arina.
"Aku sudah bilang Kan aku tidak akan membiarkan seluruh harta kekayaanku ini hilang dalam sekejap. aku menikahimu karena aku membutuhkan kamu sebagai pelindung kekayaanku, jika sampai aku tidak mau menikahimu bisa-bisa aku akan menjadi pria miskin, kita Sudah menandatangani kontrak perjanjian ini selama 2 tahun. jadi selama 2 tahun itu kamu akan menjadi istriku Anggap saja istri bayangan yang selalu mengikuti ke mana saja." jawab Daniel.
__ADS_1
"Kamu selalu bilang aku ini istri bayaran, Jika memang seperti itu Kamu harus membayarku setiap bulan dengan gaji yang sangat fantastis. Aku tidak ingin kamu menjadikanku pembantumu jadi untuk sementara selama 2 tahun ini aku adalah kunci kekayaanmu. jadi kamu harus baik padaku jangan pernah mencoba untuk menghinaku ataupun melakukan sesuatu yang kasar padaku. jika sampai kamu melakukannya maka aku akan langsung menggugat cerai dirimu, aku yakin kalau aku melakukan hal itu kamu akan kehilangan seluruh kekayaanmu." Arina mulai mengancam Daniel.
"Kamu ingin mengancamku ya?" tanya Daniel
"Kenapa apa aku harus mengancammu, selama kita di tempat ini Kita akan mempunyai jalan sendiri-sendiri. Kamu berjalan ke tempatmu dan aku akan berjalan ke tempatku. jadi mulai sekarang kita berjalan di masing-masing jalur, jangan pernah mencoba untuk memaksaku dan aku tidak akan pernah mencoba untuk memaksamu. kita sebagai suami istri hanya di atas kertas saja, secara agama aku memang istrimu tapi secara kenyataan kita hanyalah bos dan bawahan. jadi ingat itu benar-benar, Aku tidak ingin kamu selalu memaksaku Jika kamu melakukannya kamu harus bersiap-siap untuk menjadi gembel."
setelah mengatakan hal itu akhirnya Arina langsung meninggalkan Daniel, dia pergi berjalan-jalan di sekitar rumah.
"Dasar kurang ajar, berani sekali wanita itu mengatakan hal itu padaku. jika sampai dia mengancamku terus-menerus lihat saja apa yang akan kulakukan." ucap Daniel yang kemudian masuk ke dalam rumah. pria itu meminta Haris untuk membeli beberapa peralatan, dia tidak ingin tinggal di tempat yang tidak mempunyai kemajuan sama sekali. Daniel pergi ke kota untuk membeli beberapa perangkat internet agar dia bisa memantau perusahaannya yang ada di Jakarta.
Ketika malam sudah menjelang Daniel baru kembali bersama dengan Haris, pria itu membawa beberapa elektronik.
"Apa yang kamu lakukan di sana, Cepat kemari!" Daniel memanggil Arina yang sedang duduk santai di kursi depan rumah.
"Memangnya ada apa?" tanya Daniel.
"Gila ya, kamu itu kan seorang pria Aku ini seorang wanita masa kamu meminta bantuanku. sebagai pria sejati kamu angkat sendiri barang-barangmu itu, jadi pria kok sukanya nyuruh-nyuruh wanita." jawab Arina yang kemudian langsung pergi meninggalkan Daniel dan memasuki rumah.
"Dasar wanita tidak tahu diri, berarti sekali dia sama aku." ucap Daniel yang terlihat mengangkat laptop yang baru dia beli dan beberapa peralatan komputer lainnya.
"Tuan." Panggil Harris.
"Iya." jawab Daniel.
"Tuan, untuk jaringan wi-fi dan antena parabolanya besok baru dipasang." ucap Haris.
"Tentu saja besok, kamu mau malam-malam begini memasang antena parabola setelah itu memasang kabel wi-fi, bisa-bisa kamu kesetrum." jawab Daniel yang kemudian masuk.
Haris benar-benar sangat kebingungan dengan hubungan yang dijalani oleh dua orang itu, sepasang suami istri itu seolah tidak memiliki hubungan sama sekali. seolah hubungan mereka itu hanyalah hubungan tanpa dasar, mereka berdua itu sepertinya sangat asing.
__ADS_1
"Mereka kan sudah menikah, Kenapa berbicara satu sama lain seperti itu." ucap Haris yang kemudian membawa satu persatu barang belanjaan Daniel.
"Mbok Sri." Panggil Daniel.
"Ya." jawab mbok sri.
"Apa salah satu mandor perkebunan sudah kemari?" tanya Daniel.
"Belum nak Daniel, Memangnya ada apa?" tanya Mbok Sri.
"Tadi aku menyuruhnya kemari untuk membawa beberapa laporan perkebunan." jawab Daniel.
"Belum, belum ada siapa-siapa yang kemari, Mungkin dia masih mempersiapkan laporan-laporan itu." jawab Mbok Sri.
"Ya sudah kalau begitu Mbok persiapkan makanan untukku ya, aku mau makan aku lapar." ucap Daniel.
"Iya baik Mbok segera memasak sesuatu yang dulu kamu sukai." jawab Mbok Sri.
Langkah kaki dan yang menaiki anak tangga, tatapan matanya menatap Arina yang sedang duduk di kursi goyang.
* Bersambung *
Mohon dukungannya pada novelku yang lainnya 😊😊😊
- Mawar berduri
- Terlempar ke dunia sang kaisar
- karena cinta
__ADS_1