Karena Cinta

Karena Cinta
Part 187#PERKAMEN


__ADS_3

Perenungan yang menjadi awal persiapan nona muda membuat gadis itu menyiapkan strateginya tanpa meminta pendapat orang lain. Apapun yang akan dilakukan sudah mutlak sehingga mengurangi tingkat keraguan dan meminimalisir adanya kecurangan dari bawahan. Bukan tidak percaya tapi gadis itu selalu diajarkan untuk menjadi penguasa tanpa mengandalkan sandaran yang menopang sistem perusahaan.


Sementara di sisi lain, si pria tampan akhirnya bisa melihat isi dari gulungan yang merupakan perkamen usang. Dimana perkamen merupakan salah satu media untuk menulis yang dibuat dari kulit binatang dan biasanya memakai bahan dari kulit sapi, kambing, biri-biri, domba, dan keledai. Selain itu perkamen juga digunakan sebagai halaman dalam sebuah buku, kodeks atau naskah.


Perkamen yang sudah selesai yang merupakan khas Eropa Tengah (Utara) dan dibuat dari kulit kambing serta direntang pada sebuah bingkai kayu. Perkamen berbeda dengan kulit yang dipakai sebagai bahan. Meski perkamen dalam proses pembuatannya direndam di dalam air kapur, perkamen tidak disamak. Sehingga perkamen peka terhadap kelembaban udara dan tidak tahan air.


Kata perkamen sendiri diambil dari nama kota Yunani Pergamon atau Pergamos (Πέργαμος) yang sekarang terletak di Turki dan bernama Bergama. Perkamen tidaklah ditemukan untuk pertama kalinya di kota ini, tetapi kota ini pada era klasik, yaitu sekitar awal abad Masehi, menghasilkan perkamen berkualitas tinggi sehingga bahan ini disebut demikian. Sebelumnya perkamen telah digunakan di Mesir dan Timur Tengah.


Namun di zaman modern sudah semakin jarang orang menggunakan perkamen. Lalu di depannya ada sesuatu hal yang bisa dianggap langka dimana seseorang sengaja memakai perkamen untuk menuliskan teka-teki dengan bahasa asing. Tulisannya pun berasal dari bahan yang jarang orang pikirkan meski berkaitan dengan ilmu pengetahuan.

__ADS_1



"Kesayangan orang kenapa wajahmu ditekuk begitu, apa musuh sudah menyerang sampai tidak sedap kupandang." goda seorang wanita yang baru saja datang setelah menyelesaikan pekerjaan, lalu tanpa permisi duduk di depan si pria tampan meski masih tak mendapatkan jawaban.



Entah apa yang membuat prianya begitu sibuk bahkan fokus utama tidak teralihkan dari selembar kertas coklat usang di genggaman tangan kanan. Selain itu juga ada peti hitam yang terbuka lebar sehingga ia menyimpulkan jika barang dari lelang hanyalah sesuatu tak berguna. Jika demikian maka uang yang menjadi pertukaran harus ia pertimbangan untuk dikembalikan.


__ADS_1


Tiger sebenarnya sadar dan mendengar jelas rayuan dari teman lamanya itu, hanya saja masih mencoba mencari tahu arti di balik teka-teki yang tertulis di perkamen. Jika dirinya ingin mengetahui isi asli dari barang hasil lelang maka harus mengandalkan kecerdasan karena dihadapkan dengan hal bersangkutan ilmu pengetahuan dan akal sehat. Akan tetapi ia juga tidak bisa mengabaikan hal penting untuk melanjutkan misi dari tujuan awal.


"Li Mei, bisakah kamu terjemahkan teka-teki ini untukku? Sebelum itu, aku mau paket setahun lalu agar bisa membuat rencana selanjutnya." ujar Tiger dengan santainya seraya menyodorkan perkamen yang ada di genggaman tangan. Li Mei yang penasaran menerima pemberiannya tanpa banyak tanya.



Lirikan mata sekilas menatap ke arah si pria yang terlihat tidak mengharapkan mendapatkan rintangan untuk pekerjaan tambahan. Apalagi jika hanya karena barang lelang. Terlebih lagi misi utama yang menanti ditindaklanjuti pastilah sangat merepotkan bahkan bisa menjadi taruhan nyawa banyak orang. Lagi dan lagi menempatkannya di posisi sama.


__ADS_1


"Paketmu ada di sini tapi apa aku harus melakukan ini?" dimainkannya perkamen yang baginya tak memiliki arti apa-apa. Sayangnya anggukan kepala Tiger menyudahi pertanyaan dari sisinya, "Ok biar aku urus soal barang lelang milikmu. Kamu masuk saja ke kamar mandi trus dorong ubin dinding di belakang tempat peralatan mandi. Sisanya ikuti naluri, pergilah dan cepatlah kembali!"


__ADS_2