Karena Cinta

Karena Cinta
Part 42# Al di Dubai


__ADS_3

Dubai selalu membuat berbagai pihak terkesan dan menarik untuk dibahas karena memiliki banyak hal yang memukau. Akan tetapi perjalanan Al dari Bandara Internasional Dubai (DXB) menuju hotel pertemuan yaitu Lavender Hotel Al Nahda memerlukan waktu kurang lebih empat puluh menit karena berjarak sekitar 0,5 mil dari bandara Dubai dan sekitar 5 mil dari tempat-tempat budaya seperti Menara Jam Deira yang telah diperbaharui.


Hotel ini terletak di distrik Al Qusais. Lavender Hotel & Hotel Apartments Al Nahda terletak di dekat Bandar Udara Internasional Dubai. Stasiun bus Burj Al Nahda, Al Nahda 1 berjarak 5 menit dari properti dengan berjalan kaki. Lavender Hotel Al Nahda Dubai bintang 4 berjarak sekitar 3 km dari Al Majaz Waterfront Park dan 1 km dari Masjid Burhani/Bohri.


Hotel ini berjarak sekitar 3,6 km dari Taman Pantai Al Mamzar, dan menyediakan Jacuzzi dan sauna bagi para tamu. Lavender Hotel Al Nahda menawarkan kedekatan dengan tempat-tempat keluarga seperti Adventureland (1 mil) dan (4,4 mil).


Daerah ini juga mencakup situs alam seperti Taman Al Montazah, yang berjarak 5,4 km dari properti. Lavender Hotel Al Nahda Dubai hanya berjarak 10 menit berjalan kaki dari halte bus Zaafranah dan 18 km dari stasiun kereta Business Bay di Dubai.


Jika mencari informasi lengkap maka akan tersedia layanan kamar, akomodasi kendaraan, makan dan minum serta banyak hal lainnya. Al sendiri memilih hotel tersebut karena memang dekat dari bandara dan bisa pulang kapanpun dirinya mau. Padahal ia sendiri datang menggunakan heli pribadi.


Setiap waktu yang masih bisa direncanakan akan selalu menjadi awal keputusan berakhir menjadi tindakan. Sebab itulah Al selalu memiliki beberapa rencana sehingga keberadaannya tidak mudah terlacak. Apalagi ketika melakukan pekerjaan yang menyandang nama sebagai Bos Altra.


Perjalanan selama empat puluh lima menit terasa begitu cepat. Apalagi dengan mengendarai mobil yang berkecepatan dibatas normal atau bisa dikatakan seperti semilir angin yang berhembus meninggalkan waktu tanpa ada jejak. Akhirnya setelah berdiam diri selama beberapa waktu di dalam mobil Al bisa keluar menghirup udara luar.


Pandangan mata menyusuri area hotel yang cukup memukau hingga bersambut suara dari arah samping, "Tuan haruskah saya menghubungi tuan Bait Qorisu Quratu'ain lagi, agar mempercepat pertemuan?" Sang tangan kanan bertanya tanpa rasa sungkan dan berhasil mengalihkan perhatian Al.

__ADS_1


Sang tuan hanya mengibaskan tangan menolak saran darinya. Pria itu tidak ingin terlalu buru-buru setelah mengingat jadwal pertemuan yang sudah dimajukan. Saat ini setelah sampai di Dubai dirinya ingin menikmati waktu sesaat untuk melihat beberapa model bangunan yang bisa dikatakan sebagai referensi.


Bagi Zack penolakan Al menjadi jawaban mutlak, lalu ia kembali melajukan mobil untuk memarkirkan di tempat area khusus dan meninggalkan sang tuan sendirian. Dimana bos Altra masih berdiam diri menatap bangunan di depan mata yang menjulang tinggi.


"Jika proyek di Indonesia bisa seperti ini maka kemungkinan besar semua pengusaha akan mendatangkan banyak harta, tapi apa itu bagus? Bukankah setiap negara memiliki icon yang bisa menjadi acuan kebudayaan dan patut untuk menjadi kebanggaan.


"Sudahlah! Aku disini hanya untuk menyelesaikan masalah saja, jadi akan lebih baik fokus mencapai tujuan utama," Al melanjutkan perjalanan dengan langkah kaki berjalan menyusuri halaman depan hotel.


Pri itu bahkan tidak menunggu kedatangan Zack sang tangan kanan sebab semua sudah dipersiapkan sehingga ia hanya tinggal masuk dan meminta kunci dari pihak hotel. Pertemuan juga akan diadakan di hotel yang sama meski masih memiliki waktu sekitar lima belas menit. Mengingatkan tersebut ia bisa menggunakan waktu untuk membersihkan diri dan juga menikmati sarapan karena memang perut pun sudah merasa begitu kelaparan.


Kamar suite room yang biasanya digunakan oleh para suami istri yang tengah berbulan madu menjadi kamar tempatnya menginap seorang diri. Akak tetapi kali ini dia harus tinggal di Dubai selama kurang lebih tiga malam dua hari dan jika memungkinkan maka hanya menginap sehari semalam saja.


Suara gemericik air dari dalam kamar mandi mengantarkan pesan bahwa sang penghuni kamar tengah melakukan ritual mandi. Sehingga membuat sang tangan kanan yang baru masuk bergegas memesan makanan. Dirinya sudah hafal dimana Al terbiasa puasa ketika dalam perjalanan jalur udara.


Oleh karena itu kehadirannya sangat berguna sebagai pengingat termasuk penjaga. Setidaknya waktu singkat sebelum pertemuan akan dihabiskan untuk menikmati makan bersama. Perut lapar harus segera mendapatkan asupan, iya 'kan?

__ADS_1


Kesibukan Zack sebagai salah satu anak buah tidaklah sesibuk ramainya lalu lintas di kota Jakarta. Bagi seorang Zack menjadi bawahan bos Altra merupakan pekerjaan terbaik yang pernah ia temukan. Meski terkadang harus belajar memahami sang tuan yang seringkali diam tanpa kata tetapi memberikan perintah menggunakan bahasa isyarat.


Zack memang akan selalu berusaha memberikan kesan yang baik di hadapan Al, tapi bukan untuk cari perhatikan melainkan memang menyayangi sang tuan sebagai majikan dingin tanpa perasaan. Sementara di tempat lain Bryant baru saja berhasil membujuk Bunga keluar dari ruang ganti.


Setelah bersusah payah menenangkan gadisnya karena mengatakan tidak nyaman dengan pakaian yang ia berikan. Entah kenapa, tapi sepertinya gaun yang ia bawa bermasalah. Sehingga tanpa ingin menghadirkan masalah, pria itu memberikan jaket yang ia kenakan agar bisa digunakan sang adik.


"Akhirnya kamu keluar juga, De. Sebenarnya ada apa?" Bryant bernapas lega begitu melihat batang hidung Bunga yang muncul di hadapannya.


Hampir saja ia kewalahan menghadapi Bunga yang merajok seperti anak kecil karena kehilangan mainannya. Wajah ditekuk dengan bibir maju sepuluh senti benar-benar terlihat begitu menggemaskan, tetapi ia tak berani menertawakan. Bisa saja semakin marah karena dikira tidak peka.


"Ka Bry tidak cek gaunnya, ya?" Bunga menatap Bryant penuh selidik sebab kakaknya itu kurang teliti akan sesuatu yang sangat sensitif bagi seorang wanita.


Tidak ada niat hati untuk marah hanya saja setelah melihat pemberian sang kakak. Tiba-tiba hati merasa kesal sebab gaun dari kakaknya itu bukanlah pakaian normal untuk gadis seumuran dia. Memang terlihat tebal bahkan tidak diragukan kualitas bahan terbaik.


Namun gaun seharusnya digunakan pada malam hari di dalam kamar bersama pasangan halal. Bryant sepertinya tidak tahu bahwa gaun yang dibawa adalah salah satu pakaian tidur wanita dan bisa dipastikan akan mengundang syahwat para kaum adam.

__ADS_1


Bryant menggelengkan kepala sebab ia memang asal mengambil satu gaun paling atas yang ada di tumpukan almari loker tiga. Di loker itu merupakan pakaian baru yang sudah dicuci bahkan disetrika, hanya saja masih sangat terjamin alias belum pernah dipakai meski barang sekalipun. Sebab itulah ia berpikir tidak perlu mengecek karena bisa dipastikan aman untuk dikenakan oleh Bunga.


Seketika saja Bunga menepuk kening, "Lain kali kakak harus periksa! Masa kasih adik sendiri gaun malam. Emang kakak ini om-om, ya?"


__ADS_2