Karena Cinta

Karena Cinta
Part 35#DUA SISI ANTARA HAZEL-BRYANT


__ADS_3

Suara manja semakin bergema menikmati sensasi rasa luar biasa bersambut tangan nakal yang begitu aktif menjelajahi rimba tanpa kata. Kegilaan Hazel bersama sang kekasih gelap kian memanaskan raga keduanya. Wanita itu memberikan hak pada pria asing untuk memenuhi hasrat nan membara.


"Honey, please hurry up!" Hazel menekan kepala prianya hingga membenamkan wajah sang kekasih semakin menyusup menikmati lembah inti kenikmatan.


Gelenyar aneh bercampur hawa panas semakin menyiksa diri, hingga ia merasakan gejolak di dalam perut bak putaran gasing seakan ingin memuntahkan sesuatu, "More, honey! Arghhhh ...,"


Lega rasanya ketika kenikmatan mencapai puncak berakhir tumpahnya sisa kegilaan dalam penyambutan sentuhan manja sang kekasih. Tatapan mata puas ia tunjukkan, membuat pria yang masih sibuk di bawah sana melanjutkan aktifitas bercinta tanpa ada gangguan.


Prianya memang selalu memberikan treatment terbaik di setiap pertemuan. Setiap sentuhan bisa dipastikan akan membuat si penikmat kecanduan. Pergulatan masih dilanjutkan bahkan tanpa peduli tempat yang mereka tinggali. Kecupan frontal dengan kegilaan kian merajalela sampai tak menyadari ada yang memperhatikan dari kejauhan.


"Tuh anak satu emang sableng!" gerutunya kesal dengan pemandangan di depan mata yang sangat tidaklah baik untuk kesehatan.


Ingin menegur, tapi melihat Hazel yang menjerit kenikmatan dibawah kekuasaan sang pemuda bayaran sungguh hati merana. Ia benar-benar tidak habis pikir dengan pemikiran si model. Suami tampan dengan harta berkecukupan, tapi malah selalu jajan dengan alasan sibuk melakukan foto shoot sebagai brand ambassador.


Bukankah tuan muda keluarga Putra bisa memenuhi kebutuhan lahir dan batin istrinya? Setelah mencari tahu banyak informasi, sudah jelas tidak ada yang salah dari dalam diri Bryant Angkasa Putra. Hal itu semakin membuatnya benar-benar tak memahami alasan Hazel memilih selingkuh.


Apalagi sebagai pria meski berjiwa kemayu. Tetap saja hati ikut kesal melihat kelakuan Hazel. Padahal sudah jelas ia adalah salah satu orang terdekat si model karena sebagai penata rias dan fashion. Noel merasa di dunia ini sangat sulit mendapatkan pasangan normal. Apalagi mengingat orang-orang disekitarnya memiliki dua sisi kehidupan berbeda-beda.


Sudut pandangnya memang bisa dibenarkan, tapi tidak untuk Hazel sendiri. Bagi Hazel Vincent, Bryant hanyalah ATM berjalan dengan status pasti yang tidak mungkin perhitungan atas seberapa pengeluaran dari segi finansial. Jika membahas tentang ranjang, hanya ada satu jawaban.

__ADS_1


Jika wanita itu puas dan menerima sentuhan sang suami sepenuh hati, tentu tidak ada terjadi perselingkuhan. Iya 'kan? Selain itu, Hazel merupakan salah satu manusia yang bisa dikatakan sangat mengharapkan kepuasan di luar batas ketika melakukan olahraga ranjang. Sehingga peluang mencari kehangatan dekapan pria lain terbilang delapan puluh tujuh persen yang menghadirkan orang ketiga dalam pernikahannya.


Tak ingin semakin mengotori isi pikiran ia memilih kembali menaiki anak tangga meninggalkan pasangan yang sibuk menikmati, merangkul kemesraan di luar sana. Hati ikut bergemuruh karena sebagai pria membayangkan bagaimana nasib Bryant nantinya. Satu kebenaran dari sang atasan memanglah bisa menggemparkan rumah tangga yang tampak begitu bahagia.


Kepergian Noel membuat sepasang kekasih gelap melanjutkan kemesraan yang kian menghangatkan suasana liburan semakin indah untuk kedua insan itu. Sementara di sisi lain Bryant yang baru saja bisa memejamkan mata malah terbangun lagi karena perasaan tak enak di dalam hatinya .


Entah kenapa ia semakin gelisah memikirkan sang istri yang sejak pamit pergi bekerja masih belum memberikan kabar walaupun hanya melalui satu pesan saja. Meski sudah tahu bahwa Hazel terbiasa sibuk, ia hanya tidak ingin wanita itu sampai lupa waktu. Kenyataannya memiliki istri seorang model tak semudah memiliki wanita yang hanya tinggal di rumah melakukan pekerjaan rumah tangga.



Semua sudah terjadi dan dirinya mendapatkan jodoh yang bukan wanita biasa, melainkan seorang petarung sebagai pejuang kehidupan di dunia karir yang tentu saja memiliki waktu tersita lebih banyak. Akan tetapi ia merasa semakin hubungan berjalan lama justru tidak ada waktu sekedar untuk berdua.


Apa yang menjadi pemikirannya itu berulang kali mengusik ketenangan karena situasi hubungan pernikahan semakin jauh dari kata harmonis. Apalagi setiap kali terjadi perdebatan hanya karena satu alasan yaitu keturunan. Sungguh dirinya tidak berniat untuk selalu mengutamakan Hazel dibandingkan permintaan kedua orang tua.


Tapi di sisi lain dirinya juga merasa bersalah kepada papa dan mamanya karena memang tidak bisa memberikan keinginan kecil yang bisa saja mendekatkan keluarga bersama sang istri. Setidaknya dengan kehadiran cucu, maka orang tua bisa melupakan dan memaafkan kesalahpahaman menantu yang menjadi pemisah keluarga, lalu kembali hidup bersama-sama.


Niat hati dan harapan tak sejalan sehingga semua usaha kandas di tengah jalan. Sudah berulang kali ia berusaha untuk mencari jalan tengah bahkan terkadang membujuk kedua orang tuanya agar mau memberikan kesempatan pada Hazel sekali lagi, di kesempatan lain, ia berusaha meminta Hazel untuk memahami situasi hubungan mereka dan mau memulai program kehamilan.


__ADS_1


Namun seperti biasa, sang istri akan selalu menjabarkan isi perjanjian kontrak kerjasama dengan beberapa klien yang tidak bisa dibatalkan. Meski ada klausul yang menyatakan diperbolehkan memutuskan kerja sama. Tetap saja pemutusan hubungan kerja harus membayar denda yang bisa dikatakan cukup fantastis.



Denda inilah yang menjadi alasan Hazel dengan mengatakan ia tak ingin membebani suaminya karena tanggung jawab pekerjaannya. Meski tahu bahwa uang denda tidak akan mempengaruhi kekayaan seorang tuan muda, ia tak mau para klien mempermasalahkan pekerjaan yang memang harus profesional.


Alibi Hazel mengenai kewajiban seorang pekerja memang sangatlah tepat. Di bidang apapun dalam menjalani karir, maka semua orang pasti tahu untuk melaksanakan kewajiban agar mendapatkan hak sebagai seorang pekerja. Tidak peduli baik itu seorang model, pengusaha ataupun hanya seorang pelayan toko saja.


Semua pekerjaan dari sekecil apapun akan tetap memiliki kewajiban dan tanggung jawab masing-masing, "Apa aku harus menghubunginya, ya?" Bryant bertanya pada dirinya sendiri seraya memainkan ponsel yang ia genggam karena merasa khawatir dan cemas.


Wajar bukan sebagai suami mengkhawatirkan istri yang tinggal jauh dan dengan melakukan pekerjaan yang ia pikir cukup berat. Walaupun bisa dikatakan menyenangkan, meski rutinitas dari Hazel sebagai modal cukup bisa dirinya hapal sampai diluar kepala.


Kesibukan yang tidak mengenal waktu, apalagi musim membuatnya sebagai seorang suami tidak pernah mengekang kemanapun langkah kaki Hazel pergi meninggalkan dirinya seorang diri . Kesepian, tetapi ia masih memiliki keyakinan suatu hari nanti wanitanya akan memberikan seluruh waktu untuk menjalani kehidupan rumah tangga yang lebih baik lagi.


Sampai waktu itu tiba, maka dirinya yang akan bersabar mencoba untuk mengenali situasi dan beradaptasi dengan keadaan. Walau dibalik tindakannya banyak hati yang tersakiti. Terutama keluarga karena menganggap ia lebih mencintai wanita asing yang berhasil membawanya pergi dari kediaman Putra.


Miris dan rasanya benar-benar tak sebanding dengan hasil yang didapatkan karena selalu sendiri tanpa perhatian. Akan tetapi keteguhan hati masih sama, ia hanya melaksanakan kewajiban sebagai suami. Dimana berkat sang papa yang mengajarkan untuk mencintai wanita tanpa pamrih ketika itu pasangan halal.


__ADS_1


Dia hanya belajar dari cara papa Angkasa mencintai mama Bella selama ini. Apapun yang menjadi keputusannya tentu sudah ia pikirkan secara matang-matang, tapi setelah beberapa waktu kesadarannya mulai datang hingga memikirkan banyak hal yang semakin memberontak di dalam hati .


"Apakah pernikahan ini dianggap sehat?" Bryant mengusap wajahnya kasar, lalu beranjak dari tempat duduknya.


__ADS_2