
Apa arti belas kasih ketika pada kenyataan di depan mata menuntut kepastian rasa dan bukti sehingga yang tersisa hanyalah keberanian saja. Meski tak memungkiri akhir cerita bisa mengakhiri hubungan saudara, pria itu akan menerima resikonya. Sementara di sisi lain sang adik tercinta diliputi rasa kecewa.
Gelapnya malam bahkan tak sepekat rasa sakit yang membelenggu hati si pemuda. Langkah kaki berjalan tanpa arah, ia hanya ingin menjauh dari tempat kakaknya berada, "Kenapa ka Darren menyerah begitu saja, apa akun terlihat membutuhkan kekuasaan di mata dia?"
"Jika cuma karena harta seharusnya ka Darren paham apa saja yang bisa membuatku bahagia tapi semua ini benar-benar di luar ekspektasi. Kenapa hati begitu terluka hanya karena hal sepele?" Denis bermonolog pada diri sendiri seraya menatap angkasa, tatapan mata sendu yang tidak pernah diharapkan olehnya.
Kesedihan hati sudah jelas nyata dia rasa tetapi tidak memiliki kata-kata untuk menggambarkan perasaannya. Entah ia yang lemah tak berdaya atau memang sudah melupakan komentar dari benak pikirannya. Apapun itu, ia masih mencoba memperbaiki suasana dengan harapan akan baik-baik saja.
Meninggalkan kesendirian si pemuda, di tempat nan jauh justru di penuhi suasana hangat yang saling menyayangi dimana beberapa insan tengah menghabiskan waktu bersama. Sinar mentari menyapa semakin menyemarakkan kebersamaan seluruh anggota keluarga ditemani obrolan santai padahal waktu baru menunjukkan pukul enam pagi lebih sepuluh menit.
__ADS_1
Perbedaan waktu antara London dan ibu kota Jakarta membuat kedua tempat memiliki perbedaan waktu yang signifikan dimana di London pukul sebelas malam lebih sepuluh menit, sedangkan di Jakarta pukul enam lebih sepuluh menit pagi. Meski memiliki perbedaan waktu tetap saja dunia masih dihuni orang-orang yang sama.
"Kakak senang akhirnya kita bisa kumpul bareng seperti biasa cuma dari kemarin kalian sibuk ngapain, hmm?" lirikan mata menelusuri wajah setiap anggota yang hadir untuk menikmati kebersamaan keluarga.
Tangan mungil menunjukkan keberaniannya dengan mengangkat tangan tanpa diminta, "Kata mama, papa dan lainnya sibuk mengurus bisnis jadi anak-anak cuma boleh di rumah belajar. Alma saja tidak jadi main di taman, Abi juga seharian ngambek."
"Ka Alma, Abi ndak ngambek, ih," sanggah Abi seraya menyedekapkan kedua tangan bahkan memainkan kedua pipinya yang tiba-tiba menggelembung membuatnya terlihat begitu menggemaskan.
"Bunga, anak-anak pasti belajar dengan sendirinya. Apa kamu mengkhawatirkan sesuatu, kenapa tiba-tiba mengkhawatirkan hal yang belum terjadi?" mama Bella merasa putri sekaligus keponakannya itu dilanda kegelisahan, entah kenapa ia melihat rasa takut dari sorot mata istri adik iparnya.
__ADS_1
Pernyataan yang dibalas pertanyaan mengalihkan perhatian semua orang kecuali anak-anak. Jiwa pemilik raga mungil masih terlalu polos memahami situasi apalagi emosi para orang tua apalagi hadirnya seulas senyum di bibir sudah cukup menghapus ketidaknyamanan dari dalam hati. Akan tetapi di dunia yang begitu luas tidak semua anak memiliki kenyamanan dari sebuah keluarga.
Ara meletakkan pisau kembali ke atas meja, lalu melambaikan tangan kanan yang membuat Alma datang menghampirinya, kemudian ia serahkan piring yang berisi potongan buah pada putrinya, "Cemilan buah pertama untuk Alma dan Abi, ajak adikmu ke ruang TV, ya!"
"Makasih, Mama Ara. Abi, ayo!" Alma penuh semangat menggandeng tangan adiknya, gadis manis itu begitu penurut dan dipenuhi kasih sayang seperti harapan para orang tua. Apalagi Abi juga memiliki sifat manja yang bisa mengimbangi perhatian seorang saudara.
Langkah kaki mungil berlarian kecil menjauhkan diri dari kebersamaan keluarga setelah mendapatkan bagian cemilan pagi sebelum menikmati sarapan bersama. Sehingga kini para orang tua memiliki kesempatan berbagi cerita selama waktu yang ada. Tak satupun melewatkan sesi tanya jawab sebatas penggabungan kesimpulan dari setiap curahan hati.
Namun setiap keluhan pada akhirnya menjadi masalah keluarga yang membuat suasana kian menegang meski juru bicara sudah berhati-hati mengutarakan kebenaran atas ketidakberdayaan milik salah satu anggota keluarga. Seburuk apapun situasi yang sedang dihadapi tak bisa melepaskan hubungan hati di antara seluruh anggota keluarga.
__ADS_1
"Apa tidak ada cara lain selain memberikan restu?" hati tak bisa menerima fakta dari kebenaran yang baru saja di dengarnya. Ia tak mengerti, kenapa pemikiran manusia selalu tak terduga.