Karena Cinta

Karena Cinta
MULAI DEKAT


__ADS_3

Entah mengapa Arina nampak begitu senang dengan semua kemanjaannya kepada Daniel. sedangkan Daniel sendiri memberikan perhatian yang sangat lebih.


TIGA HARI KEMUDIAN


"Masss..., aku mau makan." manja Arina.


"Iya, bentar." jawab Daniel dengan begitu sabar.


Entah kena jin apa, sekarang Arina begitu manja kepada Daniel. bahkan wanita itu memanggil Daniel dengan panggilan Mas. padahal dia selalu memanggil Daniel dengan tuan, hei, kau dll.


"Mas, aku mau es campur dong " manja Arina kembali.


Mungkin saja Arina ingin menunjukkan kepada siapa saja kalau statusnya adalah istri dari pria angkuh itu, seorang pria yang sekarang nampak sudah sedikit berubah.


Lisa yang melihat kemanjaan Arina kepada Daniel nampak Wanita itu benar-benar sangat geram. ingin sekali wanita itu menjambak rambut Arina karena membuat Daniel seperti pembantunya.


"Mas ajak aku jalan-jalan keliling kampung dong." pinta Arina.


"Jangan dulu, kamu itu kan sedang sakit nanti malah bertambah menjalar sakitnya." jawab Daniel.


"Mas.., Kenapa sih wanita itu terus mengikutimu sampai ke kamar ini? apakah dia tidak punya malu? ini itu kamar kita kenapa sih dia harus kemari?" tanya Arina kepada Daniel.


Lisa yang mendengar hal itu dia sangat marah. "Memangnya kenapa aku tidak boleh dekat-dekat sama Mas Daniel? Memangnya kamu apanya, kamu kan cuma pembantunya!" ucap Lisa.


Arina langsung melotot, wanita itu ingin sekali menampar Lisa yang begitu lancang mendekati suaminya. sedangkan Daniel nampak pria itu hanya diam karena dia akan menunggu apakah sang istri akan memberitahu kalau mereka berdua adalah sepasang suami istri atau sebatas majikan dan pembantu.


"Kalau kamu masih berada di sini akan ku lempar barang-barang yang ada di kamarku." ancam Daniel.


"Kenapa kamu harus marah, mas. aku kan cuma ingin melihat pembantumu ini aja." ucap Lisa.

__ADS_1


"Jaga kata-katamu, Lisa. wanita yang kamu katakan sebagai pembantuku itu adalah istriku, jaga mulutmu." ucap Daniel.


"Sudah-sudah nggak usah marah, Lisa. lebih baik kamu pergi, Kalau tidak suamiku akan semakin marah." Arina benar-benar meledek Lisa karena Daniel sudah mengakuinya sebagai seorang istri.


"Ngapain juga sih Mas belain wanita seperti dia, lebih baik Mas keluar aja. nggak perlu mau menolong wanita itu. biarkan saja dia cacat atau mati, toh wanita ini cuma pembantumu, pekerja dari tuan Ma'ruf." ucap Lisa.


Daniel yang mendengar kata-kata yang begitu menyakitkan tentu saja pria itu menatap wajah Lisa dengan raut muka yang sangat menakutkan.


BRAKK!!


"Apakah kau tidak punya sopan santun, Lisa! Apakah orang tuamu tidak pernah memberikan pelajaran tata krama!" seru Daniel.


Arina benar-benar sangat terkejut ketika Daniel terus membelanya, padahal dulu Daniel begitu membenci dirinya. namun sikap jantan yang ditunjukkan Daniel benar-benar membuat Arina merasakan perasaan yang begitu berbeda. Walaupun Arina jatuh cinta kepada Daniel itu tidak ada salahnya dan tidak berdosa. tatapan mata Arina terus menatap Daniel.


Sudah tiga hari lamanya pria itu selalu merawatnya, Arina bagaikan sudah terjatuh tertimpa tangga tapi mendapatkan anugerah. setelah kejadian di pasar malam itu ternyata Arina malah mengalami kecelakaan sedikit hingga membuat kakinya terluka.


Terkadang rasa bersalah menyelimuti hati Daniel, semua perlakuannya kepada Arina dulu mungkin masih berbekas di ingatan wanita itu. Daniel tidak berani mengatakan terus terang bagaimana perasaannya, dia takut saat dia mengutarakan perasaannya Arina akan menolaknya.


"Apa kamu mau aku ajak ke rumah makan yang waktu itu?" tanya Daniel.


"Mau Mas, jika tidak merepotkan kamu." jawab Arina.


Daniel sangat senang ketika Arina selalu memanggilnya dengan sebutan Mas, pria itu seperti seorang pria sempurna ketika istrinya memanggil dengan kata-kata yang berbeda. bahkan dengan suara yang lembut tidak seperti dulu, apalagi Daniel juga sekarang selalu berbicara dengan menggunakan nada suara yang sangat lembut.


"Kau mau naik mobil atau aku gendong?" tanya Daniel sambil tersenyum.


"Naik mobil aja mas, nanti kalo Mas gendong aku apalagi tempatnya jauh.., Nanti malah Mas keberatan lagi." jawab Arina.


Sebenarnya Daniel tidak masalah jika harus menggendong istrinya ke tempat itu, walaupun jauh namun masih terlihat keengganan dari Arina untuk mengungkapkan perasaannya.

__ADS_1


Daniel akan menunggu walaupun waktunya lama, pria itu akan bersabar mendengarkan perkataan Cinta dari sang istri, walaupun dia sendiri juga belum pernah menyatakan perasaannya kepada istrinya.


"Kamu mau makan apa? nanti kalau kesana?" tanya Daniel.


"Mau makan apa saja Mas." jawab Arina.


Siang itu Daniel membawa Arina kesebuah warung yang dulu dia datangi bersama isterinya. sang pemilik warung nampak menatap gadis cantik yang sekarang kakinya terluka.


"Bagaimana kondisimu, nona cantik?" tanya ibu pemilik warung kepada Arina.


"Sudah baikan Bu, lebih baik dari yang kemarin." jawab Arina.


"Dia sudah lebih baikan." ucap Daniel. pertama kali itu Daniel berbicara dengan benar kepada Ibu pemilik warung, biasanya dia hanya diam membisu sembari menatap wajah sang pemilik warung.


"Katanya kalian ini suami istri ya?" tanya ibu pemilik warung.


Daniel tersenyum, pria itu menatap Ibu pemilik warung. "Terima kasih bu karena menanyakan kondisi istriku." jawab Daniel yang kemudian meminta ibu pemilik warung untuk membuatkannya makanan dan es campur. "Bu buatkan aku es campur sama nasi campur ya." pinta Daniel. "Lalu kamu mau apa?" tanya Arina.


Ibu pemilik warung nampak menatap Daniel yang wajahnya begitu bahagia saat ditanyain oleh gadis cantik itu.


* Bersambung *


Mohon dukungannya pada novelku yang lainnya 😊😊😊


- Mawar berduri


- Terlempar ke dunia sang kaisar


- karena cinta

__ADS_1


__ADS_2