Karena Cinta

Karena Cinta
MENCOBA MENGINGKARI


__ADS_3

"Mengapa kau harus bertanya padaku apa maksudku? lalu apakah aku boleh bertanya sesuatu padamu?" tanya Jihan.


"Apa kesalahanku hingga membuatmu begitu marah padaku?!" seru Daniel.


"Apa kesalahanmu? mengapa Aku marah padamu? lalu dimana otakmu, kau lebih membela wanita lain daripada membelaku. kau lebih perhatian kepada wanita lain daripada diriku, kau merawat wanita lain bukan merawatku yang sedang terluka. Lalu apakah itu bukan satu-satunya alasan ku marah padamu. seorang suami yang menelantarkan istrinya, seorang suami yang lebih menolong wanita lain daripada istrinya!" seru Arina.


"Aku tidak bermaksud seperti itu." jawab Daniel.


"Sudahlah, lebih baik kita urus perceraian ini di kota. carilah kehidupanmu dan akan kucari kehidupanku sendiri, kita memang berbeda jalan Aku tahu aku bukanlah wanita sempurna yang pantas menjadi istrimu. kau berhak mendapatkan wanita yang lebih baik yang lebih mencintaimu, bisa memberikanmu kebahagiaan dan selalu memberikanmu senyum." jawab Arina.


"Aku tidak ingin semuanya itu!" teriak Daniel.


"Kau tidak usah berteriak padaku!" seru Arina kembali.


"Aku tidak akan pernah mau menceraikanmu sampai aku mati!" seru Daniel yang kemudian menarik tubuh Arina dan memeluknya.


"Kau tidak usah memelukku seperti ini, lepaskan aku!" seru Arina yang berusaha memberontak dan mendorong tubuh Daniel.


"Maafkan Aku, Maafkan aku." ucap Daniel yang tetap memeluk tubuh istrinya.


"Bagaimana jika aku tidak bisa memaafkanmu karena kau telah menghianati ku di depan mataku?" tanya Arina.

__ADS_1


Memang Daniel tidak bermaksud untuk melukai Arina, namun betapa bodohhnya Daniel karena dia lebih memilih untuk menolong wanita lain daripada menolong istrinya yang masih terluka.


"Maaf, maafkan aku, hukumlah aku dengan apapun. namun kau tidak boleh menceraikan ku, Kau boleh melakukan apapun namun kau tidak boleh meninggalkan aku." jawab Daniel dengan suara yang bergetar pula. terlihat sekali kalau pria itu menangis karena sesuatu.


"Kenapa aku tidak boleh meninggalkanmu? Kenapa aku tidak boleh menceraikanmu dan kenapa aku tidak boleh memberikanmu kepada wanita lain?" tanya Arina yang membuat Daniel semakin memeluk erat tubuh istrinya yang terduduk di ranjang.


"Apakah salah jika aku mencintaimu? Apakah dosa jika aku menginginkan cintamu? Apakah aku tidak berhak untuk mencari kebahagiaan bersamamu?" ucap Daniel yang membuat Jihan langsung Diam membeku.


"Apa maksudmu?" tanya Arina.


"Maafkan aku jika telah mencintaimu, Maafkan aku jika telah lancang menginginkan dirimu." jawab Daniel dengan suara yang benar-benar bergetar karena menangis.


Ketakutannya sungguh luar biasa tiba-tiba di rasakan oleh Daniel jika Arina membenci dirinya. Danil tidak tahu semenjak kapan dia merasakan cinta kepada istrinya itu namun Daniel yakin perasaan yang dia rasakan itu adalah perasaan yang sesungguhnya.


"Maafkan aku, Maafkan aku yang telah mencintaimu. Maafkan aku yang telah meminta cinta ini padamu." jawab Daniel.


DEG...


jantung Arina terasa ingin keluar ketika mendengar pernyataan Cinta dari suaminya. dia tidak akan pernah mengira kalau perasaan Daniel sama seperti perasaannya yang sekarang benar-benar meluap karena emosi cemburu.


"Aku yakin kau sedang bercanda denganku kan?" tanya Arina.

__ADS_1


"Tidak, aku benar-benar mencintaimu." jawab Daniel.


"Jangan pernah bermain-main dengan perasaanku, aku tahu kau adalah pria menyebalkan. pria menjengkelkan dan pria yang tidak akan pernah mengatakan cinta secara tiba-tiba." ucap Arina.


"Aku tidak tahu semenjak kapan aku mencintaimu, Aku tidak tahu semenjak kapan aku memiliki rasa ini. tapi yang jelas aku tidak akan pernah menceraikanmu." jawab Daniel.


pria arogan keras kasar dan sangat menjengkelkan itu sekarang terlihat begitu kebingungan, cinta itu terasa benar-benar membuatnya tidak tahu apa yang harus dia lakukan. cinta itu benar-benar membuat Daniel seperti pria yang takut kehilangan semua miliknya.


"Kenapa aku harus percaya dengan kata-katamu?" tanya Arina.


"Kamu harus percaya dengan kata-kataku, karena aku benar-benar mencintaimu." jawab Arina.


Setelah mengatakan hal itu akhirnya Arina hanya bisa terdiam, mungkin dia juga merasakan perasaan yang sama seperti suaminya. cinta itu memang besar, cinta itu memang ada. namun kedua orang itu berusaha menyangkal perasaan yang sudah tumbuh begitu luar biasa.


* Bersambung *


Mohon dukungannya pada novelku yang lainnya 😊😊😊


- Mawar berduri


- Terlempar ke dunia sang kaisar

__ADS_1


- karena cinta


__ADS_2