
.
.
.
.
.
"Dasar cowok gila." Gumam Cinta sambil merebahkan tubuhnya ke atas ranjang. Karena merasa letih dia pun memejamkan matanya sambil sesekali membuang napas.
"Reza !" Seketika Cinta bangkit duduk sambil mengucap nama sahabatnya itu. "Kenapa aku nggak coba terima cinta Reza aja, dengan begini aku nggak akan dijodohin."
Cinta pun meraih benda pipih dan mengetik sebuah pesan.
^^^*Nanti malam ketemuan, yuk.^^^
Tumben ?
Ada apa, nih ?
^^^...Ada yang mau aku omongin. Penting....^^^
Oke. Jam 8 otw.
^^^Sip !! Aku tunggu di tempat biasa.^^^
Cinta pun bergegas memilih baju terbaiknya dan bersiap. "Hmm, masih ada waktu 3 jam lagi, mending aku mandi dulu." Gumamnya.
Jam 8.15 malam di star cafe.
Cinta melihat sekeliling cafe yang mulai ramai. Sesekali dia juga melihat jam tangan dan ponselnya.
__ADS_1
"Kemana aja sih, Reza. nggak biasanya dia telat begini." Gumamnya.
Sudah beberapa kali pintu cafe terbuka dan dilalui beberapa orang, namun Reza belum menampakkan batang hidungnya. Cinta pun akhirnya memutuskan untuk menunggu di luar cafe karena tidak enak dengan pelayan di sana.
Hampir 30 menit berlalu, Cinta masih setia menunggu Reza di depan cafe. "WA nggak dibales, telfon nggak diangkat. Apa Reza marah sama aku ?" Lirihnya sedikit kesal. Cinta pun memutuskan untuk duduk di teras cafe dan memesan minuman.
"Ini pesanannya, mbak." seorang waiters menyajikan minuman berwarna pink di meja Cinta.
"Makasih ya, mbak." Jawab Cinta sambil tersenyum manis. "Oia, mbak, cafe tutup jam berapa ya ?"
"Oh, hari ini kayaknya mau tutup cepat mbak. Biasanya sih, sampai jam sepuluh malam. Tapi, sepertinya kami akan tutup jam sembilan."
"Oh, setengah jam lagi dong yah." Cinta pun tersenyum getir dan buru-buru menghabiskan minumannya. "Keterlaluan, Reza. Kalau nggak bisa dateng seenggaknya kasih kabar dong. ini malah ilang tanpa kabar." Gerutu Cinta.
.
.
.
Semua orang beranjak dari duduknya menuju kantin. Tidak terkecuali Cinta dan Karin. Mereka duduk sambil memakan bakso mercon beserta jus jeruk favoritnya.
"Gila, jadi Reza nggak datang semalam ?" Tanya Karin dan dijawab anggukan oleh Cinta.
"Kayaknya Reza balas dendam deh sama aku. Dulu aku juga kan sering banget nggak bisa datang pas dia butuhkan."
"Tapi setau aku, Reza bukan tipe cowok kayak gitu. Bukankah dia udah nembak kamu tempo hari ? Harusnya dia seneng dong, kamu ajak dia ketemuan."
"Apa dia mulai move on sama aku ?"
"Bisa jadi, bisa jadi..."
Tak lama, terdengar suara keributan di tengah lapangan. Karena letaknya tidak jauh dari kantin, semua orang mulai mengerubungi sumber keributan itu.
__ADS_1
"Ada apaan, sih ?"
"Nggak tau. Kayaknya ada yang berantem." Ucap Cinta. Mereka pun ikut penasaran siapa orang yang telah berbuat onar itu.
Cinta pun mulai menerobos kerumunan bersama Karin. Cinta dibuat syok saat melihat dua orang tengah bergulat di tengah lapangan.
"Itu Reza sama Leon, kan ?" Ucap Karin sambil menunjukkan jarinya. "Mereka kok bisa berantem begitu ?" Sambungnya.
"Aku juga nggak tau." Cinta pun berinisiatif melerai keduanya sebelum guru piket datang.
"REZA LEON, BERHENTI !!! STOP !!!" Mendengar teriakan Cinta, mereka pun berhenti namun kedua tangan mereka masih saling mencekal kerah baju dan siap menonjok.
"STOP !!! AKU BILANG STOP !!! Kalian kayak anak kecil tau nggak !!"
"Dia yang mulai duluan !!" Jawab Reza.
"Enak aja, bukan gue !!" Ucap Leon.
"Udah, berhenti !! Reza ikut aku sekarang. Aku mau ngomong sesuatu sama kamu." Cinta pun melenggang pergi meninggalkan lapangan diikuti Karin.
Sementara Reza dan Leon hanya saling adu pandang dengan tajam.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1