
"Makasih, Bibi boleh kembali bekerja!" titahnya membuat si pelayan pergi meninggalkan ia seorang diri.
Apa kalian tau apa itu surat undangan dan ada berapa jenisnya? Surat adalah bentuk atau alat komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan informasi secara tertulis. Surat sebenarnya tak hanya ada satu jenis. Namun ada beberapa jenis yang salah satunya adalah surat undangan.
Mengutip buku dengan judul Model Surat Profesional untuk Perusahaan karya Dominguez (2018), surat undangan adalah surat yang kita kirimkan untuk mengundang seseorang atau perusahaan supaya hadir, entah untuk keperluan formal atau informal.
Jenis pertama adalah surat undangan pribadi. Surat undangan pribadi adalah jenis surat yang dibuat oleh seseorang atau kelompok untuk mengajak pihak lain menghadiri acara pribadi. Biasanya surat undangan pribadi dibuat untuk acara ulang tahun, pernikahan, dan juga syukuran.
Lalu ada undangan setengah resmi. Dimana surat ini dikategorikan bukan sebagai surat resmi dan tidak resmi. Karena posisinya di tengah, maka dinamakan setengah resmi. Surat undangan setengah resmi biasanya dibuat untuk mengundang seseorang ke acara yang sederhana dan cukup formal. Contohnya adalah undangan rapat RT ataupun RW.
Jenis yang terakhir adalah surat undangan resmi. Surat ini dibuat oleh organisasi atau instansi resmi untuk mengundang kelompok tertentu. Ciri khas surat ini adalah adanya stempel atau tanda tangan resmi dari pihak yang mengeluarkan surat. Termasuk undangan yang sedang dibuka oleh Bryant.
Dimana pria itu membuka undangan yang ditujukan untuk sang istri, "Halo, apa kabar teman-teman?! Sudah saatnya kita akhiri rasa rindu dan kangen yang bersemayam di dalam hati, setelah sekian lama kita berpisah dan sibuk dengan kehidupan masing-masing."
"Di hari baik dan bahagia yang akan kita jelang bersama nanti, saya selaku perwakilan panitia reuni ingin mengajak teman-teman semua untuk berkenan datang dan menghadiri acara reuni. Di acara reuni tersebut kita dapat kembali berjumpa dan saling berjabat tangan dengan hati yang gembira, ceria dan tanpa dendam.
"Untuk itu teman-teman bisa hadir di acara reuni yang akan diselenggarakan di hotel Ayana Mid Plaza mulai pukul tiga sore sampai puncak pergantian jam. Dimohon kehadirannya dan juga konfirmasi pada tim panitia jika berhalangan hadir," Bryant menutup surat undangan yang mendadak membuat kepalanya berputar.
Acara reuni dikatakan di salah satu rekomendasi hotel bintang 5 di Jakarta Pusat yaitu Ayana Mid Plaza. Jika menginap di hotel tersebut akan merasakan atmosfer bangunan dan kamar yang sangat berkelas. Kamar seluas 37 meter ini juga dilengkapi dengan berbagai perabotan bernuansa kayu klasik di dalamnya yang akan menambah kesan mewah pada kamar tersebut.
Ayana Mid Plaza berlokasi di Jl. Jendral Sudirman Kav 10-11, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Untuk dapat menginap saja perlu menyiapkan uang sebesar Rp2,3 juta hingga Rp 4,7 juta per malamnya. Kali ini ia bukan berniat perhitungan hanya saja selalu ada saja undangan reuni setiap bulan atas nama Hazel.
__ADS_1
Uang dalam hitungan juta bukanlah uang sedikit. Apalagi di luar sana banyak orang yang lebih membutuhkan. Jika biaya menginap saja sudah segitu, belum lagi ditambah pengeluaran yang lain dan pasti semakin menambah dana. Apa sebagai suami ia terlalu memanjakan istri?
Diletakkannya undangan di sisi kiri tempat ia duduk Seraya memikirkan apa yang harus dirinya lakukan. Jika terus mengikuti gaya hidup sang istri dan memberikan wanita itu semua keinginan tanpa perlu memikirkan dua kali. Jujur ia takut bila suatu hari nanti ketika dirinya susah tidak bisa memberikan apapun lagi. Lalu bagaimana memenuhi kebutuhan Hazel?
Ada kecemasan yang menyeruak membuat hati semakin tak tenang. Tepatnya pria itu sedang memikirkan tentang masa depan, sedangkan istrinya masih sibuk menikmati kebersamaan dengan sang kekasih bayaran. Kedua pasutri itu bagaikan bumi dan langit. Di mana saling bertolak belakang meskipun bisa saling memiliki.
Dua hati yang saling berusaha untuk memenuhi harapan masing-masing tetapi tidak memiliki jalan yang sama untuk mencapai bahtera rumah tangga yaitu sakinah, mawadah dan warohmah. Meninggalkan kegelisahan milik Bryant sebab pria itu tak akan pernah mengerti jika cinta bukan hanya tentang penerimaan melainkan juga pengertian untuk memiliki pemahaman.
Sejak awal seharusnya ia mencari tahu kebenaran tentang Hazel dan bukan malah mengabaikan semua keraguan hati dan terus mengikuti akal untuk mengedepankan tanggung jawab sebagai seorang lelaki. Memang benar tanggung jawab perlu diutamakan, tapi bukan berarti buta oleh kenyataan.
Apapun itu semua sudah terjadi dan kini yang tersisa hanyalah sebuah kepastian tanpa ada jawaban. Satu sisi ada dia yang terus berusaha mempertahankan rumah tangga dan di sisi lain istrinya hanya menginginkan semua kekayaan yang ia miliki. Kehidupan memang seperti itu, saling melengkapi tetapi terkadang lebih sering disebut manipulasi.
Waktu berlalu begitu cepat hingga tak terasa siang hari berganti malam ditemani arak awan dengan angkasa tak berbintang. Suasana malam nan temaram membuat seorang gadis fokus dengan kesibukan dimana sedang mengemas beberapa pakaian ke dalam koper berukuran sedang. Bibir manyun dan terus bergumam.
"Nak, untuk apa kamu ingin pindah ke asrama?" tanya seorang wanita yang baru saja memasuki kamar putrinya dengan langkah kaki terus maju ke depan menghampiri ranjang, kemudian duduk di tepi ranjang tanpa mencegah kegiatan sang putri.
Bukannya menjawab, gadis yang masih sibuk melakukan aktivitas itu hanya melirik sekilas ke arah sang mama dan kembali melanjutkan kegiatannya, "Jika kedatangan mama hanya untuk memberikan ceramah, lebih baik keluar saja atau Mama mau seperti papa yang selalu pergi tapi lupa dengan keberadaanku?"
Kesal bercampur amarah menguasai hati. Sejak beberapa jam sejak kepulangannya, ia hanya di rumah sendiri karena kedua orang tuanya memang memiliki urusan bisnis yang tidak bisa ditinggalkan. Jika sekali, dua kali atau tiga kali, masih bisa dimengerti. Akan tetapi hari ini sudah untuk kesekian kalinya.
"Mama tau, aku cuma capek karena setiap pulang ke rumah tidak ada kalian. Di luar sana banyak keluarga sibuk, tapi tidak mengabaikan anak sendiri. Ada waktu khusus yang digunakan untuk menghabiskan waktu bersama keluarga.
__ADS_1
"Jujur saja Bunga bukan bermaksud untuk mengeluhkan apalagi meragukan kasih sayang kalian tetapi sudah terlalu lama memendam perasaan ini, bahkan selama setahun terakhir kita semua terlalu jarang bertegur sapa. Apa keluarga kita akan seperti ini terus?
"Rasanya benar-benar kesepian meski kalian memberikan segala sesuatunya yang terbaik dan kesibukan sebagai seorang pebisnis hanya agar bisa memberikan kehidupan yang layak untuk keluarga. Tetap saja, Bunga ingin bisa memiliki dunia yang mengajarkan arti hidup. Apa itu salah?"
Bunga mengeluarkan semua isi pikiran. Ia hanya membutuhkan satu Kesempatan agar kedua orang tuanya mengerti satu hal di mana dirinya sebagai seorang anak akan selalu membutuhkan kasih sayang keluarga dan bukan terus dan menerus mengikuti aturan yang ada. Selain itu ia juga semakin merasa kesepian apalagi sejak tidak homeschooling.
Selain itu, ia tidak memiliki teman pasti, apalagi saudara yang bisa mengurangi rasa kesepian di setiap waktu kesendiriannya. Maka dari itu di saat sesi makan malam ia mengajukan diri untuk diperbolehkan tinggal di asrama dekat kampus. Setidaknya dengan kebebasan dia bisa merasakan memiliki banyak teman dan juga mulai bergaul mengenal dunia luar.
Itulah yang ia pikirkan. Dimana keputusan itu dirinya ambil juga setelah berpikir panjang kali lebar sebelum ia menginjak usia yang sekarang. Jadi secara pasti semua sudah direncanakan tanpa membuat satu keputusan yang terburu-buru apalagi mengikuti emosi hati.
Direngkuhnya tangan kiri sang putri, ia bimbing gadis bermata hazelnut agar duduk di dekatnya dan saling berhadapan, "Mama akan izinkan kamu tinggal di asrama selamat tiga bulan saja, tapi berjanjilah kamu akan kembali ke rumah ini setelah waktu kebebasan berakhir tanpa alasan lain untuk memperpanjang masa pencarian jati diri!"
"Jikapun memang meninggalkan rumah orang tuamu, maka bukan untuk tinggal di asrama melainkan ke rumah suamimu sendiri! Apa Bunga Angela bisa berjanji pada mama?" Mama Milea menyodorkan tangan kanannya di depan sang putri menunggu persetujuan agar semua menjadi pasti.
Janji adalah hutang. Maka wajib ditunaikan! Kepastian dari seorang ibu membuat hati senang hanya saja ia menyadari sesuatu. Dimana untuk pertama kalinya sang mama memberikan jawaban yang pasti tanpa ragu. Sungguh seperti mendapatkan angin segar meski ia juga mengingat bahwa di dalam keluarga masih ada sang papa.
Kepala keluarga yang jauh memiliki andil untuk memberikan keputusan tentang hidupnya. Sebab ia masih mutlak menjadi tanggung jawab orang tua, tapi mamanya mengedipkan mata seolah mengerti akan kegundahan hati. Apalagi bersambut usapan kepala yang mencoba meyakinkan diri bahwa apapun pasti akan sesuai keinginan hatinya.
"Jangan pergi malam ini karena semua akan diatur sesuai peraturan yang ada dan kamu tidak boleh membantah. Apalagi kamu berusaha untuk membuat argumen dengan papamu. Jika sampai papa tidak mengizinkan, tetapi Bunga mau diam, maka Mama masih bisa membujuknya.
"Kecuali putriku ini bertindak nakal dan membuat suasana rumah semakin tegang. So, maka Mama akan angkat tangan dan menolak keras keinginanmu! Paham?" Mama Milea menegaskan apa yang harus dilakukan oleh putrinya agar tetap diam sampai persetujuan dari kepala keluarga mereka kantongi.
__ADS_1
Tanpa basa-basi Bunga memeluk tubuh mamanya dan menyambut uluran tangan kanan sang mama menyetujui perjanjian yang ada seraya mengucapkan terima kasih sebanyak mungkin. Ia benar-benar bahagia karena setelah ini akan sedikit mendapatkan kebebasan yang tak pernah dirinya bayangkan.
Gadis itu tidak menyadari bahwa satu keputusan yang berubah menjadi tindakannya akan mengubah kehidupan di masa depan. Mungkin dirinya hanya mengharapkan sedikit kebebasan tetapi dunia menyiapkan luasnya perjalanan. Seperti takdir sang waktu menuntut alur kehidupan.