
Tatapan mata tidak teralihkan menatap foto seorang pria bertubuh gempal dengan rambutnya yang gondrong tengah duduk seraya memegang segelas wine. Lampu terang benderang di dalam ruangan menunjukkan wajah sedikit sangar tetapi yang menarik perhatian dimana tampak Hazel berlutut dengan wajah menunduk.
Kenapa wanita itu sampai memohon pada seorang pria yang memiliki profesi sebagai salah satu penyelundup senjata. Pitter. Nama panggilan tak asing ketika seseorang hidup di dunia mafia. Pria itu ahli dalam penyelundupan skala kecil yang dikombinasikan dengan konversi ilegal dan berbagai metode lainnya.
Yang mana ia mengurus sistem perdagangan senjata dengan bangga. Pria itu selalu bergerak cekatan mendekati masalah dari sisi penawaran dan permintaan serta peran yang dimainkan oleh para pelaku kejahatan di kedua sisi penjualan ini. Bisnis demi keuntungan besar, begitulah motto seorang Pitter.
Lagipula bisnis menyuplai senjata api ilegal sebagai pedagang memang sangatlah menguntungkan. Terlebih lagi ketika alasan di balik meningkatnya permintaan pasar dikarenakan tingkat kejahatan atau kekerasan yang tinggi, belum lagi adanya kerusuhan sipil. Setiap sebab pasti ada akibat, iya kan?
Tak hayal urusan banyak orang bisa pria itu manfaatkan. Apalagi ada faktor lain yang mana bisa dipengaruhi oleh budaya geng, konflik sipil, ketegangan ras dan etnis, dukungan budaya yang lebih luas, radikalisasi *******, dan celah serta anomali dalam rezim senjata api, semuanya dapat mempercepat permintaan. Jadi keuntungan akan selalu meningkat dari waktu ke waktu.
__ADS_1
Namun, sebagai seorang penyuplai senjata api tanpa memiliki lisensi. Pitter menjadi salah satu pedagang pintar. Sayangnya, Al yang juga seorang pemimpin mafia paham bahwa dari permintaan dapat mendorong pasokan. Untung serta kerugian bisa diperhitungkan.
Dimana pasokan senjata api ilegal berbeda dalam hal skala dan modalitas - negara-negara dengan tingkat kontrol yang tinggi menghadapi pasokan yang sebagian besar kecil dan tidak teratur. Di sisi lain, negara-negara dengan rezim kontrol yang lebih longgar atau tindakan penegakan hukum yang kurang efektif, seperti budaya konflik dan konflik negara, lebih mungkin mengalami pengiriman peti kemas besar yang datang melalui darat, laut atau udara.
Dengan kata lain, penggunaan senjata api menunjukkan bagaimana senjata api itu sendiri merupakan barang yang awet dan tahan lama. Hampir semua senjata api memulai hidup dalam produksi legal, tetapi langkah-langkah dalam siklus hidup senjata api, dari produksi hingga penggunaan akhir sangat kompleks dan beragam, melipatgandakan risiko hingga senjata memasuki pasar gelap.
Perjalanan tersebut bisa mengambil bentuk yang sangat berbeda sementara juga mewakili beberapa aktivitas skala ilegal yang sangat berbeda, mulai dari perdagangan skala besar hingga aktivitas penyelundupan skala kecil atau disebut 'perdagangan semut'. Terlebih saat ini, penggunaan teknologi baru, seperti pencetakan 3D dan berbagai bentuk sarana komunikasi elektronik seperti Facebook, Viber, Skype, papan forum internet, darknet sangatlah memainkan peran yang semakin meningkat dalam jenis perdagangan gelap skala kecil yang sedang berkembang ini.
Seperti produsen resmi yang memproduksi jenis dan jumlah senjata yang ditentukan berdasarkan lisensi yang sah. Lalu transfer otoritas yang mengawasi pergerakan senjata ini dari importir, eksportir, dan negara transit yang mematuhi aturan yang jelas yang menghubungkan proses masing-masing satu sama lain untuk mencegah dan mengurangi risiko pengalihan.
Bahkan ada dealer resmi yang menjual barang kepada orang atau badan resmi. Sementara pelaku di pasar gelap didorong oleh fokus yang sama pada keuntungan sambil menghindari rezim kontrol yang ada. Pitter merupakan salah satu oknum yang tidak ingin mendapatkan kerugian terlalu banyak dengan membayar pajak serta izin resmi.
__ADS_1
Pitter sendiri menggunakan metode perdagangan paling umum yaitu pembeli jerami. Meski begitu, pria satu itu tidak melakukan perdagangan yang lain seperti di beberapa kelompok kriminal terorganisir yang terlibat dalam perdagangan manusia atau narkoba.
Hanya saja karena menjalankan bisnis gelap, Pitter tidak leluasa mengirimkan senjata api yang dipesan para kliennya. Hal itu karena transportasi pasokan melalui udara ke pengguna akhir dan tujuan gelap yang seringkali melibatkan pelanggaran peraturan penerbangan sipil. Sehingga selalu mempertimbangkan bentuk-bentuk tertentu dari pengiriman senjata api ilegal.
Kaget tapi bukan shock. Setidaknya dengan foto yang ia genggam memiliki pandangan harus lebih serius menangani masalah Hazel. Informasi perlu ditambah sebelum melanjutkan rencana selanjutnya. Sesulit apapun keadaan dimasa depan, ia sendiri harus mempertimbangkan dan jika mungkin menghindari bentrokan.
Bukan takut hanya saja saat ini masih sangat berisiko untuk menjalankan rencana akhir. Sadar bahwa hubungan Hazel dan Pitter bisa menjadi penghalang besar. Selain memikirkan resiko, ia lega mendapatkan kesempatan untuk menyudahi dilema hati sebelumnya.
"Kita lihat, siapa yang bisa menjadi pelindungnya. Jika aku ingin semua aman cuma tersisa satu pilihan," dipegangnya foto erat-erat, sedangkan tangan lain mengambil korek api. Lalu tanpa basa-basi menekan pemantik hingga api biru menyala, kemudian ia satukan dibawah selembar kertas bergambar.
__ADS_1
Seulas senyum samar menghiasi wajah tampan, "Good bye, Pitter. Waktumu tinggal menghitung hari. Welcome to my destiny."