Karena Cinta

Karena Cinta
Part 171#KEHIDUPAN TERLALU SINGKAT


__ADS_3

Apa yang diminta hanyalah melakukan pencarian tapi tanpa memiliki petunjuk apapun selain kenangan di dalam ingatan. Hal itu membuat Al meminta Darren menceritakan apa yang terjadi demi memudahkan tugasnya meski ada keraguan di dalam hati, nyatanya tetap memberikan kesempatan pada jiwa sang sahabat keponakannya. Bagaimanapun Darren sudah menjadi bagian keluarga Putra juga.



Dua puluh lima menit telah berlalu bersama dengan kisah singkat pertemuan dua insan lawan jenis tanpa ikatan. Ingin memarahi Darren atas tindakan tak bertanggung jawab yang sudah dilakukan hingga merenggut kehormatan seorang wanita tapi ia sendiri tidak memiliki hak. Terlebih lagi dirinya juga pernah melakukan kesalahan yang sama.



Situasi sama meski kebenaran berbeda. Dulu, ia dan Sifani melanggar semua batasan karena cinta dan pengaruh minuman keras, sedangkan Darren bersama seseorang yang entah siapa melakukannya hanya untuk memuaskan kesendirian. Kebenaran itu hanya memberi kesimpulan bahwa kedua belah pihak sama-sama menikmati peraduan malam dengan kesadaran.



"Kita pasti temukan wanitamu," Al menepuk pundak kiri Darren, suara helaan napas dalam menghempaskan rasa yang tak bisa ia ungkapkan, "Darren, kehidupan di dunia sangat singkat. Kamu atau aku, kita hanya manusia biasa yang menjalani takdir Sang Pencipta. Om berharap kesalahan pertama menjadi kesalahan terakhir mu."



"InsyaAllah, Om. Aku juga tidak menyangka bisa sampai di titik sekarang, jujur saja hatiku masih padanya. Perasaan cinta ini selalu menghantuiku tapi setiap kali melihat senyum manis di wajahnya, aku merasa cukup dengan kehidupan. Dan sekarang sudah waktunya untuk melepaskan semua rasa dan menyambut hari baru, bukan begitu, om?" ungkap jujur Darren yang berusaha melupakan emosi di dalam hati.


Apa arti cinta ketika dunia hanya fana. Apalagi di luar sana orang berlomba-lomba untuk meraih sesuatu dan dari banyaknya perjuangan, nyatanya banyak hal bisa dikorbankan. Sementara ia yang memiliki kehidupan mapan tanpa kekurangan justru disibukkan meratapi kisah cinta tanpa balasan. Apa itu bisa di sebut menerima takdir yang telah ditetapkan?


Sementara Al merasa tenang mendengar pengakuan Darren, pria satu itu bisa menemukan sisa kedamaian untuk kecemasan yang selama beberapa waktu seringkali menyudutkan. Waktu tidak menyembuhkan luka tetapi memberikan kesempatan untuk memahami penderitaan yang menyelimuti hati sang pujangga. Kini baginya, semua pasti akan baik-baik saja dan memiliki kehidupan lebih berwarna.



Pemikirannya tak salah tetapi tidak juga bisa dibenarkan seratus persen sebab hati hanya Allah yang bisa membolak-balikan hingga menyentuh perasaan seseorang. Di tempat ketinggian yang tak memiliki keramaian masih menyajikan pemandangan indah dengan kebersamaan kedua insan, sementara di belahan bumi lain terjadi pertarungan sengit di tengah kegelapan malam.


__ADS_1


Suara pukulan bersambut jeritan yang menikmati rasa sakit dan takut terus bergema menghapus kesunyian. Bersyukur tempat perkelahian di tengah reruntuhan bangunan yang terbengkalai hingga tak menimbulkan banyak keributan dari orang-orang sekitar. Akan tetapi bau anyir menyebar berasal dari cairan merah kental yang berceceran.



Seorang pria dengan tubuh remuk redam tak memiliki wajah yang utuh merintih memohon pengampunan setelah menikmati begitu banyak pukulan tanpa belas kasihan. Aliran merah yang membanjiri wajahnya terlihat begitu segar tetapi bibir gemetar mengeluarkan suara lirih di sisa tenaga yang ia punya. Ia benar-benar menyesal menghina lawannya tanpa memikirkan hasil akhir.



"Tuan, tolong lepaskan aku. Kasihani istri dan anakku yang menunggu di rumah, aku mohon, tuan," pintanya yang kesulitan menggerakkan tubuh setelah dijadikan samsak oleh lawannya.



Andai waktu bisa di putar, ia akan menolak pekerjaan dari atasannya meski harus di pecat. Sayangnya dengan imbalan menggiurkan demi memberikan kehidupan lebih baik untuk keluarga, maka resiko siap ditanggung bahkan berusaha keras memenuhi tugas, hanya saja ia tidak mengharapkan akan berakhir di tempat terpencil dan hampir menjemput kematian.




"Membunuhmu, itu sangat mudah dilakukan. Seorang pria sepertimu hanya dijadikan peliharaan orang berkuasa, tapi aku tidak peduli. Jika kamu mau tetap hidup maka cukup katakan siapa dia yang berpura-pura menjadi tuan!"



Rasa panas yang membara di hati bahkan sedetikpun tidak bisa dihentikan. Niat hati hanya melakukan penyelidikan tapi sungguh pencarian justru menuju arah yang tidak semestinya. Ia pikir bisa mendapatkan petunjuk, sayangnya apa yang diharapkan malah berakhir jalan buntu dan menjadi perselisihan tanpa ada penyelesaian.



"Ukhuk ... ukhuk ... ukhuk ... " keadaannya begitu parah sampai batuk darah akibat pukulan telak yang menghancurkan bagian dalam raga. Rasa sakit kian tak bisa ditahan, meski menyadari kondisinya kemungkinan berakhir kematian, ia sendiri harus tetap diam demi kebaikan keluarga.

__ADS_1



Kesadaran secara perlahan menghilang tetapi menghadirkan kegelapan. Di tengah sisa kekuatan yang ia kumpulkan memberi kesempatan untuk memperhatikan wajah samar sang lawan meski itu tak ada gunanya, "Bunuhlah aku, Tuan. Jika aku selamat ... ukhuk ... Dia pasti tidak mengampuni semua ...,"



Ketika perjuangan menjadi titik akhir kehidupan, bagaimana seorang hamba menghindari kematian? Begitu singkatnya kehidupan di dunia ini hingga setiap hal mampu menjadi alasan atas napas akhir dari setiap insan. Seperti dia yang tak mampu melawan takdir menjemput perjalanan panjang dengan tertidur lelap tanpa pelukan.



"S!al!" Si pria dengan kesalnya menendang bebatuan yang ia temukan, setelah melewati pertarungan, kenapa lawan begitu mudahnya mati sebelum mengatakan kebenaran.



Usahanya sia-sia saja, lalu apa yang harus dirinya lakukan? Di tengah perasaan tak senang akibat kegagalan tiba-tiba terdengar suara dering panggilan yang mengalihkan perhatian. Suara dering terus menyanyikan lagu Jawa yang ia sendiri tidak memahami artinya tapi fokusnya seketika menemukan keberadaan benda pipih di balik rerumputan.



Melihat itu, langkah dengan cepat berjalan menghampiri ponsel yang ia sambar. Ditatapnya layar besar yang menampilkan sebuah nama dari seorang penelepon, "Apa ini tuannya atau?" rasa penasaran ingin mendapatkan jawaban sehingga ia menggeser icon hijau dan diam menerima panggilan.



Suara detakan jarum jam yang mengusir kesunyian menyambut pendengaran, lalu ia bisa mendengar helaan napas panjang dari seberang. Anehnya justru tidak ada suara manusia, apa itu berarti seseorang sudah menyadari keberadaannya yang sedang mengincar buruan mangsanya atau hal lain menjadi alasan. Firasat menjelaskan keadaan tanpa banyak keyakinan.



"Datanglah padaku, tuan palsu! Apa kamu tidak merindukan bawahan setiamu?" ejeknya dan dengan sengaja menantang seseorang yang berada di seberang karena hati yakin, siapapun di balik panggilan memiliki alasan menelpon nomor milik seorang peliharaan.

__ADS_1


__ADS_2