
Daniel nampak mendekati Arina, pria itu hendak menolong istrinya. Dia tidak tahu kalau kaki Arina terluka kembali. "Berikan perbannya padaku." pinta Daniel kepada Haris.
Arina menatap wajah Daniel dengan emosi Yang meluap. "Tidak usah, aku bisa sendiri. pergi kau!" seru Arina yang kemudian menarik perban yang ada di tangan Daniel kemudian membuangnya. "Gak usah pakai drama berbuat baik padaku, pergi kau dari sini dan jangan sok baik padaku!" seru Arina marah.
"Aku tidak bermaksud seperti itu, dengarkan aku." ucap Daniel.
"Haris, Tolong bawa Arina masuk ke dalam kamar. aku mau tidur sebentar." pinta Daniel.
Daniel melihat kemarahan yang ada di wajah Arina benar-benar begitu besar, hingga membuat wanita itu tidak ingin disentuh oleh dirinya lagi. memang kebodohannya sendiri lebih memilih wanita lain daripada menolong sang istri. apalagi Daniel tidak tahu kalau kaki Arina terluka kembali akibat memaksakan diri untuk berjalan.
DUA HARI KEMUDIAN
Sudah dua hari Arina tidak mau berbicara dengan Daniel, wanita itu menutup mulutnya rapat-rapat karena dia masih merasa emosi kecemburuannya. benar-benar tidak bisa terbendung rasa cinta yang sudah ada membuat, Arina bertambah murka ketika melihat Daniel memberikan perhatian kepada Lisa.
"Mau ke mana Mbok?" tanya Daniel kepada Mbok Salma.
"Mau ngantar makanan sama non Arina, kelihatannya dari kemarin dia tidak mau keluar." jawab Mbok Salma.
"Udahlah Mbok, wanita itu biarin aja dia, itu sok menjadi majikan!" seru Lisa.
Tak Berapa lama terlihat Haris sudah berlari ketempat Mbok Salma.
"Loh Haris, ada apa? kenapa kamu terburu-buru?" tanya Mbok Salma kepada Haris.
__ADS_1
"Tadi Arina menelepon Mbok, katanya tubuhnya panas dan meminta aku untuk membawanya ke rumah sakit." jawab Haris.
Seketika Daniel tersentak, dua hari tidak bertemu dengan istrinya malah wanita itu sakit dan dia tidak tahu bahkan dia malah merawat Lisa.
"Sakit, apakah kamu yakin?" tanya Daniel.
"Kelihatannya benar, tuan Daniel. karena kemarin aku sempat menyentuh dahinya Mbok rasa dahinya Memang panas." jawab Mbok Salma.
Daniel langsung berlari ke kamar Arina, pria itu begitu ketakutan dengan semua yang dikatakan oleh Mbok Salma dan Haris. Haris yang berada di belakang, nampak dia melihat sebuah kamar yang begitu gelap tanpa penerangan sama sekali.
"Mbok, ambilin aku kompres ya." pinta Arina dengan nada yang begitu lemah.
Daniel melangkahkan kakinya, menghidupkan saklar lampu dan menatap wajah istrinya yang begitu pucat. karena silau dengan sorot lampu Arina membuka matanya, menatap seorang pria yang sudah berada di depan matanya.
Daniel tidak menjawab pria itu masih tetap menatap istrinya yang benar-benar begitu lemas.
"Apa yang kau lakukan disini, cepat keluar dari kamarku!" seru Arina sembari terbatuk bahkan nafasnya sedikit terengah-engah. saat berteriak kepada Daniel.
"Aku akan membawamu ke rumah sakit." ucap Daniel.
"Tidak usah, aku tadi sudah menelepon mas Haris untuk mengantarku ke rumah sakit. kau tidak usah memberikan ku perhatian. perhatikan saja kekasihmu itu, setelah aku sembuh Aku akan kembali ke kota dan aku akan menuntaskan permasalahan kita." ucap Arina dengan nada suara yang begitu keras namun bergetar.
"Kau tidak usah berteriak seperti itu, tubuhmu benar-benar sakit." ucap Daniel Daniel yang kemudian menggendong sang istri.
__ADS_1
Sorot mata Arina benar-benar menunjukkan kebencian kepada Daniel. "Aku membencimu, Aku sangat membencimu." ucap Arina dengan suara parau. terlihat wanita itu malah pingsan saat berada ada di gendongan Daniel.
"Segera kita bawa dia ke rumah sakit!" seru Daniel.
"Iya Mas." jawab Haris yang kemudian menggendong Arina keluar dari rumah.
"Mas aku ikut!" seru Lisa.
"Cukup, Lisa. cukup, kau selalu menghancurkan kebahagiaanku!" seru Daniel.
Di perjalanan terlihat Daniel memukul setir mobilnya. Dia lebih memilih menolong Lisa tanpa memikirkan perasaan istrinya, pasti Wanita itu sangat marah, beberapa jam kemudian terlihat Daniel yang sudah sampai di rumah dengan membawa Lisa bersamanya.
Terlihat disana Daniel sedang mengobati kaki Arina yang mengeluarkan darah.
"Kamu bisa memakaikan perban, tidak? Kalau tidak bisa lebih baik kau carikan aku Dokter. Kalau kau melakukan hal itu terus bisa-bisa kakiku ini hancur karena kelakuanmu." ucap Arina.
* Bersambung *
Mohon dukungannya pada novelku yang lainnya 😊😊😊
- Mawar berduri
- Terlempar ke dunia sang kaisar
__ADS_1
- karena cinta