Karena Cinta

Karena Cinta
Part 184#FANA, TEMPAT LELANG


__ADS_3

Manusia hanya bisa merencanakan tetapi Allah yang menentukan jalan kehidupan. Sama seperti alur kisah yang harus dijalani Seina dimana gadis itu berusaha memenuhi tanggung jawab sebagai seorang anak meski harus melupakan harapan di dalam hati. Dirinya sadar bila dunia ini bersifat sementara atau fana.


Secara bahasa fana berasal dari kata al-fana'. Arti fana adalah hilangnya wujud sesuatu. Sedangkan fana dalam bahasa Arab artinya tidak kekal, kebinasaan, atau rusak. Seluruh alam semesta beserta isinya sudah pasti bersifat tak kekal tapi fana tidak termasuk dari salah satu sifat yang dimiliki oleh Allah SWT. Karena sifat mustahil fana berarti Allah SWT tidak mungkin binasa karena Allah SWT kekal dalam keabadiaan.



Kehadiran Allah SWT tidak ada permulaan dan tidak ada akhir atau kematian dan kebinasaan karena Allah SWT akan kekal selama-lamanya. Sifat fana atau bersifat sementara mustahil ada pada Allah SWT karena zatnya baqa atau kekal atas segala keagungan dan kebesarannya atas alam semesta. Bahkan sifat mustahil fana pada Allah SWT tercantum dalam surah Ar-Rahman ayat 26 dan 27, dan juga tercantum dalam surah Al-Qashash ayat 88.


Artinya: Janganlah kamu sembah di samping (menyembah) Allah, tuhan apapun yang lain. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. Bagi-Nya-lah segala penentuan, dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan. (QS. Al-Qashash ayat 88)


Dan fana merupakan salah satu sifat pasti dari manusia dan makhluk lainnya di muka bumi, namun hal yang sangat mustahil untuk dimiliki oleh Allah SWT. Alasannya adalah karena semua makhluk akan mengalami kerusakan dan kebinasaan. Namun, hanya Allah satu-satunya Sang Maha Pencipta yang tidak akan lenyap.


Artinya: Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.


Seorang muslim memahami bahwasanya setiap tarikan napas yang menjadikan raga tetap berpijak di dunia memiliki pertanggungjawaban di akhirat. Keyakinan akan Sang Pencipta yang memberikan ujian untuk umatNya sesuai dengan kemampuan setiap hamba menjadi keteguhan iman. Setiap fase hanya bertujuan menambah ketakwaan bagi orang-orang beriman.



Namun, manusia itu terlalu banyak memiliki keinginan hingga akal sehat dibiarkan menghilangkan kewarasan bahkan bisa menjadi pribadi dengan ego tinggi. Tak terkecuali akibat dari sebuah kecelakaan atas kehidupan di masa lalu. Tidak tahu kenapa tiba-tiba memikirkan hal-hal di luar kebiasaan ketika sedang menikmati makanan.



Seina yang berusaha mengalihkan fokus agar tetap hanya menyantap sajian seketika kehilangan selera makan. Gadis itu buru-buru meneguk soft drink hingga tandas tak tersisa, lalu mengeluarkan beberapa lembar kertas biru yang diletakkan begitu saja di atas meja, kemudian berjalan meninggalkan cafe.



Meninggalkan sikap tak biasa Seina, di belahan bumi lain yang begitu ramai akan pertunjukan di area lelang akhirnya menarik perhatian seorang pelanggan. Padahal sudah mengamati seluruh sudut selama tiga jam tapi di akhir permainan baru mengikuti sesi perebutan barang. Apa yang membuatnya begitu bersemangat sehingga mengajukan harga fantastis hanya untuk sebuah brankas hitam di tengah pusat lelang.


__ADS_1


"Sepuluh juta, satu."



"Sepuluh juta, dua."



"Sepuluh juta, tiga. Selamat untuk pelanggan nomor sembilan puluh tiga atas barang yang Anda dapatkan." Si pembawa acara dengan senang hati menyambut setiap pelanggan yang berhasil membawa barang lelang dan terjual sesuai harapan.



Setelah seluruh barang menemukan pemilik baru, hal itu membuat pembawa acara menutup acara lelang dan mempersilahkan semua orang meninggalkan tempat pertemuan. Sementara bagi para pelanggan yang mendapat barang pilihan langsung melakukan transaksi penukaran di ruangan khusus. Tentu saja secara bergiliran agar tidak terjadi kecurangan.




"Selamat datang di ruang pertukaran, silahkan tentukan metode pembayaran yang ingin Anda gunakan!" Wanita itu membimbing orang terakhir yang membeli barang lelang, tentu saja setiap kata akan sama seperti pelanggan sebelumnya.



Tanpa memberikan jawaban dan tiba-tiba si pelanggan mengunci pintu ruangan. Kemudian berbalik kembali menghadap wanita yang tampak kebingungan akan sikapnya, "Aku datang untuk mengambil paket setahun lalu. Apa kamu tidak mengenalku?"



Dilepaskannya penutup kepala yang terjun bebas ke belakang sehingga menunjukkan wajah tampan meski memiliki luka sayatan. Tidak ada senyuman tetapi tatapan mata begitu tenang dan menenangkan yang membuat si wanita kegirangan melihat kedatangannya. Sudah cukup lama tidak bersua meski hanya sekedar untuk saling menyapa.


__ADS_1


Ingin sekali berlari lalu menghamburkan diri memeluk pria di depannya tetapi sekelebat ingatan di hari perpisahan menghentikan keinginan hati yang terpendam. Bagaimanapun pria itu harus menerima amarah darinya atas perpisahan yang lalu meski tidak ada ikatan menjadi hubungan dengan hak melampiaskan emosi hati. Ia tak peduli apa kata orang yang mungkin menertawakan perasaan di ruang hatinya.



"Hmm, apa begitu caramu berterima kasih?" ucap sinis wanita penjaga ruang pertukaran seraya berkacak pinggang bahkan dengan arrogant mengalihkan pandangan. Baginya batas kesabaran lebih luas dari batas penantian sehingga tidak memiliki ruang untuk melonggarkan hukuman.



Menggelengkan kepala pelan ketika datang dan justru mendapatkan sikap kekanak-kanakan dari wanita yang memiliki kepercayaannya. Bukan tidak peka tentang penyebab kemarahan si wanita di depannya, hanya saja situasi membuat dia sendiri tidak bisa memilih untuk tetap di tempat sama. Jika bukan karena pilihan hidup begitu keras maka ia ingin memiliki kehidupan sederhana.



"Katakan saja aku harus melakukan apa untukmu sebagai bentuk permintaan maaf karena sudah menyusahkan dirimu tanpa sempat berterima kasih setahun yang lalu. Kali ini aku hanya bisa stay selama sehari," jelas si pria yang hanya bisa berkata apa adanya agar memudahkan setiap urusan di antara mereka berdua.



Penjelasan yang merupakan pernyataan tetapi lebih terdengar seperti sebuah peringatan menjadi alarm bagi si penjaga ruang pertukaran. Jika memang hanya memiliki waktu singkat maka ia paham dimana pria di depannya pasti mendapatkan misi serius sehingga terburu-buru mengambil paket dari waktu yang sudah berlalu. Apa semua baik-baik saja?



"Paketnya tidak ada disini," ucap si wanita seraya mengkode agar pria di depannya menyelesaikan transaksi terlebih dahulu karena barang lelang tidak bisa dikembalikan setelah menjadi milik pemilik baru.



Kedipan mata seolah menggoda membuat si pria dengan cekatan mengeluarkan lembaran uang tunai yang sudah dipersiapkan. Ia sengaja memilih metode cash hanya untuk meminimalisir pelacakan dari pihak yang tidak senang akan kedatangannya kembali ke dunia normal. Sebab itulah setiap tindakan sudah diperhitungkan secara matang demi keselamatan.



"Ini barangmu!" diberikannya peti hitam yang hanya seukuran telapak tangan ke pria pemilik barang seraya mengetukkan jemari ke atas pesanan yang membuat si pria memahami isyarat perpisahan.

__ADS_1


__ADS_2