
DUA HARI KEMUDIAN
Hari ini Arina dan Daniel berangkat ke perkebunan. Butuh satu hari penuh untuk pergi ke perkebunan milik keluarga Ibrahim.
CITT...
"Kita sudah sampai!" seru Daniel yang sudah membangunkan Arina. wanita itu terlihat tertidur dengan sangat pulas di kursi belakang kemudi. dengan sengaja Daniel membangunkan Arina dengan suara yang begitu keras pria itu menunjukkan ketidaksukaannya terhadap istrinya itu.
"Suaramu tidak bisa dikecilkan, apa. kau itu benar-benar mengganggu Ku!" teriak Arina.
"Sebenarnya dari tadi aku sudah memanggilmu dengan nada suara pelan, sedang, hingga keras. namun kau tetap saja tidak bangun dari tadi, jadi aku memakai volume yang lumayan keras agar kau bangun." jawab Daniel.
"Alasan, Kau pasti sengaja melakukan hal itu biar aku terkejut dan pusing!" seru Arina.
"Tidak juga, kalau aku melakukan hal itu sama saja dengan memperburuk keadaan, kau akan menjadi beban bagiku." jawab Daniel.
"Enak saja, kau bilang kalau aku ini beban. Kau kira aku ini karung beras atau sesuatu yang berat, apa!" seru Jihan.
"Tentu saja kau bukan karung beras ataupun sesuatu yang berat, namun kau akan menjadi beban karena aku harus mengurusmu dan meninggalkan semua tugas yang diberikan oleh Ayah Ma'ruf kepadaku." jawab Daniel yang terlihat sudah mengeluarkan seluruh koper yang telah mereka bawa.
Daniel hanya membawa 1 koper besar sedangkan Arina nampak membawa dua koper besar, sepertinya wanita itu tidak mau pulang dari sana. Karina harus membuat Daniel merasakan bagaimana disiksa pria itu selalu membuat orang lain terluka dan sakit hati, tentu saja Arina akan memberikan pembalasan itu apalagi Ayah Ma'ruf sudah membebaskan dia untuk melakukan apapun.
"Memangnya kau berniat menginap atau menetap di sini?" tanya Daniel kepada Arina.
"Memangnya kenapa?" tanya Arina.
"Lalu, Mengapa kau membawa koper sebanyak ini?" tanya Daniel yang membuat Arina langsung meninggalkan pria itu.
Arina memang terkenal sebagai seorang wanita yang super duper keras, Hal itu membuat Arina mempersiapkan segala sesuatu untuk membalas dendam kepada Daniel. di otak Arina penuh dengan siasat siasat dan siasat, wanita itu harus membuat Daniel merasakan pahitnya mulut yang selalu berucap kasar kepada orang lain.
"Hehehe aku mau lihat bagaimana caranya pria ini lepas dariku, lihat saja aku pasti akan membuatnya menderita aku pasti akan membalas dendam. lagi pula semua orang sudah tahu kan kalau aku istrinya, aku pasti akan membuatnya seperti berada di neraka. sekarang perlahan-lahan dendam ku ini akan terbalaskan." Guman Arina dalam hati sembari tersenyum.
"Kenapa kamu senyum-senyum seperti itu, kelihatannya kamu sudah mulai menikmati menjadi istri seorang pria kaya sepertiku." cibir Daniel.
Arina sudah melangkahkan kakinya mendekati rumah yang sederhana namun terlihat kuno. sebuah rumah berlantai 2 namun tidak sebesar rumah yang ada di kota terlihat sebuah kesadahan di rumah itu.
"Mengapa ayah tidak pernah memperbaiki rumah ini, mengapa juga rumah ini tetap seperti dulu." gerutu Daniel yang kemudian hendak membuka rumah itu. sesaat kemudian seorang wanita tua nampak sudah keluar dari dalam rumah itu.
__ADS_1
CEKLEK...
Ketika pintu rumah itu langsung terbuka Hal itu membuat Arina berteriak dengan sangat keras.
"Aaaaa!!!" teriak Arina yang sangat terkejut karena tiba-tiba pintu rumah itu terbuka.
Terlihat seorang wanita tua keluar dari rumah itu bersama seorang pemuda yang umurnya bahkan jauh lebih muda dari Daniel.
"Selamat datang tuan muda!" seru seorang wanita yang bernama Mbok Sri.
"Siapa Anda?" tanya Arina dengan salah satu matanya yang terlihat menyipit.
"Diam kamu, ngapain sih suka sih kamu tanya-tanya. Oh ya Mbok Siapa sih kamu?" tanya Daniel.
"Saya adalah Mbok Sri, Apakah sudah lupa dengan mbok Sri ini?" tanya Mbok Sri sambil tersenyum kepada pria yang ada di depannya.
Sesaat kemudian terlihat Daniel sudah berada di depan pintu sambil tersenyum dan menjabat tangan Mbok Sri.
"Ooo..," jawab Daniel.
"Nak Daniel, dia isterimu kan." jawab Mbok Sri yang kemudian memeluk Daniel begitu erat.
"Sudah lama kamu nggak pernah ke sini, apa kamu nggak rindu sama Mbok Sri ini?" tanya Mbok Sri dengan raut wajah yang benar-benar sangat bahagia karena bertemu kembali dengan Daniel.
"Tentu saja aku sangat senang bertemu dengan mbok Sri, apalagi Mbok ini yang selalu merawat Daniel ketika Daniel kecil." jawab Daniel yang kemudian menarik beberapa koper besar itu.
seorang wanita muda nampak tersenyum saat melihat dua orang sudah berada di sana.
"Haris, cepat bantu nak Daniel untuk membawa koper-koper itu!" seru Mbok Sri yang meminta Haris untuk membantu Daniel membawa koper-koper itu masuk ke dalam rumah.
"Siapa pria itu Mbok?" tanya Arina kepada Mbok Sri.
"Dia adalah keponakan mbok, dia adalah Putra dari adik Mbok." jawab Mbok Sri yang kemudian menyuruh Daniel dan Arina masuk ke dalam.
Terlihat dari tatapan mata Haris pemuda itu terus menatap Arina.
"Terima kasih Haris, karena kau sudah menolongku." ucap Arina yang kemudian memasukkan koper-koper itu ke dalam kamar Daniel dan Arina.
__ADS_1
Di tempat itu Arina dan Daniel tidak tidur dalam satu kamar, mereka tidur di kamar yang berbeda, itu adalah kesempatan yang sangat besar karena mereka tidak berada di rumah Ayah Ma'ruf.
"Jangan berfikiran untuk masuk ke kamarku!" seru Arina.
"Lagian siapa yang mau masuk ke kamarmu, Aku tidak mau masuk ke kandang harimau." jawab Daniel yang kemudian masuk ke dalam kamarnya.
"Dasar pria tidak tahu diri." Arina begitu marah ketika dirinya dikatain sebagai harimau oleh Daniel.
"Apa, berani sekali kau mengataiku sebagai harimau. Awas ya suatu saat nanti akan makam kau dan akan ku cabit-cabik tubuhmu!" seru Arina yang kemudian masuk ke dalam kamarnya.
BRAKK...
Arina menutup pintu kamarnya dengan begitu keras, dia tidak terima karena tadi dikatai oleh Daniel sebagai harimau buas.
"Ya ampun...., Ini kamar apaan sih. Mengapa kamar ini benar-benar sangat sempit seperti ini? Lagian Kenapa Ayah harus membangun rumah seperti ini." ucap Daniel yang terus menatap kamar tersebut.
Kamar itu adalah kamar Daniel waktu kecil, masih tetap seperti dulu, foto-foto Daniel waktu kecil dan beberapa ornamen kesukaan pria itu.
Sesaat kemudian terlihat Daniel yang berada di dalam kamar nampak pria itu merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
DRETTTT...
DRETTTT...
ponsel Daniel bergetar, dengan segera pria itu melihat siapa gerangan yang menelponnya malam-malam begini.
"apaan sih." ucap Daniel.
* Bersambung *
Mohon dukungannya pada novelku yang lainnya 😊😊😊
- Mawar berduri
- Terlempar ke dunia sang kaisar
- karena cinta
__ADS_1