Karena Cinta

Karena Cinta
Part 134#MALAM SUNYI


__ADS_3

Merasa tidak ada yang bisa dibicarakan lagi akhirnya Bryant memilih menjemput mimpi. Pria itu bahkan tidak menanggapi panggilan sang istri yang masih berusaha merayu agar tidak marah lagi tapi malam ini hanya ada diam. Apalagi raga begitu lelah dengan setelah pekerjaan yang menyita tenaga dan pikiran seharian.


Malam yang temaram menyambut gelapnya sisa waktu tanpa penundaan membawa rasa dari pelabuhan hati. Entah sang waktu yang pergi melewati batas atau takdir memeluk kehidupan nyata. Siapa yang akan menerima fakta dari kesalahan milik diri sendiri?


Dalam prinsip agama Islam menikah dan memiliki anak adalah salah satu tujuan hidup seseorang agar mencapai kebahagiaan dan melestarikan keberlansungan hidup manusia. Jadi ketika seorang suami mendambakan keturunan dari istrinya yang sah, tentu bukan sebuah kejahatan.


Namun sayangnya, masih ada diantara anggota keluarga yang melupakan hakikat dan tujuan pernikahan itu sendiri. Sebenarnya setiap pasangan mendambakan rumah tangga bahagia, hubungan antara suami dan istri serta anak-anak terjalin harmonis. Saling mendukung dalam suka dan duka. Apalagi bagi orang beriman kebahagiaan rumah tangga diharapkan tidak hanya di dunia melainkan sampai ke surga.


Namun dalam realita kehidupan sehari-hari tentunya tidak semua keluarga dapat meraih status keluarga yang bahagia, banyak keluarga yang menghadapi masalah dalam berkeluarga. Bahkan dari hasil sebuah penelitian menyebutkan bahwa keluarga yang bahagia yaitu keluarga yang penuh kasih sayang dan memiliki hubungan baik antara orangtua dan anak hanya sedikit sekali yakni sekitar lima persen.


Sedangkan sisanya sembilan puluh lima persen memiliki gangguan psikologis karena anak berada dalam keluarga yang tidak bahagia dan keluarga yang memiliki hubungan buruk antara anak dan orangtua. Sebab pelaksanaan tugas dan peran tidak seimbang menyebabkan masalah baru muncul dalam kehidupan keluarga.


Selain itu seringkali pasangan kurang rasa saling pengertian, perhatian, kasih sayang, senda gurau dan kebersamaan. Syaikh Sulaiman Ar-ruhaili menjelaskan kunci-kunci kebahagiaan rumah tangga. Pertama, mengokohkan keimanan dan amal saleh. Konsep iman dan amal saleh tergambar dari ayat-ayat Alquran, Allah swt sering menyebutkan dengan menggandengkan kata iman dan amal saleh.



Seperti dalam firmanNya surat An-Nahal 97.: “Barangsiapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan”. Ibnu Abbas mengatakan makna “kehidupan yang baik” adalah dengan rezeki yang halal. Ali mengatakan bahwa makna dari “kehidupan yang baik” di dalam ayat adalah qona’ah.



Kedua, menghidupkan rumah dengan zikrullah. Rasulullah saw bersabda: “Perumpamaan rumah yang di dalamnya ada dzikrullah, dan rumah yang tidak ada dzikrullah di dalamnya adalah (laksana) perumpamaan antara yang hidup dengan yang mati”. (HR.Muslim). Jadikanlah rumah kita bercahaya dengan berbagai macam zikir, baik itu zikir dalam hati maupun dengan lisan, salat, atau membaca shalawat dan Al Quran, atau mempelajari ilmu-ilmu agama.


Ketiga, suami menjalankan fungsinya sebagai pemimpin. Allah swt berfirman dalam surat An-Nisa.34:

__ADS_1


“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita. Hal ini karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka”.



Di antara makna pemimpin yang dimaksud dalam ayat di atas adalah sebagai pendidik, sandaran kokoh bagi keluarga, orang bertanggung jawab menafkahi, dan orang yang memutuskan keputusan penting dalam keluarga. Keempat, menjalin kasih sayang dan mu’asyarah bi al-ma’ruf.



Para ulama menetapkan hukum melakukan mu’asyarah bi al-ma’ruf sebagai kewajiban yang harus dilakukan oleh para suami agar mendapatkan kebaikan dalam rumah tangga. Imam At-Thabari ketika menjelaskan makna dari mu’asyarah bilma’ruf adalah kewajiban suami memperlakukan istri dengan baik, karena para istri telah taat kepada Allah dan suaminya. Yang terakhir yaitu tolong menolong dalam kebaikan dan ketaatan.


Firman Allah dalam surah Al-Maidah ayat:2 “tolong menolonglah kalian dalam kebaikan dan ketaqwaan. Seperti mana yang telah dicontohkan oleh nabi Muhammad saw, dalam membantu pekerjaan istrinya di rumah.


Tidak lupa mengikuti pola kehidupan berumah tangga orang-orang saleh. Rumah tangga yang telah tercatat dalam sejarah terbukti berhasil membangun keharmonisan antara suami dan istri, serta berhasil dalam mendidik anak dan generasi. Rumah tangga adalah elemen terkecil dalam suatu bangsa.




Jika meneruskan perdebatan kemungkinan akan lebih banyak kata-kata yang menyakiti satu sama lain. Sementara di sisi lain, perasaan hancur dari seorang istri tak bisa dibendung lagi. Air mata terus mengalir enggan tuk berhenti membanjiri kedua pipi.



Rasa sesak di dada menyatakan betapa menyedihkan dirinya, "Malam berbalut sepi dingin merayu hati. Cahaya bulan ikut menghiasi nuansa misteri menyelimuti. Hilang padang dalam mata, bayangmu menepi di angkasa. Entah berapa lama engkau disana dan aku tak bisa tuk meraihnya."

__ADS_1


"Korbankan diri dalam ilusi hanya sekedar hilangkan rindu yg membelenggu tuk membuang waktu bersama angin dan terbang bebas sesuka hati. Pada malam kutitipkan salam, adakah engkau merasakan


rindu yg begitu mendalam…,"


"Entah kenapa ada kesedihan di hatiku saat ini. Padahal bulan menyapa dengan indah. Bintangpun mengedip genit mengajak bercanda. Tapi aku tak mampu menyapa mereka. Ada rasa nyeri yg menyeruak. Membuatku hanya bisa diam menatap gelap.


"Malam. Peluklah aku meski dalam kelammu. Biarkan aku terlelap sejenak. Meski ada air mata yg menetes. Aku lelah dengan rasa ini, rasa yang tidak berujung. Rasa yg tidak mungkin akan berakhir bahagia ...,"


Luka yang nyata membawa sisa rasa dan kepercayaan Ara. Siapa yang bisa membangkitkan ia pada kenyataan di dunia? Bahkan asa yang tersisa tidak lagi bermakna. Ingin berteriak tapi sadar itu percuma sehingga hanya mampu merebahkan diri menemani dinginnya lantai tempatnya berbaring memeluk kesendirian.



"Semua ini hanya mimpi," gumamnya menyambut mimpi yang mungkin tak bisa melukai hatinya lagi.



Tidak ada keluhan yang ingin diajukan. Meski sadar bahwa kesalahan telah dilakukan sang suami, ia bisa apa? Hati sendiri enggan mengakui kebenaran yang menyayat emosi. Membiarkan menjadi pilihan terbaik agar bisa melupakan semua yang menari di benak pikirannya.


Waktu berlalu begitu cepat hingga tak terasa malam kelam terlewati tanpa ada keributan yang mengubah suasana rumah dan hubungan sepasang suami istri. Alih-alih menekankan posisi, Ara lebih memikirkan kenyamanan untuk orang yang ia sayangi hingga berpura-pura tidak mengetahui perselingkuhan antara Akbar dan Anggun.


"Sudah tiga hari ini, aku perhatikan makanmu sedikit. Sayang, apa kamu sakit?" Akbar menghentikan suapan nasi yang terasa nikmat seperti biasa hanya saja melihat wajah pucat Ara, ia merasa istri keduanya itu tidak baik-baik saja.


Tersenyum manis seperti biasa tetapi kali ini ia menghindari kontak fisik dengan suaminya, "Aku gakpapa, Mas. Cuma kecapean aja, pamit balik kamar dulu, ya."

__ADS_1


"Ara!" panggil Akbar berharap sang istri menggubris panggilannya. Akan tetapi sayang hanya diabaikan seolah tidak mendengar suaranya, "Anggun, apa kamu lihat sikap Ara? Aku sendiri yang merasa heran atau memang dia berubah, bagaimana menurutmu?"


"Tidak tahu, mau berubah pun, aku tidak peduli. Lanjut saja makannya!" jawab ketus Anggun, hatinya merasa panas melihat dan mendengar kecemasan Akbar untuk Ara.


__ADS_2