Karena Cinta

Karena Cinta
Part 141#AWAN


__ADS_3

        Caranya menghormati seorang tuan membuat semua orang terpana, tampak jelas menundukkan kemampuan dan memelihara statusnya yang hanya sebagai bawahan. Siapapun yang memiliki bawahan seperti pemuda itu, maka bisa mendapatkan keamanan tanpa memikirkan kerugian hanya saja masih riskan tentang kesetiaan sebab hal tersebut tidak didapatkan begitu saja.


    Orang bilang kesetiaan itu mahal harganya. Kebaikan dan kesetiaan adalah dua hal yang berbeda. Oleh sebab itu setiap insan harus memiliki keduanya, jangan hanya salah satu. Dan belajar dari sebuah kesetiaan, karena kesetiaan itu mengajarkan arti pentingnya suatu kejujuran, ketulusan, dan kepercayaan.


Sejatinya, kesetiaan itu datangnya dari hati dan niat, bukan dari sebuah kata-kata. Maka untuk membuktikan kesetiaan membutuhkan komitmen dan bukan sekedar janji manis saja. Meski di dalam ikatan hubungan kerja, tetap saja harus didasari kepercayaan serta ketulusan.


    Tangan terangkat memberikan isyarat agar si pemuda beranjak dari tempat yang terlihat begitu menunjukkan posisi sebenarnya, "Bangunlah! Kenapa sudah di sini, seharusnya kamu masih menjalankan misi kan? Apa semua sudah aman terkendali dan masalah bisa diatasi?"


    "Lapor, Tuanku. Misi sudah bisa diselesaikan dan tidak ada lagi pembangkang. Pelayan ini sudah bebas dari tanggung jawab misi sebelumnya dan sekarang siap menerima perintah baru dari Tuanku." ucap tegas si pemuda yang sepertinya tidak suka basa-basi.


    Mendengar misi dijalankan tanpa ada keluhan rasanya cukup membahagiakan apalagi pemuda di depannya kembali tanpa kekurangan suatu apapun. Memang pelayan yang bisa diandalkan dan jaminan kesuksesan sangat patut mendapatkan apresiasi. Akan tetapi, melihat situasi dan posisi lawan yang sekarang justru hati merasa bimbang.


    Termenung memikirkan apa yang harus dikatakan sebab sekali perintah diberikan maka pemuda itu akan berusaha semaksimal mungkin mewujudkan meski nyawa sendiri menjadi taruhan. Pada dasarnya sumpah sebagai pelayan sudah mengikat hubungan antara mereka berdua tetapi bukan berarti membiarkan hal buruk terjadi pada bawahannya.


    Di tengah dilema tiba-tiba tuan Yan merencanakan sesuatu di dalam benak kepalanya. Pria satu itu tersenyum penuh arti, lalu ia membisikkan sesuatu pada pengusaha lain yang ada didekatnya. Seperti semilir angin yang berembus kencang, idenya tersebar tanpa adanya penghalang.


    "Tuan Ilyas, apakah dia yang namanya Awan Pradita Jayantaka? Seingatku, bukankah pemuda ini diambil dari jalanan dan dibesarkan oleh Anda. Apakah rumor itu benar?" ujar tuan Fin dengan lantangnya mengorek masa lalu kehidupan seorang anak buangan.


    Tangan mengepal tetapi wajahnya masih tenang bahkan tidak memperdulikan ucapan rekan tuannya. Orang bilang, namanya memiliki makna yang dalam sebagai bayi lelaki Jawa keraton yang lahir di siang hari dan di masa depan punya akal cerdas disertai kebijaksanaan tinggi. Hal itu hanya sebuah harapan dari si pemberi nama yang berusaha mewujudkan dunia sebagaimana mestinya.


    Jangan salah sangka meski wajahnya polos bak aktor Korea, nyatanya satu tinjuan saja bisa melumpuhkan lawan. Sejak diasuh tuan Ilyas kehidupannya berubah tetapi keberkahan itu harus dibayar dengan kerja keras menjadi seseorang yang mampu menggoyahkan kekuatan lawan. Umurnya memang masih muda tetapi pengalaman dunia tak kurang dari orang-orang disekitarnya.


    Tersenyum samar karena untuk identitas bukanlah haknya mengajukan penolakan apalagi perlawanan. Terlebih lagi sang tuan tidak mengizinkan dirinya banyak bicara dengan orang luar. Bisa dikatakan, ia benar-benar menjaga suaranya selama ini dan selalu mengabaikan suara orang lain. Meski ada nada penghinaan, ia hanya bisa membalas dengan pukulan.


    Menggelengkan kepala melihat tingkah kekanak-kanakan para orang dewasa di depannya, "Kupikir kepala kalian itu pintar tapi cuma bisa memikirkan hal-hal licik. Kali ini, aku biarkan mempertanyakan putraku Awan tapi lain kali, nyawa kalian sebagai gantinya."


    "Siapa Awan, dari mana asalnya dan bagaimana kehidupannya, itu bukan urusan kalian. Awan, bawa aku pulang!" titah tuan Ilyas yang muak dengan cara berpikir orang-orang di sekelilingnya.


    Sebagai seorang pengusaha dengan pengalaman puluhan tahun, pria itu bisa membaca cara berpikir lawannya. Ia seorang pengamat tetapi tidak akan bertindak selama masih aman terkendali bahkan dalam pertemuan kali ini pun, dirinya hanya sebagai tamu dan tidak ikut menyepakati apapun. Meski tahu dengan niat para pemain baru yang ingin memanfaatkan kekuasaannya.

__ADS_1


    Sebagai salah satu anggota keluarga pendiri Guard Internasional yang didirikan di Los Angeles pada tahun 1990 perusahaan keamanan swasta milikmya itu berbasis di California dengan kantor di seluruh Amerika. Ia juga memiliki cabang di Meksiko, Honduras, dan Kolombia dan memiliki operasi di Kanada dan India.


    Guard International menyediakan penjaga keamanan bersenjata dan tidak bersenjata untuk bisnis serta menawarkan solusi spesialis pemerintah dan departemen pertahanan. Pada tahun 2000, mereka bahkan membeli layanan penjagaan raksasa keamanan global asal Kanada di AS dan Meksiko dengan nilai lebih dari $44 juta.


Guard International menggambarkan dirinya sebagai “salah satu penyedia profesional terkemuka dari serangkaian layanan keamanan dan mitigasi risiko yang unggul. Keamanan tingkat dewa.” yang mana menambahkan bahwa personel keamanannya melindungi “landmark nasional, tempat wisata utama, lokasi industri, lembaga pendidikan dan keuangan, fasilitas kesehatan, dan lokasi lain di mana taruhan keamanan dan ekspektasi klien tinggi.”


    Jadi untuk masalah keamanan, bisa dipastikan tempat yang tepat dengan bekerja sama bersama perusahaannya. Akan tetapi melihat sikap di luar batas orang-orang, untuk apa melanjutkan bisnis yang tidak seberapa itu? Tidak ada keuntungan karena justru bisa mendapatkan ancaman.


    "Tuan Ilyas, kenapa Anda melewatkan pestanya? Bahkan acara baru akan dimulai," cegah tuan Yan berusaha menghentikan pergerakan kedua pria yang sudah saling mendukung satu sama lain.


    Sayangnya Awan tidak mendengarkan apapun yang dikatakan oleh tuan Yan. Pemuda itu disibukkan mendorong kursi roda ayah angkatnya tetapi ia juga tetap waspada dengan sekitarnya sebab bagaimanapun keamanan sang tuan harus diutamakan. Meski sadar hanya menjadi seorang penjaga, ia tetap bersyukur memiliki kehidupan dengan dunia yang lebih baik daripada tinggal di jalanan.


    Siapa dirinya sekarang tak luput dari hasil kerja keras tuan Ilyas yang memberikan segala-galanya tanpa memikirkan keuntungan atau kerugian yang disebabkan olehnya selama ini. Beruntung mendapatkan kesempatan hidup menjadi orang dengan talentanya yang bisa membantu keluarga satu-satunya. Sebab itu, ia tidak memiliki alasan berpaling dari sang tuan.


    Melihat keras kepala tuan Ilyas, para kolega yang lain tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka lebih baik menjaga batasan dan sadar diri akan posisi, terlebih lagi selama ini mendapatkan keamanan yang bisa menjamin keselamatan keluarga juga dari pihak si pria paruh baya. Kerjasama tersebut sudah cukup dijadikan alasan tidak mencoba untuk melawan.


   Selain memiliki fisik yang kuat, Awan juga seorang hacker. Pemuda itu selalu mengasah kemampuannya sebab di era sekarang banyak kejahatan dunia maya dan pembobolan data yang semakin merajalela, terlebih dunia usaha tidak boleh mengabaikan keamanan data. Sebab dari serangan phishing dan ransomware hingga praktik kata sandi yang ceroboh, ada banyak cara bagi pencuri untuk menembus dinding digital perusahaan agar bisa mengakses informasi sensitif.


Itu sebabnya Awan mempelajari dunia gelap agar bisa menjamin sistem keamanan perusahaan ayah angkatnya. Dimana ia menerapkan banyak strategi hanya untuk meningkatkan keamanan data perusahaan sang tuan. Sejauh ini, dirinya sudah menerapkan beberapa sistem bahkan salah satu cara bebas biaya dan mudah untuk meningkatkan keamanan dengan cepat yaitu dengan menggunakan autentikasi dua faktor—tidak hanya untuk akun pribadi.


    Namun untuk setiap akun setiap anggota tim. Meski tampak membosankan jika harus melewati lapisan autentikasi lain, lebih dari sekadar nama pengguna dan kata sandi, namun ini sangat efektif. Jika akun menawarkan autentikasi dua faktor, pastikan untuk mengaktifkannya. Alat seperti Gmail, Evernote, dan Dropbox hanyalah beberapa di antaranya yang menawarkan opsi autentikasi dua faktor untuk memperkuat keamanan seputar informasi dan data sensitif bisnis.


Karena sebagian besar pekerjaan dilakukan dari jarak jauh, pemuda itu telah membuat aturan untuk menggunakan alat, membuka situs web, dan memasang aplikasi baru di komputer atau gadget perusahaan. Memiliki kata sandi penyalaan, biometrik, dan enkripsi data lokal.


   Sebisa mungkin pemuda itu menjaga data keamanan hingga aplikasi dan situs tertentu yang tidak terkait dengan pekerjaan tidak diizinkan untuk diakses demi menghindari masalah data dalam jangka panjang. Hal itu karena sudah menjadi kebijakan perusahaan untuk bertanggung jawab dalam hal privasi dan perlindungan data.


Mengamankan data perusahaan menjadi kekhawatiran yang semakin besar terkait model bekerja dari rumah dan model hybrid. Meskipun rencana keamanan siber menyeluruh di seluruh perusahaan diperlukan, salah satu cara cepat dan mudah untuk meningkatkan keamanan data adalah dengan mengizinkan berbagi data antar perangkat yang dikeluarkan perusahaan dan membatasi penggunaan email pribadi.


    Hal itu bisa menghilangkan kekhawatiran tentang siapa atau bagaimana sistem keamanan siber akan dibeli dan siapa yang akan memiliki sistem tersebut jika pemberi kerja/karyawan berpisah. Membatasi penggunaan email pribadi memungkinkan perusahaan mengenkripsi email, mencegah atau mengizinkan lampiran, atau mengaktifkan pengaturan keamanan lainnya untuk melindungi data perusahaan.

__ADS_1


Untuk meningkatkan keamanan data perusahaan dengan cepat, Awan bahkan meminta tuannya berinvestasi pada infrastruktur jaringan bandwidth tinggi. Sebab hal itu akan memberikan opsi yang ditingkatkan untuk mengamankan data pribadi dan memungkinkan anggota tim berbagi informasi dengan aman dimanapun mereka berada.


Salah satu cara untuk meningkatkan keamanan data perusahaan secara instan adalah dengan membuat cadangan segalanya. Ketika tidak ingin menjadi korban serangan siber dan kehilangan semua yang telah dicapai dengan susah payah. Ada praktik yang diikuti oleh banyak pakar TI yang disebut “aturan 3-2-1”.


    Sederhananya, aturan ini menyatakan bahwa seseorang harus memiliki tiga salinan data yang berbeda pada dua jenis media, serta satu salinan di luar situs, misalnya di cloud. Selain itu, Awan sudah mengenkripsi semua perangkat karyawan. Cara yang relatif sederhana namun sangat efektif untuk memastikan keamanan data dalam organisasi.


    Semua perangkat seluler yang digunakan oleh karyawan untuk mengakses data perusahaan harus dienkripsi sepenuhnya dan semua data sensitif harus disimpan dalam format terenkripsi. Dengan cara ini, ia dapat memastikan bahwa setiap perangkat dapat dipercaya. Bukankah menjadi aman terkendali?


Sebagai pakar keamanan, Awan sendiri memiliki tanggung jawab untuk mengetahui di mana titik lemah keamanan karena hal itu tidak mudah dilakukan. Terutama ketika memiliki staf yang bekerja dari jarak jauh. Tentu dirinya tidak pernah tahu apakah karyawan tertentu mengunggah kata sandi mereka ke sesuatu seperti Google Doc dan apakah akun tetap aman.


    Sebab ada begitu banyak bagian yang bergerak dalam organisasi jenis ini sehingga keamanan total mungkin mustahil dilakukan. Sehingga setiap sebulan sekali pemuda itu akan menguji keamanan data dengan menyewa organisasi profesional untuk melakukan audit keamanan. Audit ini akan memberi gambaran tentang kelemahan terbesarnya.


    Gunakan sistem pengujian hanya untuk merumuskan praktik dan strategi terbaik untuk menghindari kelemahan tersebut di masa depan. Apalagi jika seseorang mencoba melakukan penipuan phishing dengan mengirim email kepada karyawan sebagai atasan dan meminta informasi pribadi.


    Akibatnya tidak akan baik, terlebih lagi jika satu orang tertipu, maka secara otomatis akan kehilangan banyak sekali data sensitif. Dalam hal ini, ia meminta sang tuan untuk selalu mengingatkan karyawan tentang hal-hal mendasar, seperti skema phishing, dapat mengurangi sakit kepala di kemudian hari.


"Awan, kita langsung ke bandara!" titah tuan Ilyas begitu mobil berjalan meninggalkan bangunan hotel tempat pertemuan.


Gelapnya malam di angkasa membawa perasaan tidak biasa, entah kenapa tiba-tiba dirinya rindu akan kehidupan sederhana yang sempat memberikan kebahagiaan nyata. Meski selama tiga tahun terakhir harus kembali menggeluti dunia bisnis lagi. Nyatanya hati sangat merindukan kebersamaan bersama orang-orang yang tidak memiliki obsesi dan keserakahan.


"Baik, Ayah. Apa sekarang waktunya pulang ke Indonesia? Seingatku, ayah masih memiliki jadwal pertemuan minggu depan atau sudah ada pengganti yang bisa diandalkan?" Awan membenarkan posisi duduknya agar bisa memberikan kenyamanan pada sang ayah angkat yang selalu duduk di sebelahya setiap kali menikmati perjalanan bersama.


Kondisi ayahnya memang tidak begitu baik setelah insiden kecelakaan yang menimpa lima tahun lalu, tapi sebagai anak, ia sangat bangga karena bisa melihat semangat perjuangan untuk tetap hidup setelah rasa sakit kehilangan keluarga. Nasib dan takdir terkadang memang kejam karena seringkali orang dengan hati baik justru mendapatkan ujian begitu berat. Sama seperti kehidupan sang tuan.


Menghela napas pelan tetapi pandangan menatap ke arah luar. Dimana gemerlap lampu perkotaan begitu indah menunjukkan cahayanya, "Tubuh tuaku ini perlu istirahat, selama ada kamu, maka urusan pekerjaan bisa aku percayakan untuk dikelola olehmu. Ingat satu hal ini, sebanyak apapun harta tidak akan memberikan kepuasan jika hati tidak pernah bersyukur. Ayah berharap, Awan bisa membedakan niat hati dari lawan maupun kawan."


"Satu keputusan yang tidak benar bisa menyebabkan kehancuran dan ayah berharap, putraku menjaga kebanggaan keluarga. Setelah rapat nanti selesai, bergegaslah menyusul ke Indonesia karena di sana rumah kita." sambung tuan Ilyas menasehati putra angkatnya.


Baik dan benar, hanya takdir yang bisa memastikan jalan menuju masa depan. Saat ini hanya mampu mempertahankan hak dan memenuhi kewajiban antara orang tua dan anaknya. Seperti waktu yang berlalu begitu saja, dunia pun berputar bak rollercoaster di wahana permainan. Tak seorangpun bisa menebak kehidupan selanjutnya.

__ADS_1


__ADS_2