Karena Cinta

Karena Cinta
Part 44# BUNGA EMOSI KARENA MAHAVIR


__ADS_3

Tak ada lagi yang bisa dia lakukan selain tetap duduk melihat sekitar memperhatikan setiap kedai makanan. Selera makan yang tadinya meluap mendadak hilang tanpa jejak. Akan tetapi kedatangan Bryant yang membawa semangkuk bakso dan juga sepiring siomay mengalihkan perhatiannya. Sungguh Ia tidak tega jika harus melampiaskan amarah dengan memusuhi makanan.


Apalagi ia tidak ingin sang kakak curiga jika sampai menolak memakan makanan yang sudah dirinya pesan, "Harumnya kuah bakso emang beneran tercium, makasih ya, Ka." bibir dengan tenang mengucapkan terimakasih atas perhatian Bryant yang selalu menuruti setiap keinginannya.


Mau tidak mau Bunga mulai mencampur sambal, saos, dan juga kecap ke kuah bakso yang masih mengepulkan asap putih. Gadis itu benar-benar mencicipi makanan tanpa peduli dengan perasaan emosi di dalam hati. Padahal makanan semakin terasa hambar karena tidak sunguh-sungguh ia nikmati.


Jika mengikuti ego, maka bisa saja mengatakan pada Bryant tentang apa yang terjadi dan ia juga pasti akan mendapatkan keadilan. Bahkan bisa memastikan akan kemarahan semua anggota keluarga sebab tersinggung dengan postingan Mahavir. Apakah tindakan itu bisa dibenarkan?


Disaat badai menerjang terkadang akan lebih baik menahan diri. Sesaat diam melihat awal mula permasalahan yang menghadirkan kekacauan. Jika memang ingin menyelesaikan masalah sebelum semakin besar, maka bisa melakukan negosiasi dan untuk hal itu tentu harus bertemu dengan si pemuda.


Satu tindakan Mahavir bisa dikatakan merugikan pihaknya karena pemuda itu sok tau dan langsung menilai kehidupannya tanpa memeriksa latar belakang. Apalagi sampai mengecap identitas sebagai simpanan om om. Satu caption bisa memicu banyak hasil negatif tanpa disadari si pembuat postingan.


"De, kamu itu kenapa? Makanan itu dimakan!" Bryant memperhatikan Bunga dimana adiknya hanya mengaduk kuah bakso dan sesekali menyeruput tanpa mencicipi bakso yang ada di dalam mangkuk. Tidak biasa saja melihat seorang Bunga mengabaikan makanan Indonesia.


Apalagi ekspresi sang adik tidak ada semangat meski sedikitpun. Padahal sebelumnya masih baik-baik saja, wajar bukan kalau ia curiga sebab merasa aneh akan tingkah Bunga. Gadis bermata hazelnut terlihat sedang kebingungan dan juga hanya diam seperti tidak mau bicara.

__ADS_1


Apa sudah terjadi sesuatu ketika ia memesan makanan atau masa sensitif seorang wanita yang membuat Bunga terlihat tidak baik-baik saja? Entahlah, tapi kini akhirnya ia sendiri bingung karena tidak tahu apa penyebab Bunga murung. Serba salah ketika benar-benar tidak memahami situasi yang ada.


"Sini, biar kakak suapin kamu saja!" tangan siap mengambil alih mangkuk di hadapan Bunga. Akan tetapi belum juga bergerak lebih jauh tiba-tiba sang adik mengangkat tangan menghalau pergerakannya.


"Aku cuma tidak selera lagi, Ka. Makan Bakso di sini tapi malah keinget bakso tempat langganan. Gimana donk?" tatapan mata memelas ia tunjukkan agar Bryant tidak menyadari kekesalan hatinya.


Tangan masih sibuk mengaduk kuah, "Padahal ini bakso udah tak tambahin banyak sambel, loh. Sekarang mau diapakan?" tanya Bunga hanya sekedar pengalihan dengan bersikap baik dan normal seolah tidak terjadi apapun.


Padahal alasan ingat bakso tempat langgan hanya agar Bryant tidak mengajukan pertanyaan lebih jauh lagi, dan benar saja itu berhasil ketika sentuhan tangan kekar mendarat di kepalanya. Pria yang Mahavir pikir om berduit, tetapi baginya adalah kakak terbaik.


Kehidupan yang berkecukupan membuat ia tidak harus bersusah payah hanya untuk memenuhi kebutuhan pribadi. Baik itu dari perawatan ala salon maupun menikmati fasilitas serba serbi yang termasuk jalan-jalan dan juga liburan. Bukannya sombong hanya saja ia memang terlahir dari keluarga mampu.


Sehingga tidak harus menjadi simpanan om om hanya untuk memenuhi gaya hidup. Apalagi meski diberikan uang saku tebal, ia tidak pernah menghabiskan uangnya untuk barang tidak berguna. Keluarga selalu mengajarkan arti berbagi dan juga bisnis bahkan secara jelas papa Bima memberikan hutang saham. Dimana ia sebagai anak boleh mencicil angsuran sesuai kemampuan sampai lunas.


Unik tapi bukan bermaksud melakukan penekanan. Justru hal itu dilakukan agar bisa mengatur keuangan pribadi dan tidak berfoya-foya. Termasuk belajar dewasa agar bisa menangani masalah rumit yang biasanya datang tanpa mengenal waktu dan tidak mengetuk permisi.

__ADS_1


Alasan yang dirinya berikan juga sudah cukup sederhana dan bisa diterima oleh Bryant. Sang kakak percaya dan tentunya tidak akan menaruh curiga. Sebab semua anggota keluarga tahu dari kecil bahwa ia memang termasuk anak pemilih tempat makan, meskipun semua makanan akan diterima hanya saja masakan dari tangan orang-orang tertentu.


Kebiasaan-kebiasaan kecil yang sederhana biasanya diperhatikan oleh orang-orang sekitar. Dimana anggota keluarga tahu apa yang ia sukai dan tidak disuka. Jadi tidak setiap waktu harus menjelaskan panjang kali lebar ketika tidak menyukai atau mengharap sesuatu di keadaan tertentu.


Bryant tidak mempermasalahkan keluhannya, bahkan pria itu berusaha untuk memberikan semangat dengan mengalihkan perbincangan. Obrolan random yang terdengar cukup seru menjadi teman makan siang mereka berdua. Meski usia keduanya berbeda tapi tidak mengubah kasih sayang yang ada.


Antara Bryant dan Bunga, keduanya memang dibesarkan dengan penuh kasih sayang tanpa ada perbedaan. Kebersamaan antara kakak beradik masih terus berlanjut di mana keduanya tidak memiliki rasa sungkan untuk berbagi cerita. Bukankah kehidupan keluarga sangatlah beragam dengan tujuan saling berbagi cinta kasih.


Sementara itu Al yang baru saja selesai menikmati sarapan pagi yang sudah sangat terlambat. Pria itu tetap tidak mengeluh dengan menu yang dipesankan oleh Zack karena ia juga tahu sang tangan kanan pasti juga sudah menunggunya sepanjang waktu. Kunjungan yang secara mendadak pastilah membutuhkan pengawalan khusus ketika melakukan penjemputan.


"Bos Altra, tuan Bait sudah sampai di hotel dan beliau saat ini posisinya berada di ruang pertemuan. Apa kita akan datang kesana sekarang?" Zack melaporkan pesan dari salah satu rekan kerjanya yang mengirimkan informasi terbaru.


Al mendengar laporan dari tangan kanannya tanpa menjeda, lalu ia beranjak dari tempat duduk seraya menyambar jas hitam yang sudah disiapkan oleh Zack. Kemudian memakainya dengan sekali gerakan nan elegan, "Rapat kali ini hanya ada para petinggi, jadi sebaiknya kamu selesaikan pekerjaan yang lain saja! Ingat kembali temui aku malam nanti."


Sesuai dengan perintah bos Altra. Zack membiarkan sang tuan pergi meninggalkan kamar seorang diri tanpa pengawasan, apalagi pengawal pribadi. Sebagai tangan kanan dirinya tidak merasa harus selalu stand by di sebelah sang majikan sebab Alkan Putra sanggup menghadapi lawan tanpa bantuan orang lain.

__ADS_1


__ADS_2