
"Kita makan sepiring berdua saja, enggak usah cari makan di luar!" seru Daniel yang membuat Arina benar-benar sangat terkejut.
"Apakah kau yakin?" tanya Arina.
"Tentu." jawab Daniel.
Mendengar jawaban seperti itu kelihatannya Arina mencibir pria yang ada di depannya itu.
"Kalau begitu aku akan ambil sendok lagi." ucap Arina yang kemudian berdiri hendak mengambil sendok.
Sedangkan Daniel kembali menarik tangan Arina.
"Tidak usah, pakai sendok ini saja. nanti kau suapi aku seperti tadi." ucap Daniel.
Lisa yang mendengar perkataan Jihan tentu saja Gadis itu hatinya benar-benar panas.
"Apa? tadi Mas Daniel menyuapi wanita ini? wanita sok cantik dan sok kaya ini." guman Lisa dalam hati.
"Apa kamu yakin?" tanya Arina yang tidak percaya denganmu pendengarannya sendiri.
"Tentu aku yakin." jawab Daniel yang kemudian melirik Lisa yang wajahnya benar-benar sangat kesal. apalagi Lisa harus melihat adegan yang dipertontonkan oleh Arina dengan sengaja.
"Buka mulutmu, aku akan menyuapimu dulu setelah itu aku makan." ucap Arina yang membuat Daniel langsung membuka mulutnya.
Sebenarnya kejadian seperti ini normal-normal saja. karena toh Mereka berdua adalah suami-istri bagi yang tahu, kalau yang tidak, ya.., mereka berdua adalah Putra majikan dan pembantunya.
"Nanti jadi tidak kita keluar?" tanya Daniel.
"Apakah kamu benar-benar ingin keluar?" tanya Arina kembali.
"Tentu." jawab Daniel yakin.
"Aku ikut Mas!" seru Lisa yang tiba-tiba memotong pembicaraan sepasang suami istri Itu.
"Motornya tidak cukup, Lisa. kau carilah orang lain untuk membonceng mu!" ucap Daniel.
"Tidak mau, aku mau sama Mas Daniel saja." Jawab Lisa.
__ADS_1
"Aku kan sudah bilang, Nisa. kalau motornya tidak cukup untuk kita bertiga." jawab Arina.
Daniel nampak tersenyum kembali, pria itu mengangguk-anggukkan kepalanya karena melihat Lisa benar-benar sangat kesal.
"Ayolah Mas, ajak aku dong." pinta Lisa.
"Tentu saja aku mau mengajakmu, tapi kalau boncengan bertiga ya aku tidak bisa." jawab Daniel.
"Bagaimana kalau kita bertiga jalan saja." usul Lisa.
"Aku tidak mau, aku capek. lagi pula kau tahu sendiri kan kebiasaanku seperti apa kalau jalan jauh." ucap Daniel yang membuat Arina menganggukkan kepalanya.
"Ya udah kalau gitu, Lisa. kamu cari lah teman lain untuk membonceng mu. nanti kita ketemu di alun-alun desa ini." ucap Arina yang kemudian menyuapi Daniel kembali.
Lisa benar-benar kesal saat melihat tontonan seperti ini, mereka berdua seolah sepasang suami istri yang sedang memamerkan kemesraan mereka.
"Kenapa wanita ini harus hidup di dunia ini, wanita menyebalkan. coba saja kalau dia bukan isteri Mas Daniel, pasti pria ini tidak akan menuruti semua permintaan wanita ini." gerutu Lisa yang kemudian pergi dari ruang makan.
"Kamu udah ngopi belum?" tanya Arina yang tiba-tiba.
"Belum, Memangnya kenapa?" tanya Daniel balik.
"Memangnya kau bisa membuat kopi? jangan-jangan kamu memiliki rencana untuk membuat aku keracuna." sindir Daniel.
"Kalau cuma buat kopi saja aku bisa, siapa yang setiap hari memberikanmu kopi kalau bukan aku." jawab Arina.
Akhirnya malam itu Daniel benar-benar mengajak Arina keluar untuk melihat perayaan yang ada di desa, sorot mata Daniel yang tidak pernah melihat hal itu nampak dia sangat bahagia. keramaian kota tidak sebanding dengan keramaian Desa, suara canda tawa orang-orang yang tertawa dan makanan tradisional.
"Kita kesana yuk!" seru Arina yang dari tadi menarik tangan Daniel untuk melihat-lihat para penjual makanan.
"Memangnya kamu mau makan apa?" tanya Daniel.
"Aku mau makan makanan itu!" seru Arina yang melihat kembang gula.
"Kau Itu bukan lagi anak kecil, masak mau makan kembang gula nanti kalau tidur tidak kau sikat gigimu bisa-bisa kau sakit gigi." ucap Daniel.
"Kau kira aku ini anak kecil apa." jawab Arina.
__ADS_1
Daniel nampak menatap wajah Arina yang tersenyum begitu bahagia, Baru kali ini dia melihat wajah polos istrinya itu. walaupun dulu dia benar-benar sangat membenci Arina Karena wanita itu adalah wanita cupu, sangat tidak seksi bahkan pakaiannya benar-benar monoton seperti itu. namun sekarang semuanya benar-benar berbeda, tatapan mata Daniel menatap Arina dengan berbeda, terasa ada sengatan listrik yang merasuk ke tubuh Daniel ketika melihat senyum istrinya. dulu Daniel selalu melihat seorang wanita dari harta kekayaan ayahnya. namun sekarang semuanya benar-benar sangat berbeda.
Terlihat seorang pria dari tadi terus menatap Arina yang berjalan kesana kemari sambil tersenyum, wanita itu memakai dress dan celana selutut. wajahnya yang cantik membuat beberapa pria melihatnya tanpa berkedip.
Daniel yang melihat hal itu, pria itu tahu kalau para pemuda desa yang melihat Arina kelihatannya mereka mempunyai pemikiran jelek. salah satu dari pemuda itu hendak menabrak Arina, dengan segera Daniel langsung menggunakan tubuhnya agar para pemuda itu tidak menyentuh tubuh isterinya.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Arina yang melihat seorang pria hendak melakukan sesuatu kepadanya.
"Memangnya apa yang kami lakukan?!" seru beberapa pemuda.
"Berani sekali Kalian mau melakukan sesuatu padaku!" seru Arina yang tidak terima karena beberapa pemuda itu hendak melakukan sesuatu padanya.
Karena begitu kesal terlihat Arina langsung melepas sepatunya dan mulai memberikan tendangan kepada salah satu pria, Daniel melihat hal itu nampak pria itu menghela nafasnya. sifat liar istrinya kembali muncul karena dia tidak terima diperlakukan seperti itu.
BUG..
BRAKK...
Daniel langsung menghajar beberapa pria yang mencoba untuk menyentuh tubuh istrinya.
"Jangan berani kalian menyentuh wanita ini!" seru Daniel yang tidak terima. pria itu benar-benar sangat marah, dia menghajar beberapa pemuda yang mempunyai kelakuan bejat itu.
"Ada apa mas, Daniel?" tanya seorang pria kepada Daniel.
"Mereka bermaksud kurang ajar pada isterimu." jawab Daniel.
"Pergi kalian dari sini, jika tidak kak aku akan memanggil polisi!" seru Haris.
para pria itu akhirnya segera pergi meninggalkan Arina dan Daniel.
* Bersambung *
Mohon dukungannya pada novelku yang lainnya 😊😊😊
- Mawar berduri
- Terlempar ke dunia sang kaisar
__ADS_1
- karena cinta