Karena Cinta

Karena Cinta
Part 193#DIANGGAP SAUDARA?


__ADS_3

Darren yang tak ingin mengganggu kebersamaan antara Ibu dan kedua anak, pria itu memiliki diam dan tetap menyimak obrolan yang sedang menjadi pembahasan serius. Akan tetapi pemikiran si pria juga tidak pada tempatnya, entah apa yang membuat hati merasa gelisah mengingat sesuatu. Mungkin ia sendiri tak memahami apa yang telah terjadi pada dirinya hingga merasa kebingungan.


Tak ada yang bisa membuat dirinya memahami permasalahan di dalam hidup yang menjadi miliknya sendiri. Di satu sisi ia merasa sudah menemukan tempat kembali di mana ia akan tinggal bersama keluarga yang pasti akan selalu terbuka untuk kedatangannya. Sementara di sisi lain ia juga mengharapkan hal yang masih menjadi sebuah harapan semu.


Hati yang merasa gelisah dengan pikiran tak karuan arah membuat pria itu terjebak pada kenangan di masa lalu. Dimana mungkin ia sendiri masih belum memahami harus melepaskan atau mengikhlaskan segala sesuatunya. Namun waktu selalu tidak memberikan pilihan tepat di saat yang baik. Begitulah yang ia rasakan selama ini meski sudah mengalah di setiap kesempatan.

__ADS_1


Sentuhan tangan pelan yang memegang pundak kiri mengalihkan perhatian bahkan dalam sekejap mengubah rasa tak nyaman di hati berganti seulas senyum hangat menyambut sang wanita pemilik tahta atas nama cinta. Tatapan mata yang bertautan menyentak kesadaran akan si dia kini hanya sebatas saudara saja, lalu untuk apa meneruskan rasa ketika itu bisa menjadi pemicu masalah di tengah kedamaian keluarga.


"Kakak kenapa, mukanya kok ditekuk gitu, lagi ada masalah serius, ya? Crita sama Ara atuh, masa sama adik sendiri mau main rahasia." Ara yang awalnya merasa sendiri karena Bryant masih bersama kedua orang tua sehingga membuat bumil satu itu meninggalkan tempat duduk dan mencari teman untuk dihabiskan sembari menikmati sisa perjalanan udara.


Darren dengan sigap membantu Ara agar duduk di sebelahnya, "Kamu ini, perutnya udah mulai gede harus hati-hati!" melihat sahabat sekaligus saudarinya yang tidak mengenal tempat untuk jalan-jalan membuat ia khawatir, padahal keadaan masih dianggap baik-baik saja.

__ADS_1


Kebiasaan manusia yang sudah mengakar akan selalu menjadi hal lumrah. Apalagi jika hal tersebut sudah merupakan gaya dari karakteristik seseorang maka bisa diibaratkan sebagai sesuatu yang tak terlupakan. Bahkan jika mengalami amnesia, kebiasaan yang menjadi ciri khas akan tetap melekat di luar kesadaran.


"Tidak baik berspekulasi sesuka hati. Lagian kamu itu sahabat, adik, sekaligus wanita yang masih menempati hatiku. Jadi tidak ada alasan untuk menyembunyikan apapun dari mu. Apa seorang Ayesha Ramadhani meragukan keberadaan pria seperti aku?" Darren membalikkan pertanyaan yang akan mengakhiri pertanyaan selanjutnya dari Ara.


Bukan tidak ingin terbuka tapi ia hanya ingin wanita pemilik hatinya itu fokus dengan kehidupan rumah tangga dan keluarga saja. Apapun masalah di kehidupannya saat ini, ia sendiri masih bisa menangani dengan baik. Lagipula emosi ibu hamil harus tetap dijaga agar selalu dalam keadaan stabil meski kenyataannya lebih sering terusik karena alasan sederhana.

__ADS_1


Perasaan gelisah yang tampak dari sorot mata pria di dekatnya tak bisa membuat ia tertipu dengan kata-kata pembalikan keadaan, hanya saja ia sendiri tidak ingin memaksa ketika sang sahabat masih ingin diam tanpa menghadirkan kebenaran di antara mereka. Apalagi yang bisa dilakukan selain berpura-pura tidak mengenal meski di dalam kepala memiliki banyak tanya.


"Terserah kakak aja mau anggap aku gimana. Ara mau numpang tidur," balas Ara, lalu memejamkan mata sehingga membuat Darren tak berani mengusiknya.


__ADS_2