
Hanya satu lontaran kata yang terucap dari bibir Arina ketika pria itu mengatakan kalau dirinya sudah mempunyai kekasih.
"Kalian berdua Ini kenapa sih? Kalian selalu mengganggu aku dan Mas Daniel, Apakah kalian tidak punya pekerjaan selain keluyuran kesana kemari." cibir Arina yang kemudian meminta Daniel untuk segera pergi dari sana.
"Lebih baik kita pergi dari sini, di sini tempatnya sangat menyebalkan. ada orang-orang yang menyebalkan, banyak lalat berterbangan aduh males banget." ucap Arina yang terlihat menatap Lisa yang dari tadi berusaha untuk mendekati Daniel.
"Apaan sih, kamu bilang gitu. kamu kira kamu itu siapa berani-beraninya kamu bilang aku ini pengganggu." Lisa yang tidak terima.
"Ya sudah kalau begitu kita pergi dari sini saja." jawab Daniel yang kemudian menggendong Arina dan membawa istrinya itu masuk ke dalam mobil.
Lisa yang melihat hal itu nampak wanita itu berpura-pura terjatuh dan menempel di tubuh Arina.
"Kamu mau apa sih!" seru Arina yang tidak sengaja mendorong tubuh Lisa yang membuat wanita itu tersungkur.
DUG..
"Ya ampun Mbak, ngapain sih Mbak dorong aku." ucap Lisa yang terlihat berakting kesakitan.
"Lisa, Apa yang kamu lakukan! Jangan bersikap seperti itu pada isteriku!" seru Daniel yang kemudian membantu Arina yang terjatuh
"Lagian siapa sih Mas yang dorong dia, aku enggak dorong dia." jawab Lisa dengan suaranya sedikit emosi.
__ADS_1
"Bagaimana kamu tidak mendorong dia, Lihatlah dia sampai tersungkur dan terluka seperti itu." ucap Daniel.
"Kau ini bagaimana sih, lebih percaya Wanita itu. sudah jelas-jelas aku tadi tidak mendorongnya dia sendiri yang nempel-nempel sama aku!" seru Lisa.
"Ya udah kalau gitu nggak usah marah seperti itu, lebih baik kamu di sini saja Lisa. aku akan membawa istriku pulang, kamu jangan berani mencoba untuk mendekat. aku tidak suka kamu dekat-dekat denganku ataupun mendekati istriku" ucap Daniel.
Arina yang diperlakukan seperti itu wanita itu sangat bahagia, di depan matanya Daniel memarahi Lisa karena mendorongnya.
"Oh ya mas kamu tidak mau menolongku? aku ini terluka." ucap Lisa.
"Minta tolong saja kepada orang lain, aku akan membawa istriku pulang terlebih dahulu." jawab Daniel.
"Kau mau ke mana!" seru Daniel yang terlihat mencekal tangan Arina.
"Auchhh, sakit Mas...," suara rintihan dari Lisa ketika terlihat kepalanya terbentur sesuatu.
"Udah nggak usah pakai pura-pura seperti itu, kamu itu banyak acting." ucap Arina.
"Kau tidak usah bersikap seperti itu, Apakah kau tidak lihat kalau dahinya terluka." jawab Haris yang terlihat mendatangi Lisa.
"Haris, Bisakah kau mengantarkan wanita itu pulang. Apakah kamu membawa sepeda motor atau mobil?" tanya Daniel.
__ADS_1
"Aku membawa motor." jawab Haris.
"Kamu mau ke mana!" seru Daniel saat melihat arina masuk ke mobil.
"Enggak usah menghiraukan aku, tolong kekasihmu itu dan jangan sentuh-sentuh aku!" seru Arina.
"Kamu ini kenapa sih, kenapa marah-marah seperti itu. kenapa juga kamu harus menuduh seperti itu, lagian aku tidak ingin menolongnya mau dia jatuh atau apapun. aku kan tidak menolongnya." jawab Daniel.
"Mungkin aja kamu mau menolongnya, mas tolong aja wanita itu, bawa dia pulang aku mau pergi." ucap Arina yang benar-benar kesal.
"Kamu jangan marah seperti itu, lagian kamu itu istriku. dia kan orang lain ngapain juga aku memperhatikan orang lain? istriku aja sedang sakit malah aku lupakan." jawab Daniel santai.
"Apakah seperti ini rasanya cemburu, Mengapa rasanya sesakit ini." gumam Arina.
** bersambung **
Di perjalanan terlihat Daniel memukul setir mobilnya. Dia lebih memilih menolong Nisa tanpa memikirkan perasaan istrinya, pasti Wanita itu sangat marah, beberapa jam kemudian terlihat Daniel yang sudah sampai di rumah dengan membawa Nisa bersamanya.
Terlihat disana Deni sedang mengobati kaki Jihan yang mengeluarkan darah.
"Kamu bisa memakaikan perban tidak? Kalau tidak bisa lebih baik kau carikan aku Dokter. Kalau kau melakukan hal itu terus bisa-bisa kakiku ini hancur karena kelakuanmu." ucap Jihan.
__ADS_1