Karena Cinta

Karena Cinta
Part 172#PION DALAM KEHIDUPAN


__ADS_3

Tantangan terbuka berkumandang dengan begitu kerasnya yang menghadirkan keberanian dari dalam jiwa. Baginya tak mengapa untuk menjemput bahaya karena hidup tanpa luka justru hambar yang ia rasa. Meski dengan sadar caranya justru menambah musuh yang nyata, ia benar-benar tidak memperdulikan hal itu.


    Satu hal ia yakini jika si raga yang tak bernyawa di dekatnya akan menjadi umpan empuk agar tuan palsu muncul menunjukkan jati diri. Lagipula lawannya barusan bisa dipastikan salah satu pion kesayangan dan akan mendapatkan penghormatan terakhir selayaknya manusia. Meski keyakinan itu hanya lima persen saja.


      Kehidupan ini tak ubahnya permainan catur, dimana catur juga menjadi permainan paling tua sepanjang sejarah peradaban manusia. Aturan main yang berlaku dalam catur cenderung mudah untuk dipahami siapapun, baik muda maupun tua. Ditambah lagi, catur memang permainan yang menguji kecerdasan otak.


    Kini catur moderen sudah diakui oleh masyarakat dunia dan dijadikan olahraga resmi yang dipertandingkan secara profesional. Kenapa kehidupan menjadi seperti permainan catur, sebab di dalam permainan ini banyak bidak yang dijadikan penopang kesuksesan banyak orang, terutama seorang penguasa. Terlebih lagi di dalam dunia bisnis yang dipenuhi tipu muslihat dan banyak siasat.


    Dalam permainan ada raja, ratu, gajah, kuda, benteng, dan pion. Konon, permainan catur bermula dari India, sehingga jenis-jenis bidak yang ada dalam permainan ini sesungguhnya mencerminkan jenis-jenis prajurit di militer kerajaan India abad pertengahan, seperti pasukan infantri, ksatria berkuda, pengendara gajah, dan lain sebagainya.


   Namun ketika catur sampai ke Eropa pun, permainan ini diakui sebagai sarana untuk belajar strategi militer tanpa harus benar-benar melakukan perang, serta menjadi mainan populer bagi raja dan bangsawan. Kebanyakan orang akan menyukai bidak ratu, karena ratulah bidak paling kuat, yang gerakannya paling leluasa dan sanggup mencapai jarak sejauh apapun.


    Akan tetapi, sayangnya ratu hanya ada satu. Sebenarnya tidak semua suka menjadi ratu karena beberapa orang menyukai benteng, karena langkahnya yang lurus, sebagian lagi ada yang suka gajah, karena lebih suka berjalan diagonal. Kuda pun jadi favorit karena bisa secara unik bergerak membentuk huruf “L” dan bisa melompati bidak lain, bahkan ratu saja tidak bisa melakukan itu.


Tapi di antara keunikan bidak-bidak itu, masih ada bidak yang terlihat biasa tetapi mengemban tugas tak biasa. Siapa lagi jika bukan pion, sebenarnya tidak banyak orang menyukai pion karena pion adalah bidak paling lemah. Dimana hanya bisa bergerak selangkah kecuali jika di daerahnya sendiri, ia bisa langsung bergerak dua langkah.


    Pion tidak bisa mundur, ia hanya bisa berjalan lurus, tapi anehnya ia hanya bisa “memakan” musuh secara diagonal. Sangat tidak menguntungkan bukan? Tapi meski memiliki kelemahan semacam itu, pion menyimpan kelebihan tersendiri yang tidak banyak diperhitungkan orang.

__ADS_1


    Misalnya, jumlah pion jauh lebih banyak daripada bidak lainnya, dan dengan bekerja sama, pion bisa membentuk formasi yang cukup mematikan bagi lawan. Bahkan, tak banyak yang menyadari, ada banyak sekali filosofi dan teladan hidup yang bisa dipelajari dari tingkah-laku pion.


Pion sadar bahwa dirinya tidak sekuat bidak lain. Namun, ia pun sadar bahwa jumlahnya paling banyak. Sehingga ia pun harus bekerjasama jika ingin menjadi kuat. Bersatu pion teguh, bercerai pion runtuh. Pernahkah kamu melihat seorang pemain catur profesional membuat formasi piramida ataupun zig-zag dengan menggunakan pionnya?


    Semua itu karena pion hanya bisa membunuh musuhnya secara diagonal dan satu langkah saja. Maka, dengan membentuk formasi piramida, atau zig-zag, atau membentang diagonal seperti tangga, pion menjadi sulit untuk dikalahkan. Ya bayangkan saja, jika musuh membunuh sebuah pion, maka di belakang pion tersebut ada pion lagi yang siap membalaskan dendam teman nya.


Strategi ini lumayan efektif untuk membuat lawan mati kutu dan tidak bisa menembus pertahanan dan lantas memberi waktu bagi bidak lain untuk melancarkan serangan balik pada musuh. Dari satu strategi saja sudah belajar arti penting dari kerja sama dan gotong-royong. Sehingga tidak sepantasnya sebagai individu merasa lemah dan tidak berdaya, lantas tidak percaya diri untuk membuat perubahan.


     Bisa dikatakan jika pion adalah prajurit paling setia. Ia ada di garis depan saat permainan dimulai. Ia membentuk garis pertahanan kerajaan. Ia bahkan melindungi raja dari serangan langsung. Tidak bisa dibayangkan bagaimana jadinya bila bermain catur tanpa sebaris pion yang kokoh.


    Lalu di saat permainan dimulai, pion ada di garis depan melindungi seluruh bidak kerajaan yang lain. Raja sebagai bidak penentu kemenangan dan kekalahan perang pun, dilindungi secara langsung oleh pagar betis pion. Sementara bidak lain butuh waktu untuk mengatur serangan, pion sudah bisa lebih dulu maju ke garis depan pertempuran.


Ia juga memahami bila raga tak bernyawa di dekatnya hanyalah pion seorang penguasa yang mana dianggap tidak terlalu berharga, sehingga sering “dikorbankan.” Meski begitu, ia tak mau mengabaikan jika pengorbanan seorang pion biasanya tidak akan pernah sia-sia. Bagaimanapun situasinya harus tetap waspada.


Jika musuh siap melemparkan umpan dan mengorbankan bidak, maka itu juga termasuk teknik biasa dalam permainan catur. Bahkan seorang Grandmaster handal tahu tidak hanya bagaimana cara mengalahkan bidak musuh, tapi juga mengorbankan bidaknya sendiri demi mengalahkan bidak musuh yang lebih kuat.


     Ia sudah membayangkan pergerakan dari pion kecil yang nekat dimajukan ke daerah musuh. Selama hidup dirinya juga melihat banyaknya orang di sekitar yang sering diremehkan, padahal setiap raga yang berjiwa berkorban demi apa yang mereka cintai. Kenyataannya adalah kehidupan memang sebuah perjuangan.

__ADS_1


    Namun yang menjadi permasalahannya bukan seberapa banyak pion milik musuhnya tetapi bagaimana caranya mendapatkan kebenaran nyata. Jika ia hanya menunggu di tempat kejadian perkara maka sama saja membuang waktu secara percuma. Sesaat memikirkan jalan keluar agar kembali menuju tujuan awal.


    "Jika dengan berburu bisa menemukan titik terang, kenapa tidak memburu mangsa di tempat seharusnya? Lagipula kehidupan harus dijalani dengan bersuka ria." gumamnya setelah memikirkan ulang rencana yang sudah disusun sedemikian rupa, tapi hanya karena satu alasan akhirnya berubah haluan.


    Padahal niat awal hanya mencari informasi tanpa ada niat menerkam mangsa. Seperti biasa di dunia selalu penuh kejutan yang tak bisa diterka dimana terkadang menyambut luka atau suka sehingga ia pun mencoba menerima kenyataan dengan mengatur strategi ulang demi mencapai tujuannya. Lagipula tidak ada yang sempurna di dalam kehidupan fana.


    Dilemparkannya benda pipih tak bersuara yang sampai akhir masih tak mau mengatakan sepatah kata, lalu dengan santainya menginjak-injak benda mati tanpa perasaan dilema. Biarkan saja hancur seperti nasib mangsa yang kini akan menjadi buruannya, kini sudah waktunya untuk kembali menjalani dunia normal sebagaimana mestinya.


    Kegelapan malam di tengah bangunan nan runtuh menyisakan mayat yang berlumuran darah dengan wajah rusak. Akan tetapi jika seseorang datang dan mengambil raga itu, maka masih bisa dikenali agar mempermudah proses identifikasi. Sang pelaku sengaja meninggalkan korbannya dalam keadaan mudah diidentifikasi, hal itu dilakukan hanya sebagai peringatan pertama bagi musuhnya.


    Arak awan yang menyelimuti langit alam semesta terus berlarian ditemani beberapa bintang walau tak ada rembulan hingga sang fajar datang menggantikan kegelapan berganti sinar harapan di batas cakrawala. Riuh akan nyanyian alam yang menjadi nada kehidupan di tengah buaian embusan semilir angin nan sejuk menerpa wajah terpejam.


    Secercah sinar mentari menerobos celah tirai nan menjuntai yang menari mengikuti irama angin. Sorot jingga dengan kehangatannya memandikan raga polos yang terbaring manja di atas ranjang tetapi sayangnya ia masih enggan membuka mata hingga merasakan beban melingkar di perutnya. Sontak saja terperanjat hingga mimpi indah menghilang begitu saja.


    "Astagfirullah, hampir saja jantungku copot." Lirikan mata mengamati wajah di sebelahnya, garis dewasa dengan pesona yang begitu menjiwai setiap tarikan napasnya. "Aku kira semalam ketiduran di kamar sebelah, trus kapan pindahnya, ya?"


Dengan senang hati ia mengangkat tangan kanannya hingga berlabuh di wajah tampan suaminya, "Kebersamaan kita terasa begitu cepat, sedangkan aku ingin selalu berada di sisimu tapi kehidupan sendiri menjadi teka teki. Harapan masih sama untuk pernikahan kita dan aku selalu berdo'a untuk kebahagiaan kita semua."

__ADS_1


"Good morning, my hubby. Bangun, yuk! Bukankah hari ini ada banyak jadwal?" suara ajakan yang terdengar seperti bisikan mengusik kedamaian si pria dengan mata terpejam.


__ADS_2