Karena Cinta

Karena Cinta
Part 43# KARENA GAUN, AKIBAT BOSAN


__ADS_3

Pernyataan Bunga, membuat Bryant tak bisa lagi menahan rasa di dalam dada bersambut tawa tanpa niat mengejek. Kekehan pelan dengan tangan memegang kedua telinga menjadi awal permintaan maaf, "Sorry, mau tunggu disini? Biar aku belikan pakaian lain untukmu."


"Ogah!" jawab Bunga ngegas menolak tawaran Bryant, lagi pula ia tau kakaknya itu tidak begitu mengenal fashion wanita. Jadi akan lebih baik tidak mengharapkan perhatian lebih dari biasanya, "Kita pulang saja, ya! Jaketnya juga tidak sampai bawah nih, Ka. Malah berabe kalau jalan-jalan nanti ...,"


"Kan ada aku, tapi kalau emang gak nyaman, ya sudah. Kita balik ke rumah saja, atau mau ganti pakaian dan kali ini pasti bisa di pake jalan-jalan. Kakak janji!" Bryant memegang tenggorokannya seperti janji yang ada di drama televisi.


Pria itu hanya tidak ingin hari milik adiknya berubah menjadi suram sebab hal sepele seperti pakaian. Sehingga tanpa persetujuan pasti, ia meminta Bunga agar tetap di dalam ruang ganti. Sementara dirinya bergegas ke toko sebelah membeli beberapa pakaian wanita untuk sang keponakan.


Pelayan toko harus terjun membantu karena Bryant mengantisipasi kekeliruan dalam pemilihan pakaian. Kemudian setelah membayar barang belanjaan, ia kembali ke area ruang ganti dan memberikan empat paper bag agar bisa dicoba oleh Bunga. Hanya memerlukan waktu sebentar sampai gadis mata hazelnut keluar dari ruangan.


Penampilan yang sangat benar-benar berbeda dan pastinya seperti gadis muda nan polos tanpa sentuhan make up. Bunga tidak memilih gaun yang terlihat mencolok, tetapi justru pakaian lain sehingga hasil akhir tampak ceria dan menggemaskan. Bryant bahkan pangling melihat perubahan penampilan dari sang adik karena memang benar-benar berbeda dengan penampilan sebelumnya.


"Ambil ini, Ka!" Bunga mengembalikan paper bag berisi gaun terbuka yang entah pilihan siapa. "Kakak itu aneh tau, masa beli pakaian modelnya hmm semua. Syukurlah masih ada satu pakaian normal yang bisa aku pakai kalau tidak lebih baik kita pulang!"


"Alhamdulillah, sekarang sudah manis dengan pakaian baru yang pas untukmu. Daripada manyun lagi, gimana kalau kita cari makan dulu? Sebelum jalan-jalan sebaiknya isi energi biar kuat, ayo!" ajak Bryant tak ingin membuat Bunga larut karena satu masalah kecil sebab sang adik sudah mendapatkan pakaian yang tepat.


Waktu memang sudah menunjukkan hampir pukul satu siang, jadi sudah waktunya untuk mencari asupan nutrisi sebagai pengganjal perut agar tidak terserang asam lambung. Berhubung perut sudah keroncongan akhirnya Bunga setuju tanpa berkomentar ketika Bryant menggenggam tangan menariknya berpindah tempat ke area foodcourt.


Area foodcourt yang memang memiliki banyak menu makanan di satu tempat memudahkan mereka mencari menu makan sesuai selera. Jadi jika ingin makan di satu tempat dengan menu berbeda tentunya tidak ada kendala. Meski mereka berdua masih belum berjalan-jalan menikmati waktu tapi begitu melihat deretan kedai dengan menu makanan berbeda sudah cukup mengubah arah tujuan.


"Kak, aku mau bakso yang di kedai itu dan juga siomay di kedai sebelahnya!" Bunga menunjuk kedua kedai berbeda yang merupakan menu makan khas Indonesia.

__ADS_1


Permintaan di terima dengan senang hati bersambut anggukan kepala sang kakak yang memintanya agar duduk terlebih dahulu dan sembari menunggu kakaknya kembali. Gadis itu bermain ponsel melihat apa yang terjadi di dunia maya sekedar penghilang kebosanan.


Menunggu memang hal paling membosankan, meski yang ditunggu makanan. Jemari trus men scroll area group facebook yang secara otomatis tersambung ke akun medsosnya. Awalnya masih tidak sadar ketika memasuki halaman grup yang merupakan komunitas dari anak-ank kampusnya.


Begitu banyak postingan yang menjadi bahan obrolan, tapi tiba-tiba ia tak sengaja melihat sebuah postingan dan cukup menarik perhatiannya. Postingan dengan begitu banyak like, subscribe bahkan ratusan komentar terpampang jelas.


"Oh, rupanya dia seorang artis," ujar Bunga ber oh ria begitu melihat postingan di beranda termasuk populer.


Siapa sangka ia menemukan sebuah kabar yang menyatakan Mahavir adalah salah satu artis ternama yang memang memiliki dunia lain tetapi bukan artis asal Indonesia. Hanya saja, berita itu tidak memiliki kaitan dengan aktifitas kampus, lalu kenapa postingan si pemuda terpampang di area laman group universitas?


Bukankah seharusnya diisi dengan berbagai topik pengetahuan, ya? Berhubung tidak ingin ambil pusing, jemari kembali men scroll halaman dimana satu per satu ia periksa. Tidak memiliki niat apapun selain untuk mengusir kesendirian hingga rasa bosan kembali datang menyapa.


Niat hati ingin keluar dari halaman tersebut, tapi tiba-tiba ia melihat sebuah postingan terbaru dari akun si artis. Awalnya tidak penasaran hingga dirinya tertarik dengan caption yang tertulis di dalam postingan tersebut. Entah kenapa setelah membaca di dalam hati, ia merasa Mahavir sedang menyudutkan dirinya.


"Gue bersyukur tidak jadian dengan cewek yang ternyata simpanan om om," ucap bunga membaca tulisan yang tertera di atas foto. Hawa panas menyeruak di dalam hati dengan tangan mengepal erat menggenggam ponsel sebagai pelampiasan emosi.


Jika ia tidak segera sadar kemungkinan besar makan si benda pipih bisa rusak akibat ulahnya. "What's, dia pikir dirinya siapa? Seenak jidat ngatain aku simpanan om om!"


Geram dengan debaran emosi menahan amarah. Semua orang pasti tidak terima jika ada ada tangan jahil dengan pikiran kotor menilai kehidupan orang lain sesuka hati tanpa koreksi. Apa yang dilakukan Mahavir berupa tuduhan karena hal itu tidak pernah dirinya lakukan.


Memang tidak semua tahu jika antara ia dan Bryant memiliki status keluarga. Meski begitu Mahavir sudah melewati batas, apalagi jika dipikir secara lebih matang pernyataan harusnya diralat. Bryant bahkan masih sangat muda karena usia mereka berdua hanya terpaut empat tahun setengah saja.

__ADS_1


Penampilan Bryant juga tidak kalah saing bahkan jika disandingkan dengan Mahavir masihlah tampan sang kakak terkasih. Tidak peduli seperti apa kebenarannya, satu hal pasti yaitu postingan yang diunggah Mahavir memang berasal dari posisi depan mobil.


Dimana dari sudut tersebut hanya menunjukkan satu sisi saja dan tanpa menyorot wajah Bryant sebab dari hasil pengambilan gambar menunjukkan waktu ketika seorang kakak memasangkan sabuk pengaman dan sang adik malah sibuk melihat isi paper bag.


Jadi jika orang melihat dari sudut pandang yang mengambil foto dan tulisan di postingan. Maka terlihat sedang bermesraan kecuali melihat dari samping mobil maka penilaian akan berbeda lagi. Apa ia harus memberitahu pada orang-orang bahwa tidak terjadi sesuatu antara kakak beradik?


Kekesalan di hati semakin terasa. Ada rasa ingin membalas Mahavir atau setidaknya melakukan klarifikasi atas fitnah pemuda itu sebab saat uji ia menjadi penonton bisu yang tidak bisa menjawab tudingan tersebut. Ingin juga melakukan pembenaran agar tidak Ada kasus perundungan di kemudian hari.


Namun jika sampai mengklarifikasi, maka hari esok akan ada pemuda lain yang tidak waras berusahalah menggodanya. Selain itu hati yakin bahwa apapun yang dilakukan Mahavir hanya untuk memancing emosi hati saja. Si artis sudah bertindak kelewat batas dengan menyebarkan berita palsu.


Kali ini dia hanya mengambil bukti tanpa melakukan apapun sehingga untuk kedepannya nanti semua harus dipersiapkan, "Ck, pemuda amatiran? Satu kesalahan atas tindakanmu sudah cukup membuatku semakin ilfil dan tidak ingin lagi melihat wajah sok cakep."


"Cukup sudah kau tabuh genderang perang yang selama ini diriku hindari. Mahavir, lihat saja kedepan nanti. Siapa yang tunduk di bawah kemenangan hati antara aku atau kamu dan jangan panggil namaku Bunga jika sampai melepas pemuda tak berakal sepertimu?"


Bunga menggeletakkan ponsel ke atas meja tanpa perasaan hingga menimbulkan bunyi cukup keras yang membuat beberapa pengunjung mengalihkan perhatian ke arahnya. Tentu mereka merasa terusik akan ulahnya. Sehingga hanya bisa meringis menahan diri agar tidak kembali menunjukkan emosi hati.




.

__ADS_1


.


. Kakak adik beda orang tua, Bunga with Bryant


__ADS_2