
Tiger menyambut hangat uluran tangan Li Mei, "Promise, but I can't come before the mission this time finished without leaving a problem for someone I really respect. Do you want to wait or take the item, the decision in your hand, Li Mei."
Keputusan yang dibuatnya bukan sesuatu hal terburu-buru karena ia benar-benar ingin mengetahui kisah di balik barang lelang hanya saja keadaan tidak memungkinkan. Dimana ia sendiri akan fokus memulai pekerjaan dan demi menyelamatkan kehidupan karena setelah pergerakannya dilacak maka pasti menimbulkan banyak masalah yang tidak terduga.
Kesepakatan antara Li Mei dan Tiger membuat kedua insan itu semakin dekat dengan kepercayaan hati yang tak mudah dipisahkan. Seperti waktu terus bergulir menjemput sang rembulan dan meninggalkan sinar mentari. Begitu cepatnya waktu hingga tak terasa beberapa hari berlalu begitu saja tanpa ada banyak ketegangan.
Di ruangan nan sunyi dengan penerangan yang begitu menyilaukan membuat pandangan mata seseorang terganggu. Entah sudah berapa lama ia terlelap dan menjadi bahan percobaan tanpa seizinnya. Hati hanya merasa lebih baik dan begitu juga dengan raganya, hanya saja apa yang sudah terjadi?
"Sayang, kamu sudah bangun?" suara sapaan menyambut kembalinya sang istri setelah terbaring tak sadarkan diri hampir selama tiga hari tiga malam hingga membuat dirinya tidak tenang sepanjang waktu.
Sentuhan lembut yang menghantarkan kehangatan mengusap pipi kanan membuat si wanita mencari keberadaan pemilik suara dan ternyata suaminya senantiasa duduk di dekat ranjang untuk menjaga dia. Seulas senyum tipis menyambut hari baru di dalam kehidupan mereka berdua. Begitulah yang ia lihat dari senyum sang pria pendamping hidupnya.
"Mas, kita di mana dan kenapa tanganku diinfus?" sekuat tenaga mengeluarkan suara tanya padahal ia merasa tenaganya sudah tidak ada.
Apapun yang terjadi pastilah atas keinginan hati suaminya dan itu tidak berarti kondisinya yang terakhir kali sudah begitu buruk. Sekilas ingatan, ia mengingat hari dirinya dalam keadaan sadar tapi setelah itu, apa yang terjadi? Ia sendiri harus tenang agar mendapatkan jawaban dari pria yang selalu menjadi pelindung.
__ADS_1
"Ocy, sekarang ini bukan waktunya untuk menjelaskan tapi kamu hanya perlu istirahat tanpa memikirkan hal lain. Satu hal yang perlu istriku tahu yaitu operasi sudah dilakukan dengan hasil baik. Tidak ada kecemasan lagi untuk masalah yang membuat kita trus berdebat. Kuharap kamu bisa mengerti alasan di balik keputusan mutlak seorang suami."
Penjelasan sekaligus pernyataan Samuel sangat singkat, jelas dan padat. Jika operasi sudah dilakukan maka tidak ada kekhawatiran atas penyakitnya tetapi ia masih belum tahu hasil akhir dan untuk mendapatkan rincian, apa ia sendiri hanya bisa menunggu hingga pulih? Jika demikian, maka menurut apapun perkataan sang suami adalah pilihan terbaiknya.
Menganggukkan kepala tanpa mengucapkan sepatah kata, lalu ia kembali memejamkan mata. Tidak lagi terkena pengaruh obat yang bisa membuatnya seperti mayat hidup, hanya saja kesadaran justru menghadirkan hal-hal pengusik ketenangan. Bagaimanapun ia memikirkan sesuatu yang akan menjadi awal titik keretakan rumah tangga.
Kekhawatiran di balik sikap diamnya Ocy sangat dipahami Samuel dimana pria itu menghela napas panjang mencoba menguatkan diri agar tetap bisa berdiri menjadi sandaran sang istri. Akan tetapi ia sendiri tidak mengharapkan adanya keraguan hati yang bisa menghancurkan ikatan tanpa kehadiran pihak ketiga. Pertanyaan demi pertanyaan bisa menyebabkan badai yang pasti menggoyahkan kedamaian.
Suara bisikan lembut yang dilakukan Samuel menyentuh emosi hati Ocy. Kepekaan seorang suami membuat wanita itu merasa beruntung memiliki suami pengertian meski dengan jelas mengetahui kemungkinan kecil untuk memiliki keturunan setelah operasi dilakukan. Apakah takdir mencoba mengajak ia agar berkompromi dengan keadaannya?
Jika demikian, lalu bagaimana menjelaskan pada keluarga tentang kondisinya yang kini semakin tidak bisa diharapkan menjadi seorang istri untuk meneruskan garis keturunan di kehidupan fana. Selain itu, ia juga ingin menyempurnakan rumah tangga dengan kehadiran seorang anak. Sayangnya hanya tersisa secercah harapan tanpa asa.
"Mas, biarkan aku tidur. Aku masih ngantuk," ucap lirih Ocy yang menyembunyikan kesedihan dan kekecewaan di dalam hatinya. Wanita itu bahkan berusaha sekuat tenaga agar air mata tetap tersimpan dan berhenti menunjukkan diri meski perasaannya begitu menyesakkan dada.
__ADS_1
Ketidaksiapan sang istri cukup dipahami olehnya dimana ia sangat mengenal Ocy. Pasangannya itu selalu mengharapkan kebahagiaan sederhana tetapi kehidupan menempatkan kerumitan di tengah kisah mereka. Meski begitu masih berjuang tanpa menggunakan emosi hati memperlihatkan ketidakberdayaan selama beberapa waktu yang cukup lama.
"Istirahatlah, Sayang." dikecupnya kening sang istri, kemudian ia beranjak dari tempat duduk, lalu melangkah menjauh meninggalkan brankar.
Samuel keluar dari ruangan rawat Ocy dengan muka masamnya sehingga membuat seseorang di luar yang ikut berjaga datang menghampiri dan bertanya situasi di dalam sana tetapi ia hanya mampu menggelengkan kepala. Tidak ada kata setelah apa yang terjadi apalagi mengingat sang istri masih berusaha menghindari kenyataan hidup mereka.
"Bro, bersabarlah!" Bryant merengkuh raga pria yang berdiri di depannya dimana Samuel menyambut kehangatan dengan perasaan tak menentu. Sebagai seorang saudara, ia akan melakukan yang terbaik untuk mendukung keluarganya, "Berikan Ocy waktu dan tetap tegar untuk menghadapi setiap detik di kehidupan ini. Ingatlah keluarga akan selalu mendukung kalian berdua dan siap membantu apapun agar semua kembali baik-baik saja."
"I know, aku sudah memutuskan akan membawa Ocy ke villa keluarga setelah keadaannya pulih. Apa kamu bisa membantuku menjelaskan padanya, Bry?" balas Samuel yang mengutarakan keinginan hati setelah mempertimbangkan situasi di dalam rumah tangganya.
Apa yang diputuskan olehnya bukan keputusan gegabah atau hanya untuk menghindari kebisingan dunia. Rencana itu sudah terencana sebelum operasi dilakukan dan ia sengaja mempersiapkan segala sesuatunya demi kebaikan sang istri tercinta. Begitulah harapan yang harus tetap dijaga agar kebahagiaan tercipta tanpa banyak drama.
Bryant yang merasa keputusan sang saudara sangat baik untuk situasi di sekitar mereka terutama Ocy bisa memulai hal-hal baru di lingkungan alam nan bebas. Bayangkan saja wanita itu mendapatkan waktu memanjakan diri agar kembali menjemput ketenangan dan dengan harapan melepaskan sisa keraguan atas kesempatan kedua di dalam kehidupan berumah tangga. Apapun akan diusahakan bila itu membangkitkan sisi baik di tengah rasa ketidakberdayaan.
__ADS_1
"Siapkan saja perjalanan kalian dan aku akan urus sisanya. Jangan khawatir tentang Ocy, dia pasti mengerti alasanmu nantinya. Sebelum itu, kuatkan hatimu dan jadilah suami yang bersahabat." ditepuknya pundak sang saudara sekedar menguatkan si pria yang tengah bekerja keras menghapus derita.