Karena Cinta

Karena Cinta
MAAFKAN AKU


__ADS_3

Cinta itu memang terasa indah, Arina mendengarkan curahan perasaan dari sang suami.


****


Rasa adalah sebuah keindahan


perasaan adalah sebuah ungkapan


cinta titik awal dari hati yang terdalam


perasaan yang tiba-tiba mengalir terbawa angin dan menjadi sebuah ungkapan dan perasaan yang begitu tulus.


****


"Aku mohon kepadamu, Arina. Jangan pernah kau meninggalkanku, melupakanku, membenciku." ucap Daniel.


Raut wajah Daniel benar-benar begitu sedih saat mendengar Arina ingin bercerai dengannya. entah apa yang ada di pikiran Daniel namun pria itu tidak akan pernah melepaskan wanita yang sekarang menjadi istrinya. Entah sejak kapan Daniel merasakan cinta kepada gadis yang selalu dia lindungi, dia tuntun dan selalu bermanja kepadanya walaupun sikapnya begitu keras kepala.


"Aku tidak pernah yakin dengan perasaan yang kau katakan tadi, di depan mataku kau telah memilih wanita lain dan mencampakkan diriku. apa yang harus aku percaya dan apa yang harus aku pertahankan." jawab Daniel.


"Aku tidak bermaksud seperti itu." ucap Daniel yang mencoba untuk berbicara kepada Arina.


"Dari tutur katamu beberapa hari yang lalu kau lebih percaya dengan wanita itu daripada istrimu. entah kapan aku mulai percaya padamu, entah mulai kapan aku aku berharap menjadi seorang wanita yang benar-benar sempurna. entah kapan aku ingin dicintai olehmu, namun entah kapan waktu yang kau butuhkan untuk mengatakan hal ini padaku, yang terjadi Kau telah melukai ku, memberikan aku rasa sakit saat cinta itu mulai tumbuh di hatiku untukmu." jawab Arina yang masih dipeluk oleh sang suami.


Daniel tidak bisa mengeluarkan sepatah katapun, lidahnya terasa kelu saat mendengar semua perkataan dari Arina. apa yang dikatakan oleh istrinya itu ada benarnya juga, dia benar-benar mencoba untuk mendapatkan perhatian dari wanita yang telah dinikahinya. namun yang terjadi malah dia membuat kesalahan hingga Arina begitu marah padanya.

__ADS_1


"Kenapa kau diam saja, Apakah perkataanku ada benarnya?" tanya Arina yang terlihat mencoba untuk melepaskan pelukan Daniel. namun pria itu tidak bergeming sama sekali.


"Maafkan Aku." ucap Daniel. hanya perkataan itu yang terus keluar dari mulut Daniel.


"Untuk apa kau meminta maaf jika kau selalu melakukan kesalahan. Untuk apa kamu minta maaf jika kau akan melakukan kesalahan itu lagi." jawab Arina.


"Apakah perasaan ini benar-benar begitu menyakitkan." guman Daniel.


Seribu kata yang diucapkan oleh Arina membuat Daniel seolah terlilit seribu kesalahan yang tidak mampu dia hilangkan. satu kata yang terucap benar-benar membuat Arina tidak bisa lepas. perasaan yang sekarang dia miliki rasa itu ada. rasa itu nyata dan rasa itu benar-benar menyelimuti hati Arina, kecemburuan yang dia rasakan ketika melihat sang suami bersama wanita lain, rasa sakit hati yang sudah membakar jiwanya ketika melihat sang suami membela wanita lain.


"Aku tidak akan pernah melepaskanmu apapun yang terjadi, aku tidak akan pernah mau bercerai denganmu," ucap Daniel.


"Lalu apa yang akan kita lakukan? bersama namun penuh kebencian?" tanya Arina.


"Aku akan merubah segalanya, aku akan melakukan apapun untukmu." jawab Daniel.


"Aku tidak bisa mengatakannya, karena perasaan itu tidak kutahu kapan tumbuhnya dan tidak kutahu kapan perasaan itu semakin membesar dan berakar." jawab Daniel.


"Berikan aku waktu untuk semua yang kau katakan tadi, aku tidak akan pergi ketempat Ayahmu karena aku yakin dia akan sangat marah. lebih baik kita jaga jarak seperti ini dan aku akan membiarkanmu mencari wanita yang lebih mencintaimu daripada aku. yang lebih kucintai daripada aku, yang lebih kau lindungi daripada aku." ucap Arina yang kemudian meminta Daniel untuk melepaskannya. karena dia harus segera beristirahat dengan semua kondisinya yang sekarang.


"Aku tidak akan pernah melepaskanmu, meninggalkanmu ataupun pergi dari dirimu." ucap Daniel yang kemudian duduk di samping Arina. pria itu benar-benar tidak akan melepaskan semua perasaannya yang tidak dia tahu kapan perasaan itu sudah berkembang hingga menjadi pohon yang berakar.


Di tempat lain ayah Ma'ruf sudah mengetahui bagaimana kondisi putranya, dia sengaja tidak ingin ke tempat putranya agar putranya dan Arina mengerti bagaimana perasaan mereka masing-masing.


Mbok adalah orang yang selalu memberikan informasi apapun mengenai perkembangan hubungan pengantin baru itu, dari hari ke hari hingga Minggu dan berjalan waktu.

__ADS_1


"Aku minta padamu Mbok, katakan semua yang terjadi di tempat itu dan jangan lupa untuk memberitahukan perkembangan mengenai kondisi Putraku." pinta Ayah Ma'ruf kepada Mbok.


"Baik, tuan. saya akan memberitahukan Bagaimana perkembangan dari Arina." jawab Mbok.


Sebenarnya Mbak sudah mengetahui kalau Daniel dan Arina adalah pasangan suami-istri. Namun karena perintah dari ayah Ma'ruf yang membuat Mbok berpura-pura tidak tahu mengenai hubungan mereka.


Malam begitu larut, hari itu terlihat Daniel terus memandang wajah Jihan yang sudah tertidur lelap. langkah kaki mbok yang memasuki ruangan Arina nampak membuat Daniel langsung menoleh dan menatap wanita tua itu.


"Kamu belum tidur, Daniel?" tanya Mbok kepada Daniel.


"Belum Mbok, aku mau menunggunya." jawab Daniel.


"Tidurlah sebentar agar tubuhmu tidak terlalu capek." jawab Mbok Sri.


"Aku tidak mau, aku takut saat aku tidur tiba-tiba Saat aku terbangun dia sudah tidak ada di depanku." jawab Daniel yang membuat Mbok hanya menghela nafasnya begitu kasar.


"Baiklah kalau begitu, Mbok akan menemani kamu di sini." ucap mbok yang membuat Daniel tersenyum.


* Bersambung *


Mohon dukungannya pada novelku yang lainnya 😊😊😊


- Mawar berduri


- Terlempar ke dunia sang kaisar

__ADS_1


- karena cinta


__ADS_2