Karena Cinta

Karena Cinta
Part 170#AKHIRNYA BAIKAN, MEMIKIRKAN


__ADS_3

Rasa takut yang tak bisa ditepis kini menyusup menggerogoti ketenangan hati. Setelah berusaha keras untuk tetap diam menyembunyikan sebuah kebenaran, ia merasakan jiwa kian tak bisa memiliki kedamaian. Apakah semua itu hasil dari keputusan yang telah dirinya tetapkan atau rasa bersalah tak mau berhenti menghantam keyakinan. Alih-alih mengubah kesempatan menjadi kenyataan, ia sendiri betah dengan kebisuan diri.



Hingga kesadaran yang sempat terasingkan kembali datang oleh sentuhan lembut bibir mungil di kedua pipinya, "Anak papa ngagetin aja, sini peluk!" Bryant merengkuh raga kedua anaknya membiarkan insan yang selalu menjadi penyemangat keluarga bersandar di dadanya.



Pemandangan hangat di depan mata mengharukan mereka yang sejak awal memperhatikan interaksi antara ayah dan kedua anaknya. Betapa waktu telah mengubah seorang pria menjadi ayah yang luar biasa dan itu bisa dilihat dalam diri Bryant semenjak kehidupan memberikan kesempatan untuk memeluk kebahagiaan tanpa melupakan luka dan duka. Semua orang bersyukur di balik musibah berakhir hikmah yang menyatukan seluruh keluarga.



"Anak-anak sudah baikan, jadi kita bisa tenang. Ayo, kita semua kembali ke kamar dan biarkan Bryant bersama Alma dan Abi." ujar mama Bella mengajak seluruh anggota keluarga pergi dari tempat pengintaian begitu hati tenang setelah bisa memastikan hubungan persaudaraan tidak ada gangguan.



Bunga yang hampir saja melepaskan emosi pun ikut lega tetapi ia tak ingin kejadian serupa terjadi lagi. Entah apa yang akan dilakukan keluarga jika satu alasan menjadi pemicu pertengkaran antar saudara. Padahal selama ini, setiap anggota keluarga tidak sekalipun bertengkar di depan anak-anak yang bisa menanamkan sikap keras kepala. Lalu darimana datangnya pemikiran sang putri tercinta?

__ADS_1



"Om, aku temenin ka Ara dulu. Nanti kalau ka Bry udah balik, aku susul om ke kamar," ucap Bunga mengutarakan niatnya agar sang suami tidak terlalu mengkhawatirkan dirinya.



Tidak ada yang melarang melakukan sesuatu untuk keluarga sendiri, begitu juga dengan Al dimana pria itu membiarkan istrinya mengantarkan Ara ke kamar sang keponakan. Sementara ia memilih untuk berjalan mengelilingi hostel seraya memikirkan beberapa hal yang harus dipikirkan secara matang, sedangkan anggota keluarganya juga kembali ke kamar masing-masing.



Langkah kaki terus berjalan menyusuri lorong dengan dinding kaca yang memperlihatkan bangunan di luar sana. Indah tuk dinikmati ketika kehidupan memang memberikan kedamaian tetapi pikiran, hati bahkan jiwanya masih memerlukan ketenangan. Setelah berhasil menjelaskan pada Bunga tentang kondisinya sekarang, kini apa yang harus dirinya lakukan?




Tangan terangkat mengacaukan tatanan rambut yang justru semakin menambah pesona tampannya. Meski penampilan kacau, pria itu tetap memancarkan kharisma yang luar biasa. Apalagi dengan santainya melonggarkan kancing kemeja agar tak menyesakkan dada hingga membuat seorang pria muda tersenyum memperhatikan tingkah paman sahabatnya.

__ADS_1



"Misi, Om ganteng, boleh minta foto bareng gak?" celetuk Darren yang datang tanpa diminta dan langsung menggoda Al sehingga mengalihkan tatapan mata sang paman sahabatnya tertuju padanya.



Terdengar nyeleneh tapi menggelitik perut yang membuatnya terkekeh pelan melihat gaya bicara Darren. Bagaimana pria muda lajang itu mengubah nada suara hanya untuk menggodanya seperti anak gadis dimabuk asmara. Sepertinya anggota baru keluarga Putra memiliki tingkat gabut di luar rata-rata.



Al melambaikan tangan yang membuat Darren mempercepat langkah kakinya sehingga mereka berdua menemukan tempat untuk duduk bersama sambil menikmati pemandangan indah di depan mata. Awalnya tidak ada obrolan serius bahkan terkesan candaan belaka hingga sebuah permintaan mengajukan tanda tanya.



Menghembuskan napas pelan tetapi tanpa ada ketegangan meski memahami permintaan yang diajukan bukanlah perkara sederhana. "Apa yang menjadi alasanmu, simpanlah! Tapi kamu tidak melakukan sesuatu yang bisa merugikan orang kan?"


__ADS_1


"Dia tidak akan mempermasalahkan apa yang sudah terjadi, Om. Hanya saja aku merasa bersalah dan ingin memperbaiki situasi kami. Om, bisa bantu aku temukan dia kan?" Darren menatap pria yang duduk di sebelah kanannya begitu serius, ia hanya bisa meminta tolong pada paman dari sahabatnya.


__ADS_2