
Pertanyaan dari Bunga diabaikan Bryant. Pria itu justru sibuk membantu sang adik memasang sabuk pengaman. Sebab adiknya terlalu terlalu sibuk melihat isi paper bag yang memang berisi sebuah gaun pilihan dari sebuah butik ternama. Gaun yang ia siapkan untuk acara khusus tetapi tidak pernah dihargai oleh Hazel. Jadi akan lebih baik jika dikenakan gadis kesayangannya.
Perlakuan Bryant terhadap Bunga si gadis yang masih remaja tampak begitu romantis dan juga manis. Semua yang terjadi di dalam mobil tak luput dari perhatian Mahavir. Dimana pemuda itu berdiri memperhatikan segala sesuatunya dari belakang pohon tepat di depan mobil yang terparkir menghadap ke arahnya.
Pemuda itu bahkan sampai tidak berkedip melihat setiap adegan yang membuat dirinya merasa sedikit tersentak karena ia tidak menyangka dengan pemandangan yang baru saja dilihatnya. Siapa sangka, ia baru saja meminta seorang gadis bayaran untuk menjadi kekasih hati.
Entah kenapa tiba-tiba ia berpikir bahwa Bunga bukanlah gadis baik-baik dan kesimpulan itu dirinya dapatkan setelah melihat seorang pria dewasa yang memperlakukan Bunga begitu manja, "Oh, rupanya itulah dirimu? Untung saja permintaanku ditolak."
Kesimpulan dari sepintas lalu pemandangan dianggap sebuah kebenaran. Mahavir merasa beruntung karena tidak jadi menjalin hubungan dengan Bunga. Begitulah pemikirannya karena tidak tahu Bryant adalah kakak sepupu si gadis mata hazelnut. Tangan mengepal meredam rasa yang belum juga dimulai.
Sesaat terdiam seraya mengembuskan napas secara perlahan. Setelah beberapa saat ia merasa lebih baik, lalu berjalan meninggalkan area dekat tempat parkir. Baru saja melangkahkan kaki beberapa jengkal tiba-tiba ada pundak yang menerjang sehingga terjadi tabrakan yang tidak disengaja tetapi tatapan mata lawan terlihat aneh bahkan seolah menatap musuh bebuyutan.
Namun setelah apa yang terjadi, ia tak ingin peduli. Sedikitpun tidak penasaran akan isi pemikiran pemuda itu karena memang bukanlah urusannya. Sehingga langkah kaki kembali melanjutkan perjalanan meninggalkan tempat parkir dan juga si pemuda aneh untuk menuju mobilnya sendiri.
__ADS_1
Mahavir masih tidak menyadari jika pemuda yang ia tabrak adalah Alvin. Seorang pemuda lain yang pernah menyatakan cinta bahkan mengajak Bunga berkencan, tapi juga ditolak dengan hadiah kemesraan sepasang kekasih beda usia. Sorot mata memang dipenuhi rasa tidak suka karena baginya mendapatkan Bunga adalah tujuan utama.
Setelah ditolak ia justru merasa semakin tertantang untuk menaklukkan si gadis hazelnut meski tau benar akan ujian dan saingan yang sangat berat, "Tampan, tapi lebih tampan diriku dibandingkan dirinya. Kenapa saingan nambah, sih? Tidak cukup gitu, satu saja!"
Alvin menggerutu mengingat Alkan yang memiliki kesempurnaan sebagai seorang pria. Usia matang, kepribadian dewasa dengan penuh kharisma di tambah lagi pastinya mapan secara finansial. Lalu dirinya sendiri? Masih berstatus mahasiswa yang mengandalkan lembaran merah penunjang kehidupan dari kedua orang tua.
Niat hati ingin melihat siapa yang dilihat Mahavir dari balik pohon nan rindang, tapi sayang mobil sudah melaju meninggalkan tempat parkiran. Sontak saja pemuda itu menghentakkan kaki melampiaskan kekesalan, sedangkan Bunga baru saja mendapatkan dua opsi pilihan tempat jalan-jalan.
"Sekarang mau kemana, Mall Central Park atau Grand Indonesia?" Bryant mengulang pertanyaannya, membuat Bunga mengerucutkan bibir tanpa pewarna. "Kenapa malah wajahmu ditekuk? Senyum!"
Penolakan Bunga bukannya membuat Bryant membujuk gadis itu. Justru ia terkekeh karena melihat ekspresi sang adik yang manyun karena merajok. Sebenarnya tidak berniat untuk mengerjai hanya saja ia ingin memberikan wawasan agar Bunga mulai belajar bisnis sejak dini. Lagi pula darah di dalam tubuh gadis kesayangannya sama seperti darah di dalam tubuh ia sendiri.
"Dengarkan ini baik-baik dan lain kali tidak ada pengulangan. Mall Central Park menempati peringkat keenam mall terbesar di Indonesia. Mall ini terletak di Jakarta Barat. Memiliki 1 lantai basement dan 7 lantai pusat perbelanjaan. Mall ini mulai beroperasi pada September 2009 dan waktu itu diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
__ADS_1
"Nama Central Park diadopsi dari Central Park di Manhattan, New York City. Salah satu ikon dari mall ini adalah Taman Tribeca. Taman ini menyediakan ruang publik yang luas dan menawan. Jadi spot favorit pengunjung setelah berbelanja di mall.
"Fasilitas di Central Park terbilang lengkap mulai dari pusat perbelanjaan, gerai fesyen, pusat kuliner, bioskop, dan lainnya. Ada satu ikon dari Central Park yang membuat mall ini terasa berbeda, yaitu adanya Jakarta Aquarium. Jadi pengunjung bisa menikmati wisata edukatif di Jakarta Aquarium bersama keluarga."
Sejenak Bryant menjeda ucapannya. Mendadak ketularan Bunga yang suka bicara bak kereta ekspress. Lalu setelah merasa lebih baik dengan menghirup oksigen baru, barulah ia melanjutkan penjelasan, "Untuk alamatnya sendiri ada di Letjen S. Parman.kav.28, Tanjung Duren Selatan, Grogol petamburan, Jakarta Barat. Sementara Grand Indonesia beralamat Jalan M.H. Thamrin No.1, RT.1/RW.5, Kelurahan Menteng, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat 10310."
"Grand Indonesia terletak di jantung kota Jakarta, di bilangan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Mall ini memiliki luas lantai sekitar 140.000 meter persegi. Mal dibagi menjadi tiga area yaitu mal barat terdiri dari 9 lantai, mal timur terdiri dari 8 lantai, dan skybridge terdiri dari 5 lantai.
"Grand Indonesia pertama kali dibuka untuk umum pada April 2007 dan diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Mal ini memiliki fasilitas lengkap mulai dari pusat perbelanjaan pakaian, pusat kuliner, pusat elektronik, toko buku, hingga bioskop.
"Grand Indonesia juga menyajikan konsep Family Friendly Lifestyle Mall yang menyediakan seluruh kebutuhan keluarga dalam satu tempat. Mall ini jadi salah satu melting pot bagi warga Jakarta maupun luar kota untuk bertemu dan hangout bersama. Sekarang aku harus membawa adikku ke mall yang mana?"
Senang karena bisa mendapatkan penjelasan panjang kali lebar, tapi justru sangat membosankan. Meski begitu ia tak ingin membuat sang kakak kecewa sebab sudah berbaik hati memberikan tambahan wawasan mengenai mall di Jakarta yang sangat jarang dirinya kunjungi. Sebab semua sudah tersedia sebelum ia meminta.
__ADS_1
"Ka Bry, bagaimana jika kita ke Jakarta Aquarium saja! Pasti seru dan tidak harus naik kapal pesiar juga buat lihat biota laut. Iya kan?" jawab Bunga setelah memilih dua opsi mall yang sebenarnya tidak begitu menarik perhatian kecuali tempat wisatanya.
Seperti keinginan sang adik. Akhirnya Bryant menyetujui agar mereka datang mengunjungi Mall Central Park dan sudah pasti bukan untuk berbelanja karena Bunga hanya mengharapkan hiburan di hari bahagia tanpa ada kendala. Apalagi sibuk memilah gaun di gerai butik ternama. Si gadis hazelnut dengan kesederhanaannya.