Karena Cinta

Karena Cinta
Part 79#PSIKIATER


__ADS_3

Suasana benar-benar mencekam, tetapi bukan karena ketakutan. Melainkan terkejut melihat pemandangan yang ada di depan mata. Dimana bu Ipeh menangis tersedu-sedu sembari memeluk tubuh seorang pemuda yang terus meraung-raung minta dilepaskan. Kaki kurus dengan borgol terkait di ujung tiang ranjang.



Kenapa pemuda itu diperlakukan seperti itu? Pertanyaan ini muncul menghantui pikiran Vir dan Daffa yang saling pandang. Akan tetapi keduanya berusaha melihat situasi tanpa berani bertanya. Bukan sungkan hanya saja merasa iba dengan ketidakberdayaan seorang wanita.



Suara tangisan terdengar semakin lemah tetapi pemberontakan dari si pemuda tak kunjung surut. Semakin dibiarkan malah menambah kekuatan hingga kehilangan kendali. Suasana kian menegangkan tapi tiba-tiba teralihkan kedatangan rombongan warga sekitar.



Sontak saja membuat bu Ipeh menghentikan tangisannya. Wanita itu menoleh ke belakang dimana orang-orang berkerumun menyaksikan kelemahannya yang selama ini disembunyikan rapat. Sia-sia sudah perjuangan menjaga putra semata wayangnya.



"Bu, sebenarnya ini ada apa?" Pak Kades memberanikan diri memulai obrolan untuk mencairkan suasana sekitar.



Sang tuan rumah merasa tersudut oleh keadaan yang memang tidak menguntungkan. Setelah bertahan menjadi wanita rumahan dengan panggilan si bisu. Apa ia harus mengungkapkan jati diri? Rasanya terlalu berat.



"Bisa bantu ambilkan suntikan di laci itu?" Bu Ipeh menunjuk ke arah buffet. Daffa yang kebetulan di dekatnya mengangguk, lalu membantu mengambil barang penting yaitu suntikan penenang.


__ADS_1


Semua orang menunggu penjelasan dari Bu Ipeh. Dimana wanita itu meminta waktu beberapa menit untuk menyelesaikan tanggung jawab terlebih dahulu. Waktu yang terasa begitu cepat meski hanya berlalu selama lima belas menit hingga pada akhirnya orang-orang berkumpul di satu ruangan.



"Sebelumnya saya minta maaf karena tidak pernah memberitahu pihak aparat desa mengenai Agam. Dia, putra semata wayangku yang mengalami gangguan jiwa akibat kehilangan cinta pertamanya. Kondisinya memang tidak berubah selama ini."



"Sebagai seorang ibu, aku sudah membawanya ke berbagai tempat termasuk psikiater," menghela napas berat tuk melepaskan rasa sakit yang membelenggu di hati. "Hanya saja, tidak satupun membuahkan hasil. Jadi, aku membawa putraku mengasingkan diri."



Tentu siapapun tahu bahwa psikiater adalah seorang dokter spesialis yang mendalami ilmu kesehatan jiwa dan perilaku (psikiatri). Psikiatri sendiri adalah cabang keilmuan medis yang fokus pada diagnosis, pengobatan, dan pencegahan terhadap gangguan emosional, kejiwaan, maupun perilaku.



Dimana psikiater memiliki kemampuan untuk mendiagnosa dan menangani gangguan mental pada pasien. Beberapa psikiater mengambil pelatihan spesialisasi tambahan setelah menyelesaikan pelatihan sebagai psikiater. Sehingga, seorang psikiater dapat menangani suatu masalah psikologis berdasarkan sertifikasi tambahan seperti psikiatri forensik, psikiatri kecanduan (adiksi), psikiatri anak dan remaja, psikiatri geriatri, dan psikiatri psikosomatis.


Semua sibuk mendengarkan penjelasan bu Ipeh. Dimana wanita itu mengutarakan semua rincian perjuangan seorang ibu demi mengembalikan kehidupan putranya. Akan tetapi masih belum mendapatkan hasil sesuai harapan.


Daffa yang mengambil jurusan psikolog seakan mendapatkan kasus pertama yang bisa dijadikan tolak ukur menangani pasien. Pria itu tidak mau menjadi penonton saja, apalagi melihat ada orang yang memerlukan bantuannya. Terlebih lagi, bu Ipeh juga pelanggan setia bakso Mas Bro.



"Dari penjelasan bu Ipeh, maka pemuda itu sudah melakukan pemeriksaan medis kejiwaan sebagai tindakan pertama. Bagaimana dengan tes lainnya? Tes psikologis (psikotes), tes penunjang seperti tes laboratorium, psikoterapi, meresepkan obat-obatan, melakukan intervensi psikososial dan perawatan hipnoterapi, terapi stimulasi otak, dan mengevaluasi kondisi pasien setelah mendapat perawatan."


__ADS_1


Pertanyaan sekaligus pernyataan Daffa hanya diutarakan dalam sekali tarik napas saja, membuat yang lain menatap pemuda itu dengan tatapan tak menyangka. Apa bu Ipeh memahami semua kata dari si pemuda? Namun bukan hal sulit untuk menyeimbangkan obrolan ketika berkaitan dengan kondisi sang putra.


Bu Ipeh beranjak dari tempat duduknya, wanita itu meninggalkan semua orang dan malah masuk ke dalam kamar. Orang-orang merasa heran tapi tak berlangsung lama ketika sang tuan rumah kembali duduk di kursi semula bahkan meletakkan berkas medis putranya.


"Aku tahu, ada berbagai jenis perawatan yang digunakan psikiater, seperti psikoterapi, obat-obatan, intervensi psikososial, dan perawatan lain tergantung pada kebutuhan setiap pasien. Psikoterapi adalah jenis perawatan utama yang dilakukan oleh psikiater.



"Dan perawatan ini kadang-kadang disebut juga dengan terapi bicara karena perawatan ini melibatkan pembicaraan antara terapis dan pasien. Psikoterapi dapat digunakan untuk mengobati berbagai macam gangguan mental dan kesulitan emosional. Hanya saja, kasus Agam berbeda."



Perlahan menarik tali pengikat file, lalu membuka dokumen yang sudah lima bulan terakhir hanya tersimpan di lemari saja. Kemudian ia tunjukkan pada semua orang hasil kerja keras selama ini dalam proses penyembuhan Agam. Rekam medis dari awal pengobatan termasuk orang-orang yang menangani pasien tercatat begitu rapi.


Daffa membaca setiap halaman laporan rekam medis dengan teliti. Rasa penasaran begitu tinggi sampai-sampai ia merasa pasti menemukan penyebab utama kegagalan dari proses perawatan anak bu Ipeh. Jemari sibuk menahan batasan kertas, tatapan mata menyipit mengikuti alur bait.


Jika tujuan psikoterapi adalah untuk menghilangkan atau mengontrol gejala yang melumpuhkan atau mengganggu, sehingga pasien dapat merasa lebih baik. Bukankah seharusnya Agam memiliki kemajuan setelah melakukan banyak pemeriksaan serta perawatan? Apalagi seorang psikoterapi biasanya juga dikombinasikan dengan perawatan obat-obatan.


Tentu saja setelah menyelesaikan evaluasi menyeluruh, psikiater dapat meresepkan obat untuk membantu mengatasi gangguan mental. Beberapa obat juga sudah disesuaikan seperti antidepresan. Obat ini biasa digunakan untuk mengobati depresi, gangguan panik, PTSD, kecemasan, gangguan obsesif-kompulsif, gangguan kepribadian ambang, dan gangguan makan.


Atau obat antipsikotik yang digunakan untuk mengobati gejala psikotik, seperti delusi dan halusinasi, skizofrenia, serta gangguan bipolar. Apalagi selain psikoterapi dan obat-obatan, perawatan lain yang terkadang digunakan adalah terapi elektrokonvulsif (ECT). Perawatan ini melibatkan penerapan arus listrik ke otak, paling sering digunakan untuk mengobati depresi berat yang tidak merespons perawatan lain.


Pikiran pemuda itu sibuk memikirkan sebagai seorang psikiater tetapi di sisi lain hanya melakukan tindakan tanpa ingin terbelenggu beban ketidakpastian. Hanya dengan satu permintaan saja bisa mengabulkan keinginan hati tanpa penolakan. Apalagi penundaan yang membuat hati lesu menunggu.



"Jika semua berjalan sesuai rencana, kita bisa berpesta. Bagaimana?" tangan terulur, bibir tersenyum, mata berkedip menggoda sang lawan bicara yang hanya diam menatap ke arahnya.

__ADS_1



Entah apa yang merasuki logikanya, tapi langkah pertama sudah dilakukan tanpa keraguan. Maka kini hanya bisa mengharapkan persetujuan dari sang kawan. "Ayolah, jangan keras kepala trus!"


__ADS_2