Karena Cinta

Karena Cinta
Part 195#HARUS MENJELASKAN


__ADS_3

Selama ini bagi para karyawan, mereka merasa sudah mendapatkan hak sesuai dengan kewajiban dari pekerjaan masing-masing. Begitulah pemikiran orang-orang yang mengikuti pertemuan tetapi peraturan perusahaan nyatanya memiliki celah kesenjangan. Hal itu disadari oleh sang pemilik perusahaan yang baru, hanya saja untuk membuat semua orang paham maka Zack sebagai tangan kanan mempunyai tugas meluruskan situasi demi mengungkap kebenaran.



"Di dalam perusahaan pastinya setiap karyawan mengerti tanggung jawab dari pekerjaan masing-masing, tapi yang jadi pertanyaannya adalah apa kalian benar-benar mendapatkan hak sesuai dengan apresiasi waktu, tenaga dan juga pikiran selama mengabdi di perusahaan ini?" Zack mengambil alih file di depan Al yang mana membuat ia lebih mudah menjelaskan tanpa takut menimbulkan kesalahpahaman.



Pria muda nan tampan tetapi tak mengenal perasaan terlihat begitu tenang menempatkan diri di tengah rasa penasaran beberapa orang yang menatapnya keheranan. Apalagi Seina, si gadis dengan jabatan wakil direktur itu seolah-olah ingin menerkam seorang kepercayaan di depan sang tuan berharap menghentikan omong kosong yang tidak bisa diterimanya.



Namun sayang, posisinya tak sepadan dengan si tangan kanan. Apalagi pertemuan yang sedang dilangsungkan sebagai awal perombakan dari pemilik perusahaan terbaru dan beberapa alasan lain sangat menekan sisa harapan sehingga hanya bisa memilih diam tanpa perlawanan. Terlalu lancang jika berani menunjukkan pemberontakan.


__ADS_1


 "Menurut peraturan perusahaan lama menjelaskan bahwa setiap karyawan harus menyelesaikan kewajiban selama dua belas jam dengan upah yang bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Jika diakumulasi seharusnya tidak ada kekurangan tapi dengan beberapa poin kebijakan justru melakukan pemotongan gaji karyawan. Kurasa di sini tidak ada keadilan untuk kesejahteraan karyawan."



"Sebagai seorang pekerja pasti kalian tahu apa itu kesejahteraan karyawan yang mana merupakan komponen penting dari lingkungan kerja dan organisasi yang sehat. Perusahaan yang mempromosikan kesejahteraan memudahkan karyawan untuk mengelola tingkat stres sambil juga mempertahankan lingkungan yang positif dan produktif. Hal ini dapat merujuk pada kesehatan mental dan fisik, serta hal-hal yang lebih kompleks seperti tingkat kepuasan dan keterlibatan."


"Apa kalian pernah dengan tentang survei “HR Sentiment 2021” oleh Future Workplace?" Zack menatap gadis di sisi kiri tuannya dimana Seina berada. Gadis itu terlihat merenung mencoba mencari jawaban atas pertanyaan darinya.


Belum sempat menemukan jawaban, tiba-tiba terdengar suara serak yang membuat sang tangan kanan menoleh ke arah barat, "Jika tidak salah survei tersebut menjelaskan bahwa 68% HR Leaders yang mana di antaranya 40% adalah CHRO menilai kesejahteraan dan kesehatan mental karyawan sebagai prioritas utama."


"Jadi tidak heran lagi apabila kesejahteraan karyawan menjadi prioritas bagi para pemimpin HR karena pasarnya sekarang diperkirakan mencapai US$20,4 Miliar di Amerika Serikat dan diperkirakan akan tumbuh menjadi US$87,4 Miliar pada tahun 2026. Maaf, Tuan. Apa kaitan antara survei dengan permasalahan yang menjadi topik pertemuan kali ini?"


"Pertanyaanmu tepat. Apa kaitan antara survei dan situasi perusahaan? Jika ditelisik lebih mendalam maka seorang pemimpin akan memikirkan setiap karyawan yang bekerja untuk perusahaan dimana kesejahteraan karyawan didefinisikan sebagai kesehatan mental, fisik, emosional, dan ekonomi karyawan secara keseluruhan. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti hubungan atasan dengan rekan kerja, keputusan yang dibuat oleh pemimpin, dan alat serta sumber daya yang dapat diakses."


"Bagaimana dengan jam kerja, gaji, dan keselamatan kerja untuk setiap karyawan dimana ini juga memiliki dampak yang signifikan terhadap kesejahteraan karyawan. Meskipun akan bervariasi bagi setiap orang, kesejahteraan karyawan harus memiliki tingkat rata-rata yang memungkinkan tempat kerja menjadi produktif dan sehat. Faktor luar pun juga berkontribusi pada kesejahteraan karyawan."

__ADS_1



Zack terus menjelaskan apa yang menjadi permasalahan sang tuan dari sistem peraturan perusahaan lama sehingga membuat pria nan tampan sibuk menyelesaikan tugas tanpa memikirkan rasa bosan orang-orang disekitarnya. Meninggalkan suara tegas tetapi terdengar tak menuntut apalagi menjadi ancaman, di belahan dunia lain tepatnya di dalam sebuah istana sedang terlihat begitu tenang seolah tidak ada kehidupan.



Lirikan mata terus waspada memperhatikan sekitar dengan kedua tangan yang diam bersembunyi di balik saku mantel hitam. Langkah kaki terus maju ke depan meski begitu memperhitungkan setiap pijakan, ia merasa keheningan di sekitar bukan sebuah kebetulan. Akan tetapi masih belum bisa merasakan adanya ancaman.



Di tengah penelusuran yang menyita fokus utama tiba-tiba ia mendengar suara sapaan dari arah belakang sehingga tanpa sungkan menarik tangan seraya berputar. Gerakan kilat dengan serangan cepat bersambut seulas senyum simpul yang tidak menghindari sentuhan kilau bilah tajam dari genggaman tangan kanannya. Sontak saja ia melompat ke belakang agar memiliki jarak sebelum melanjutkan serangan.



"Aroma anyir," ucap si pemilik senyum simpul yang dengan santainya menyentuh luka di lengan, lalu memperhatikan warna merah di ujung jemari. "Sudah lama tidak ada tamu yang berkunjung ke rumah reyot ku. Begini saja, kamu temani aku menyantap makan siang sebelum menyelesaikan tugas dari orang yang mengirim dirimu menyelinap."

__ADS_1



"Pelayan, cepat hidangkan makan siang!" titah si pemilik senyum simpul dengan bertepuk tangan dua kali yang membuat suara persetujuan dari arah lain bergema.


__ADS_2