
Suara tanya yang datang tanpa diminta sejenak mengalihkan perhatian kedua bocah dari perdebatan kecil mereka. Siapa lagi jika bukan putri dan putra keluarga Putra termuda yang menikmati pagi di taman sembari memperdebatkan sesuatu hal di luar batas usia. Semua berawal dari selembar kertas bergambar deretan model papan atas yang terlihat mempesona dimata para balita.
"Mama!" panggil Almaira begitu melihat kedatangan Bunga bersama Ara.
Abi pun tak ketinggalan dimana si pangeran berlari menyambut kedatangan wanita tersayangnya. "Mama, mama, lihat ka Alma. Kakak mau jadi kaya di gambar," selembar kertas yang menjadi pemicu perdebatan dimainkan Abi membuat kedua wanita dewasa saling pandang mencoba memahami maksud putra kecil mereka.
Tangan mungil terus melambaikan selembar kertas seperti mainan paling berharga tapi pangeran muda itu menyerahkan gambar pada sang mama. Ara dengan santai menerima pemberian putranya lalu mengamati gambar yang ternyata sebuah majalah lama dari sebuah agensi ternama. Ia ingat majalah itu terbit sudah empat bulan lamanya.
"Abi, putraku. Kenapa mainan kertas dari gudang?" Ara merengkuh tubuh putranya yang terasa semakin berat saja ketika berusaha menggendong anak tampan dengan pesona seperti suaminya.
__ADS_1
Bunga pun membiarkan kakaknya menangani Abi sebagai seorang ibu yang bijaksana, kemudian mereka mengajak kedua anak untuk duduk bersama di gazebo dimana di bawah atap bangunan berbentuk segi tujuh sudah tersedia berbagai jenis cemilan dan minuman ringan nan menyehatkan. Tentu saja para pelayan selalu mengecek setiap kebutuhan anggota rumah tanpa perlu peringatan setiap saat.
"Mama, mereka itu apa?" jemari putih lembut nan mungil menunjuk orang-orang yang berpose di selembar kertas bekas majalah lama.
Tatapan mata Almaira yang terpana seolah melihat keajaiban menyadarkan Bunga akan minat dari sang putri tercinta. Ia tidak tahu banyak mengenai dunia model apalagi di masa lalu memiliki pengalaman pahit berkaitan dengan satu profesi pekerjaan itu. Selain menyangkut masa lalu, ia juga sadar betapa banyaknya jalan berduri untuk menjadi seorang model ternama.
Selain itu, seorang model juga harus memiliki kepribadian ramah dan mudah menyatu dengan rekan kerja. Meski dari pengalaman ia belajar jiwa seseorang ternoda hanya karena ambisi dan keegoisan diri semata. Ia ingat betapa karir sangat mempengaruhi kehidupan seseorang bahkan rela menghalalkan semua cara tanpa peduli hasil akhirnya.
Entah kenapa tiba-tiba bayangan masa lalu datang menyapa dimana keadaan keluarga Putra menjadi taruhan nyawa. Satu nama tak bisa dihapus begitu saja dari memori ingatan di dalam kepala. Bagaimana saudaranya berjuang mempertahankan kewarasan di tengah keinginan hati seorang wanita gila seperti Haze.
Menghela napas dalam-dalam seraya berusaha melepaskan ketidaknyamanan yang datang merenggut ketenangan paginya, "Sayang, apa kamu bercita-cita menjadi model seperti orang-orang di gambar ini?"
__ADS_1
Almaira menganggukkan kepala, anak gadis yang terlihat menggemaskan itu begitu bersemangat mendengar pertanyaan dari mamanya. Begitu juga dengan Abi yang mana ikut bersorak ria mendukung pilihan sang saudara. Kakak dan adik semakin kompak saja di setiap kesempatan datang kepada mereka berdua.
"Alma, mama Ara senang melihat antusiasme dan semangat darimu, Nak. Baik mama Ara atau mama Bunga pasti mendukung cita-cita mulia mu selama itu baik untuk kehidupan masa depan kalian. Abi juga boleh menjadi model jika mau tapi sebelum itu, kalian harus memulainya dari nol. Bukan begitu Bunga?"
Sebagai orang tua memiliki kewajiban mendukung anak-anaknya apalagi ketika seorang anak mulai menentukan jalan kehidupan di usia muda. Meski jalan menjadi model tidaklah mudah, mereka akan tetap berusaha sebaik mungkin menyertai langkah para penerus bangsa dan keluarga. Begitulah kewajiban orang tua terhadap kebaikan anak-anaknya.
"Apa yang dikatakan mama Ara benar banget. Begini saja, sebelum kalian benar-benar memutuskan untuk jadi model maka mama akan menjelaskan beberapa hal agar kalian berdua memahami apa itu seorang model dan syaratnya. Syarat menjadi model di Indonesia yang pertama adalah tubuh proporsional dimana bagi wanita wajib memiliki tinggi minimal 155 cm dan maksimal 175 cm dengan berat badan ideal."
"Selain itu, syarat fisik lain adalah tidak memiliki bekas luka di bagian wajah yang susah ditutup oleh riasan. Fisik memang menjadi syarat penting untuk menjadi model wanita di Indonesia. Lalu status pernikahan juga menjadi salah satu syarat menjadi model yang penting. Hal ini karena beberapa agensi mungkin akan lebih memilih model dengan status belum menikah dibandingkan yang sudah menikah."
"Orang-orang percaya jika orang yang sudah menikah biasanya akan terikat waktunya untuk mengurus keluarga. Sedangkan dunia modeling menuntut kebebasan waktu. Di dunia modeling memiliki persaingan ketat sehingga syarat menjadi model di Indonesia lainnya yaitu tidak mudah menyerah dan selalu semangat. Hanya saja ini berlaku untuk semua profesi dimana pasti perlu perjuangan untuk menjadi sukses."
"Selama ini kalian sudah mulai belajar melakukan hal sederhana tanpa bantuan pelayan. Papa selalu mengajari kalian untuk mengerjakan setiap pekerjaan sendiri tanpa menyusahkan orang lain, didikan ini juga diperlukan ketika seseorang ingin terjun ke dunia profesional. Tentu saja termasuk saat menjadi model dimana sang model mungkin akan diminta untuk bepergian sendiri ke luar kota atau luar negeri."
__ADS_1
Begitu banyak syarat untuk menjadi seorang model tetapi pada dasarnya semua profesi akan memerlukan pondasi yang sama. Termasuk memiliki sikap disiplin. Terlebih lagi disiplin memang diperlukan hampir di semua profesi karena saat seseorang bisa disiplin dalam menjalani profesi maka semua akan berjalan sesuai dengan rencana dan menjadi baik.
Bunga yang dengan santai menjelaskan beberapa hal dengan perbandingan kehidupan sehari-hari mereka membuat Almaira dan Abizar tidak kesulitan menerima pelajaran di usia muda mereka. Kedua anak itu sangat memperhatikan bahkan tak berpaling dari penjelasan sang mama muda. Sementara Ara terdiam tanpa sepatah kata, wanita satu itu tampak memikirkan sesuatu yang mengusik hatinya.