Karena Cinta

Karena Cinta
Part 46# EKSEKUTOR, PROFESSIONAL


__ADS_3

Pria itu tak peduli dengan apapun selain kenyataan dan kebenaran bahwa kehidupan manusia harusnya saling menguntungkan satu sama lain dan bukan justru memanfaatkan orang lain untuk kepentingan diri sendiri. Sama seperti setiap usaha dari semua para kalangan pebisnis baik dari kalangan terkecil maupun yang sudah menjadi orang sukses.


Semua orang memiliki hak dan kewajiban sama. Dia memang menjadi seorang mafia tetapi tidak sekalipun dirinya berusaha untuk merebut milik orang lain. Apalagi serakah sebab harta hanyalah titipan Tuhan Yang Maha Esa. Pertemuan singkat tanpa menambah ketegangan menghantarkan Al kembali ke kamar.


Pria itu memilih untuk menikmati waktu seorang diri di dalam kamar agar tidak ada orang lain yang mengganggu. Hal itu dilakukan sebab ia ingin melakukan sesuatu untuk mengantisipasi andai ketiga kliennya yang gagal bekerja sama berusaha untuk menyabotase kepulangannya nanti. Dia tahu benar bagaimana sepak terjang sang klien terutama tuan Bait.


Seorang pengusaha yang memang lebih terbiasa menggunakan cara-cara licik untuk menjatuhkan lawannya. Tuan Bait tidak mengenal kata menyerah tetapi juga terlalu mudah emosi sehingga kedua sifat dan sikap tersebut sungguh merugikan orang-orang di sekitarnya.


Namun ketika semua sudah tidak sesuai aturan dunia maka ia harus turun tangan agar tidak ada lagi korban yang menjadi kambing hitam oleh tuan Bait. Setiap kejahatan si pebisnis dilakukan tidak dengan tangannya sendiri tetapi tuan Bait seringkali menyewa beberapa orang untuk mengakhiri lawan. Sama seperti di saat berusaha menyewa jasanya sebagai seorang eksekutor.


Eksekutor adalah orang yang bertanggung jawab untuk melakukan eksekusi atau menjalankan perintah atau tugas eksekusi. Bentuk feminimnya, eksekutif, jarang dipakai. Peran eksekutor tak selalu sama dengan eksekusioner, orang yang menjalankan hukuman mati yang diperintahkan oleh pemerintah atau otoritas hukum lainnya.


Di dalam kehidupan ini banyak jenis eksekutor dan itu menjadi pekerjaan orang-orang tertentu. Bahkan arti eksekutor sangatlah luas dengan arah tujuan yang sama. Maka dari itu seorang pengeksekusi pasti memiliki andil yang terakhir karena dialah cabang terujung ketika tidak ada pihak pembersih.


"Selamat datang di duniaku, tuan Bait!" gumam Al seraya membuka laptop. Pria itu memulai perjalanan untuk menikmati dunia bawah web.


Setiap kali dirinya melakukan tugas yang memang pekerjaannya sendiri, maka dirinya tidak akan menjadi Al yang kalem dan selalu menuruti perintah sang kakak yang sekaligus sebagai pengganti ayah. Sebab di dunia pekerjaannya yang asli dirinya seorang bos yang ditakuti oleh semua orang bahkan dari berbagai manca negara.


Siapapun yang mengenal sosok dirinya pasti tahu bahwa ia pemimpin kuat dan tidak kenal rasa takut. Meski begitu ia tak pernah sombong karena memang kepemimpinannya hanya untuk membantu orang-orang sesuai dengan kemampuannya sendiri.


Bahkan selama beberapa tahun di dunia mafia dirinya sering kali terluka ketika melakukan operasi pada masanya tapi kini semua sudah berlalu. Sekarang semua aman terkendali karena ia semakin mempertahankan kekuatan diri baik dari luar maupun dari dalam. Apalagi para klien yang menginginkan jasa dari mafia miliknya bukanlah orang sembarangan.

__ADS_1


Para klien tidak akan memberikan bayaran receh untuk sekali pekerjaan. Selain itu semua anak buah memiliki kemampuan masing-masing dan akan mendapatkan tugas sesuai dengan keahliannya. Jadi bisa dipastikan tidak seorangpun di antara anak buah akan diutamakan kecuali melihat prestasi yang didapatkan.


Para pemburu bayaran ataupun bodyguard bisa dinegosiasikan sebagai sistem penyamaran sebab tidak hanya sekedar mencegah manipulasi situasi. Baik dari keamanan ia bisa mengendalikan semua itu sesuai dengan situasi dan kondisi agar setiap penyamaran dari anggotanya tidak pernah diketahui oleh masyarakat biasa apalagi aparat kepolisian.


Untuk mendapatkan suatu informasi ia tidak perlu kesulitan harus keluar rumah dan bertanya sana sini tetapi semua informasi yang dibutuhkan akan datang dengan sendirinya tanpa harus bersusah payah. Bukankah semua orang yang memiliki koneksi akan semudah menjentikkan jemari?


Ya begitulah dunia ini ada yang memiliki kemudahan tapi lebih banyak orang-orang yang menikmati kesusahan. Realitanya tidak seimbang karena memang dunia ada untuk saling mengajarkan arti berbagi. Semua kembali pada diri sendiri, apakah mau memahami alam dan manusia atau menggenggam ego sendiri.


Setelah beberapa lama melakukan pencarian dan mengcopy paste bukti yang langsung ia kirimkan pada seseorang. Barulah pria itu menutup laptopnya dan berniat istirahat sejenak. Apalagi setelah apa yang terjadi Ia membutuhkan waktu untuk sejenak tenang karena pikirannya mulai terbagi-bagi.


Langkah kaki berjalan berpindah tempat, lalu merebahkan raga bersambut pejaman mata sekedar berusaha untuk mencari Kedamaian. Keheningan datang menyapa bertema suara deru napas pelan tanpa keributan hingga tiba-tiba sesuatu mengetuk menyampaikan pesan tanpa suara.


Sekilas ingatan muncul menghantui ketenangannya yang hampir saja terlupakan. Mata kembali terbuka lebar bahkan tubuh ikut tersentak kembali duduk di tepi ranjang, lalu dengan cekatan ia mengeluarkan benda pipih dari tempat persembunyian, kemudian dengan cepat mendial nomor panggilan terakhir sekali lagi.


"Come on. Ayolah, kenapa lama sekali diangkatnya?" Al mulai panik sebab ia tidak tahu apa yang terjadi pada si pemilik nomor karena tidak biasanya begitu lama menjawab panggilan darinya.


Tidak adanya jawaban membuat Al mengalihkan panggilan ke nomor lain. Pria itu masih menunggu hingga suara seseorang menyapa dari seberang, "Waalaikumsalam, kalian ada dimana?"


Suara tanya yang terdengar begitu khawatir menjadi awal perbincangan antara Al dan orang yang ia panggil. Obrolan berlangsung selama lima belas menit dan berakhir dengan baik bahkan ketegangan di wajah Al menghilang tanpa meninggalkan jejak. Pria itu kembali tenang setelah mendapatkan kepastian sehingga ia bisa melanjutkan istirahat siangnya.


Sementara itu, di belahan bumi yang lain terdengar suara keributan besar dari dalam bilik kamar kehangatan. Suara yang bergema hingga keluar kamar tetapi tidak ada niat untuk berdamai walau saling membutuhkan, membuat tiga insan lainnya hanya diam tanpa komentar. Mereka sadar tidak memiliki hak untuk ikut campur urusan orang-orang yang ada dibalik kamar atas.

__ADS_1


"Apa mereka tidak bosan seperti itu terus?" gumam seorang gadis yang hanya mengaduk salad miliknya karena selera makan sudah hilang entah kemana.


Rasanya sama seperti berusaha untuk memaksakan diri ketika waktu makan justru ditemani keributan sepasang kekasih. Muak dan risih, tapi tidak memiliki hak untuk mengeluh sebab sadar diri akan posisi. Apalagi sudah tau bahwa yang dikeluhkan pasti tidak menganggap ia ada.


Seulas senyum getir juga tersungging menghiasi wajah si pria kemayu, "Kita makan di luar saja, yuk! Biarin mereka damai dengan permasalahan sendiri. Palingan ribut gegara kurang belaian. Cabut, guy's!"


"Astagfirullahaladzim, Noel! Kau itu kalau ngomong suka bener, hehehe, ayo!" sambut ceria si kembar yang kompak sehingga membuat Noel ikut terkekeh.


Langkah kaki ketiganya berjalan meninggalkan tempat panas yang hanya menghadirkan kehangatan ranjang. Mereka sebenarnya sudah mulai terbiasa dengan kelakuan Hazel dan juga kekasih bayaran si model hanya saja memilih diam dan berpura-pura buta serta tuli.


Bukan karena tidak bisa komplain, tetapi mereka ada untuk dibayar sebagai seorang pekerja dan bukan tukang komentar. Sudah jelas kewajiban hanya bersinggungan ketika sama-sama menjalani profesi pekerjaan masing-masing dan ikut campur urusan pribadi di luar area dunia kerja.


Semua tahu ketika bekerja harus memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi dan efforts sesuai. Hal itu juga sebagai bentuk profesional. Profesional adalah seseorang yang mempunyai keahlian, pengetahuan, dan keterampilan tertentu dalam suatu bidang yang telah diakui oleh masyarakat dan diatur oleh organisasi atau lembaga yang kompeten.


Profesional biasanya memiliki tanggung jawab etika dan standar kinerja yang tinggi dalam melaksanakan pekerjaannya. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), profesional memiliki sejumlah arti. Profesional bisa diartikan sebagai sosok yang memiliki kepandaian khusus untuk menjalankan tugasnya.


Selain itu, profesional diartikan juga sebagai orang yang terlibat atau memenuhi kualifikasi dalam suatu profesi. Pada intinya, profesional adalah suatu sikap yang telah diakui oleh orang lain karena memiliki kinerja bagus.


Begitu juga dengan ketiga insan yang kini meninggalkan tempat penginapan dan memilih mencari tempat makan di luar agar bisa menikmati waktu tanpa mendengarkan keributan. Mereka tahu tempat dan waktu sehingga memutuskan jalan tengah sebagai solusi, sedangkan di dalam penginapan masih saja terdengar gema argumen mulut yang sengit.


Suara keras dari benda yang jatuh bersambut jeritan kencang terdengar begitu jelas tetapi seketika hening bak kesunyian malam. Entah apa yang terjadi di dalam sana sebab tidak ada tanda kehidupan yang menyapa hingga pintu terbuka dengan kemunculan seorang wanita tanpa busana lengkap.

__ADS_1


Niat hati ingin keluar tetapi tubuhnya kembali tertarik ke dalam kamar, "Mau apa lagi ... " belum usai menanyakan keinginan sang kekasih tiba-tiba bibir sudah terbungkam pagutan kasar dari prianya.


__ADS_2