
Melihat kesiapan sang tamu yang sepertinya cukup pintar, si pirang mengangguk menyetujui untuk melanjutkan obrolan sepihak karena ia memang tidak ingin ada penjeda. Akan tetapi masih memberikan waktu agar bisa memahami setiap kata yang disampaikannya.
"Di setiap negara pasti memiliki perbedaan, tapi beberapa negara yang memperbolehkan adanya kupu-kupu malam antara lain adalah Belanda, Jerman, dan Selandia Baru. Karena rumah bordil dapat beroperasi dengan legal, mereka dapat diatur.
"Meski begitu harus memenuhi syarat uji kesehatan, dibatasi ruang geraknya dimana tidak boleh dekat sekolah dan juga ditarik pajak. Hal ini berjalan sesuai dengan hukum yang berlaku. Rencana Pemerintah untuk melegalkan rumah bordil meskipun hanya yang kecil, dengan maksimal dua kupu-kupu malam dan seorang resepsionis.
"Pasti terdengar berani bagi orang-orang di Inggris Tengah yang takut wanita di sebelahnya akan beralih ke pekerjaan rumahan. Tetapi kesulitan tentang apakah tempat tersebut sebaiknya dikurung di rumah bordil atau dibiarkan berjalan di jalanan bukanlah hal baru. Apalagi tag 'profesi tertua', tentu saja, hampir pasti salah."
Si pirang menyambar sebatas rokok dari bungkus yang tampan menyembul di pojok kiri meja, lalu menyalakan api membiarkan asap putih menemani waktunya dalam bisnis kali ini. Pekerjaan yang tidak melelahkan karena hanya harus membagi ilmu pengetahuan dan mendapatkan bayaran menggiurkan.
"Sebagai pendiri rumah bordil, kita juga harus tahu bahwa contoh pertama yang tercatat tentang wanita yang menjual diri untuk berhubungan badan tampaknya bukan di rumah bordil tetapi di kuil. Di Sumeria, Babilonia, dan di antara orang Fenisia, kupu-kupu malam adalah mereka yang melakukan hubungan badan tapi bukan untuk mendapatkan keuntungan melainkan sebagai ritual keagamaan.
"Hal itu di bait suci seharusnya memberikan berkat khusus bagi pria dan wanita. Tapi itu sangat berbeda dengan hanya melakukannya demi uang. Ada banyak hal seperti itu di Alkitab, meskipun tempat sampah di kitab suci Yahudi tampaknya melakukan perdagangan mereka dari rumah, seperti Rahab, tempat terlarang di Yerikho yang membantu mata-mata Yosua.
"Dimana untuk mengidentifikasi rumahnya dengan tali merah - asal usul, beberapa orang mengatakan, dari "lampu merah". Meskipun mungkin, lebih biasa, berasal dari lentera merah yang dibawa oleh pekerja kereta api yang ditinggalkan di luar rumah bordil saat mereka berada di dalam. Jika tidak salah, rumah bordil pertama tampaknya berada di Mesir kuno."
Kenikmatan setiap helaan napas bercampur aroma tembakau berkualitas benar-benar mewakili citarasa damai. Tanpa kata ia tawarkan rokoknya pada sang tamu tetapi wanita berdarah campuran itu hanya menggelengkan kepala menolak. Sepertinya belum benar-benar menjadi pemilik rumah bordil.
__ADS_1
"It's okay, aku lanjutkan. Jadi beberapa sejarawan berpendapat jika kegiatan terlarang ini tidak umum sampai pengaruh wisatawan Yunani dan Mesopotamia mulai berlaku. Tapi, di masa Firaun selanjutnya, wanita penarik dan musisi digunakan untuk merekrut pria ke rumah bordil. Herodotus mengatakan bahwa praktik pekerjaan ini di Yunani bernama Rhopopis sangat sukses di Mesir sehingga dia membangun sebuah kuil dari pendapatannya.
"Selain itu, aku akan sebutkan beberapa negara yang memiliki rumah bordil dengan izin resmi dan pengelolaan tidak mendapatkan larangan hanya saja harus memenuhi syarat dan ketentuan. Negara pertama yaitu Selandia Baru. Disini telah legal sejak tahun 2003, bahkan ada rumah bordil berlisensi yang beroperasi di bawah undang-undang kesehatan masyarakat dan ketenagakerjaan.
"Bahkan para pekerja mendapatkan tunjangan sosial seperti karyawan lain pada umumnya. Negara kedua adalah Australia dimana status hukum rumah bordil di Australia berbeda dari satu negara bagian ke negara bagian lainnya. Itu di dekriminalisasi di beberapa daerah, dan ilegal di bagian lain."
Menyebutkan nama negara yang pasti bisa menjadi acuan. Apalagi mengingat organisasi yang mempekerjakan para wanita malam bisa dibilang tidaklah hal lazim. Meski pada zaman sekarang sudah banyak beredar. Sebenarnya sekedar menambah ilmu, tentu bukan masalah. Iya kan?
"Aku suka dengan negara satu ini yang mana sepenuhnya legal di Austria. Kupu-kupu malam bahkan wajib mendaftar, menjalani pemeriksaan kesehatan berkala, berusia sembilan belas tahun ke atas, dan membayar pajak. Meskipun demikian, ada banyak penyelundupan dan tindakan curang dalam bentuk paksaan di Austria.
"Beda lagi dengan negara lain dimana pekerja pria adalah ilegal, tetapi yang lainnya legal. Bangladesh memiliki masalah kemiskinan yang parah dan dilanggengkan oleh korupsi. Maka orang pun bisa diizinkan pemerintah untuk memiliki rumah bordil agar mengangkat taraf ekonomi masyarakat di sekitarnya. Miris kan?"
"Negara selanjutnya Belgia, negara ini telah berusaha untuk menghilangkan stigma, kekerasan dan ketakutan yang terkait dengan kegiatan terlarang dengan tidak hanya melegalkannya tetapi juga menjalankan bordil canggih dengan teknologi sidik jari dan kunci kartu. Sama seperti dengan rumah bordilku, ruang VVIP mendapatkan pelayan terbaik.
"Lalu, Kanada dimana semua orang bisa menjadi kupu-kupu sendiri adalah legal, tetapi membeli pelayanan menjadi ilegal pada akhir tahun 2014. Sistem yang sangat cacat ini menempatkan pekerja pada posisi yang sangat berbahaya dan dilematis. Lebih menyedihkan, dibandingkan dengan pelayan toko biasa.
"Next, negara ini juga legal untuk bekerja di industri jasa layanan plus di Kolombia, terutama tersebar luas di kota-kota seperti Cartagena dan Barranquilla. Sementara di Denmark pemerintah bahkan membantu penyandang disabilitas untuk bercinta dengan mengeluarkan biaya tambahan yang harus dibayar secara berkala.
__ADS_1
"Usaha terlarang yang legal di Prancis, meskipun meminta di depan umum masih dilarang. Rumah bordil masih ilegal dan dilarang di Prancis dari tahun 1946, tepat setelah Perang Dunia Kedua. Akan tetapi dilegalkan pada tahun 1927 dan ada rumah bordil yang dikelola negara. Dimana para pekerja diberikan jaminan kesehatan, harus membayar pajak dan mereka bahkan menerima tunjangan sosial seperti pensiun."
Niat hati ingin melanjutkan tetapi beberapa pelayan muncul menawarkan minuman serta cemilan. Tidak terasa sudah dua puluh menit berlalu yang membuat kerongkongan haus. Dipersilahkannya sang tamu untuk menikmati hidangan kecil ala keramahan rumah bordil.
Sejenak membiarkan waktu berlalu begitu saja tanpa percakapan selain menikmati secangkir teh hangat dengan teman kue red velvet yang begitu lezat menggugah selera. Rupanya pemilik tempat tersebut sangat menghargai tamu yang melakukan temu janji, meski harga hidangan lebih murah dari pengeluaran para pendatang.
"Rasanya benar-benar pas, apa kamu suka kue ini?" tatapan mata terpatri pada wajah cantik yang dominan terlihat anggun dan tidak bosan untuk dipandang.
Entah kenapa, ia merasa jika wanita yang menjadi tamunya itu pasti masih berusia dibawahnya. Jika menjadi salah satu anak buahnya, maka jaminan mendapatkan pelanggan bisa mengantri sepanjang waktu dan tidak sabar mendapatkan giliran. Seolah paham tatapan penghakiman, sang tamu berdehem membuyarkan lamunan.
"Kehidupanku lebih buruk dari para pekerja rumah bordil. Jadi jangan berpikir menjadikan diriku sebagai salah satu anak buahmu. Disini tidak ada yang bertanggung jawab jika kepala pelanggan terlepas dari raga masing-masing." Suara tegas menjelaskan penolakan tanpa ada pertanyaan, sontak saja bersambut suara kekehan.
"Rupanya feelingmu kuat. Okay aku lanjutkan, negara berikutnya adalah Yunani. Dimana negara ini juga mengikuti metode Jerman yang memasukkan pekerjaan terlarang sebagai pekerjaan nyata di masyarakat. Para pekerja juga mendapatkan hak yang sama dan harus sering melakukan pemeriksaan kesehatan.
"Lalu, ada juga Belanja yang memiliki tempat paling terkenal dengan pekerja pelayanan plus plus adalah Red District. Tentu saja di negara ini jelas legal sama seperti banyak hal lainnya. Mereka selalu memiliki cara yang sedikit lebih terbuka dalam menghadapi hal-hal yang dianggap tabu di tempat lain.
"Negara terakhir adalah Thailand. Bisa dikatakan Thailand memang cocok dijuluki sebagai surga dunia para penikmat raga. Thailand juga terkenal dengan pekerja sesama jenis. Bahkan ada beberapa lokasi khusus di Thailand yang kerap diincar para wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri.Salah satunya Patpong di Bangkok, yang dikatakan daerah terbaik untuk berlangganan para pekerja terlarang yang muda dan cantik dengan harga murah."
__ADS_1
"Sampai sini ku pikir kamu sudah memiliki cukup pengetahuan. Aku cuma punya satu pertanyaan, rumah bordil seperti apa yang ingin kamu bangun? Legal atau illegal." pungkas si pirang dengan penjelasan terakhir tentang sejarah dan juga beberapa bagian negara yang bisa menjadi patokan.