
Beberapa jam kemudian akhirnya Arina sudah terbangun dari pingsannya. Haris masih berada di ruangan itu, dengan begitu lembut dan telaten Daniel merawat istrinya. ketika Arina membuka matanya wanita itu menatap suaminya yang sudah ada di depan matanya.
"Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Arina.
"Tentu saja aku mau merawatmu." jawab Daniel.
"Kita akhiri hubungan kita sampai di sini saja, aku akan ke kota dan bilang sama ayah Ma'ruf kalau kita berdua akan bercerai." ucap Arina yang membuat Daniel benar-benar seperti tersambar petir.
DEG..
Daniel langsung tersentak.
"Apa maksudmu? kenapa kau ingin bercerai denganku?" tanya Daniel. pria itu jantungnya serasa ingin copot saat mendengar kata perceraian yang diucapkan oleh istrinya.
"Mengapa tidak, aku yakin kau begitu senang dengan kata-kata yang barusan aku ucapkan. setelah kita bercerai segeralah nikahi wanita itu, perhatikanlah dia dengan sepenuh hatimu. jadi kau tidak usah merawatku lagi." jawab Arina.
"Apa maksudmu?" tanya Daniel lagi.
"Kau tidak usah berpura-pura, aku tahu kalau kau menyukainya. jadi aku lepaskan aku untuknya, kalian boleh berbahagia aku akan mencari kebahagiaanku di tempat lain." jawab Jihan.
BRAKK!!
"Apa maksudmu!" teriak Daniel yang begitu marah.
"Mengapa kau harus bertanya padaku apa maksudku? lalu apakah aku boleh bertanya sesuatu padamu?" tanya Arina.
__ADS_1
"Apa kesalahanku hingga membuatmu begitu marah padaku?!" seru Daniel.
"Apa kesalahanmu? mengapa Aku marah padamu? lalu dimana otakmu, kau lebih membela wanita lain daripada membelaku. kau lebih perhatian kepada wanita lain daripada diriku, kau merawat wanita lain bukan merawatku yang sedang terluka. Lalu, apakah itu bukan satu-satunya alasanku marah padamu? seorang suami yang menelantarkan istrinya, seorang suami yang lebih menolong wanita lain daripada istrinya!" seru Arina.
"Aku tidak bermaksud seperti itu." jawab Daniel.
"Sudahkah, lebih baik kita urus perceraian ini di kota. carilah kehidupanmu dan akan kucari kehidupanku sendiri, kita memang berbeda jalan, Aku tahu aku bukanlah wanita sempurna yang pantas menjadi istrimu. kau berhak mendapatkan wanita yang lebih baik yang lebih mencintaimu, bisa memberikanmu kebahagiaan dan selalu memberikanmu senyum." jawab Arina.
"Aku tidak ingin semuanya itu!" teriak Daniel.
"Jau tidak usah berteriak padaku!" seru Arina.
"Aku tidak akan pernah mau menceraikanmu sampai aku mati!" seru Daniel yang kemudian menarik tubuh Arina dan memeluknya.
"Maafkan Aku, Maafkan aku." ucap Daniel yang tetap memeluk tubuh istrinya.
"Bagaimana jika aku tidak bisa memaafkanmu karena kau telah menghianati ku di depan mataku." jawab Arina.
Memang Daniel tidak bermaksud untuk melukai Arina, namun betapa bodohhnya Daniel karena dia lebih memilih untuk menolong wanita lain daripada menolong istrinya yang masih terluka.
"Maaf maafkan aku, hukumlah aku dengan apapun. namun kau tidak boleh menceraikan ku, Kau boleh melakukan apapun namun kau tidak boleh meninggalkan aku." ucap Daniel dengan suara yang bergetar pula. terlihat sekali kalau pria itu menangis karena sesuatu.
"Kenapa aku tidak boleh meninggalkanmu? Kenapa aku tidak boleh menceraikanmu dan kenapa aku tidak boleh memberikanmu kepada wanita lain?" tanya Arina yang membuat Daniel semakin memeluk erat tubuh istrinya yang terduduk di ranjang.
"Apakah salah jika aku mencintaimu? Apakah dosa jika aku menginginkan cintamu? Apakah aku tidak berhak untuk mencari kebahagiaan bersamamu?" ucap Daniel yang membuat Arina langsung Diam membeku.
__ADS_1
"Apa maksudmu?" tanya Arina.
"Maafkan aku jika telah mencintaimu, Maafkan aku jika telah lancang menginginkan dirimu." jawab Daniel dengan suara yang benar-benar bergetar karena menangis. ketakutannya sungguh luar biasa jika Arina membenci dirinya dan tiba-tiba tidak mau bertemu dengannya seumur hidup.
"Apa maksudmu?" tanya Arina kembali.
"Maafkan aku, Maafkan aku yang telah mencintaimu. Maafkan aku yang telah meminta cinta ini padamu." jawab Daniel.
DEG...
jantung Jihan terasa ingin keluar ketika mendengar pernyataan Cinta dari suaminya. dia tidak akan pernah mengira kalau perasaan Daniel sama seperti perasaannya yang sekarang benar-benar meluap karena emosi cemburu.
"Aku yakin kau sedang bercanda denganku kan?" tanya Arina.
"Tidak, aku benar-benar mencintaimu." jawab Daniel.
* Bersambung *
Mohon dukungannya pada novelku yang lainnya 😊😊😊
- Mawar berduri
- Terlempar ke dunia sang kaisar
- karena cinta
__ADS_1