
Tampak terdengar percaya diri dimana sebagai nona muda yang memiliki kuasa atas perusahaan keluarganya. Ia benar-benar bisa berbuat sesuka hati tapi bukan berarti tanpa berpikir menjalankan setiap rencana sebagai tindakan nyata. Apalagi di balik kejayaan masih terkena dampak isu yang datang dari masa lalu.
Hanya saja kali ini, ia harus lebih hati-hati dan tetap waspada mengingat kehadiran seseorang tanpa mengetahui apapun baik dari segi informasi apalagi kehidupan milik sang pemegang. Apa yang akan terjadi nanti hanya bisa dirinya nanti karena selama barang milik sang papa tidak diakses maka sulit menemukan pemegangnya.
Ia ingat sebuah kisah yang pernah menjadi dongeng di setiap malam kala masih berusia tujuh tahun. Dimana papanya menceritakan tentang peperangan yang terjadi pada tahun 1754-1760, peperangan antara bangsa Britania Utara dan bangsa Indian yang melibatkan penggunaan virus cacar. Ketika itu, Britania Utara memberikan pakaian dan selimut dari rumah sakit yang merawat penderita cacar kepada bangsa Indian untuk memusnahkan bangsa tersebut.
Ada kisah lain juga yang mana pada Perang Dunia I, Jerman menggunakan dua bakteri patogen, yaitu Burkholderia mallei penyebab Glanders dan Bacillus anthracis penyebab Antrax untuk menginfeksi ternak dan kuda tentara Sekutu. Sementara pada tahun 1932-1935, Jepang mengembangkan program pembuatan senjata biologis di Cina yang dinamakan Unit 731.
Sehingga sebanyak 3.000 ilmuwan Jepang bekerja untuk melakukan penelitian terhadap berbagai agen biologis yang berpotensi sebagai senjata, misalnya kolera, pes, dan penyakit seksual yang menular. Ada juga eksperimen yang dilakukan menggunakan tahanan Cina yang mengakibatkan kurang lebih dari 10.000 tahanan mati pada masa itu.
Dan sejak saat itu, tidak hanya Jepang yang mengembangkan senjata biologis, tetapi juga diikuti oleh negara-negara lain seperi Amerika Serikat dan Uni Soviet. Papanya mengatakan jika bisnis keluarga hanya untuk menyuplai tanpa melanggar peraturan negara yang telah disepakati bersama.
Ketika seseorang ingin menciptakan senjata biologis maka harus memahami banyak hal dari setiap aspek. Tentu saja termasuk mengenai agen biologis seperti Bacillus anthracis dimana penyebab Anthrax. Agen biologis sendiri merupakan mikroorganisme atau toksin yang dihasilkannya dimana dapat menyebabkan penyakit pada tanaman, hewan, atau tumbuhan, atau menyebabkan kerusakan material.
__ADS_1
Jadi dalam pembuatan senjata biologis, agen biologis merupakan komponen penting yang harus diteliti terlebih dahulu sebelum diaplikasikan. Beberapa agen biologis dan penyakit yang pernah direncanakan untuk dijadikan senjata atau sudah pernah dijadikan senjata biologis di dunia banyak jenisnya seperti Brucella sp. (Brucellosis), Chlamydia psittaci (Psittacosis), Coxiella burnetii (Demam Q), Escherichia **** O157:H7 (Gastroenteritis) dan masih banyak lagi.
Selain itu ia juga sudah mendapatkan tanggung jawab untuk mengenali karakteristik dari senjata biologis yang mana mudah diproduksi dan disebar, aman digunakan oleh pasukan penyerang yang menyebarkannya, serta dapat melumpuhkan atau membunuh individu berulang kali dengan hasil yang sama alias konsisten. Tak semua tahu jika menggunakan senjata biologis yang sama untuk menyerang beberapa daerah berbeda, maka dampak yang terjadi haruslah sama.
Agen biologis pada senjata biologis juga harus dapat diproduksi dengan cepat dan murah. Belum lagi untuk membuat suatu senjata biologis yang berkualitas baik, ada beberapa persyaratan tambahan yang harus dipenuhi, yaitu dapat ditularkan, menimbulkan sakit berkepanjangan yang membutuhkan perawatan intensif, dan gejala yang ditimbulkan bersifat non-spesifik sehingga menyulitkan diagnosis.
Jadi pada umumnya, senjata biologis yang baik juga memiliki waktu inkubasi yang cukup panjang di dalam tubuh penderita sehingga penyakit dapat ditularkan dan menyebar secara luas sebelum dapat terdeteksi. Hal ini menjadi klasifikasi atau pengelompokkan senjata biologis dapat dilakukan berdasarkan taksonomi, inang, sindrom yang ditimbulkan, efek yang dihasilkan, cara penyebarannya, dan respon praktis atau menurut sifat fungsionalnya.
Namun untuk mengembangkan bisnis, papanya juga dengan sadar mengirimnya pada orang-orang terkenal demi belajar banyak hal. Sudah pasti juga mempelajari keuntungan dan kerugian dari bisnis milik keluarga. Penggunaan senjata biologis sendiri memiliki beberapa keuntungan dan keunggulan dibandingkan jenis senjata militer lainnya.
Selain itu penyerangan dengan senjata biologis disukai oleh banyak negara karena penyebarannya tidak terdeteksi dan musuh tidak menyadari adanya penyerangan dengan senjata biologis. Bahkan agen biologis yang hidup di dalam tubuh manusia dapat berkembang biak dan menyebar dari individu satu ke individu lain secara alami. Hal ini sangat mungkin terjadi karena agen biologis terutama virus yang disebar tidak terlihat oleh mata telanjang, tidak berbau, dan tidak berasa.
Dan jika dibandingkan dengan senjata nuklir, senjata biologis lebih unggul karena penggunaannya tidak merusak infrastruktur atau fasilitas yang ada dalam daerah yang diserang, sehingga infrastruktur yang tertinggal dapat dimanfaatkan kembali. Akan tetapi dibalik manfaat, nyatanya juga memiliki kelemahan yang apabila tidak diperhitungkan secara cermat dapat merugikan.
__ADS_1
Seorang pembuat senjata biologis memerlukan perhitungan cuaca atau kondisi yang tepat untuk melakukan penyebaran senjata tersebut karena sedikit perubahan arah angin dapat mengakibatkan agen biologis berbalik menyerang diri sendiri. Apalagi untuk agen biologis yang disebar melalui udara, waktu tinggal atau ketahanan mereka di udara merupakan hal yang penting untuk diketahui agar tidak terjadi infeksi sekunder pada pasukan penyerang ketika mereka memasuki daerah yang telah berhasil dilumpuhkan/diinfeksi.
Bisa dibilang pasukan yang bertugas menyebarkan senjata biologis juga harus dilengkapi dengan berbagai alat pelindung karena risiko terinfeksi agen biologis yang digunakan sebagai senjata dapat dialami oleh mereka. Selain itu beberapa jenis senjata biologis juga diketahui rentan terhadap radiasi matahari maupun perubahan cuaca sehingga agen biologis dapat terinaktivasi dan tidak dapat berfungsi dengan baik.
Sehingga untuk beberapa jenis senjata biologis seperti itu, biasanya dilakukan penyebaran pada larut malam atau pagi subuh sehingga radiasi matahari tidak akan mengganggu dan agen biologis dapat menyebar pada ketinggian yang rendah dan menyelimuti daerah yang diserang. Apalagi masih beresiko kerugian lain dari penggunaan senjata biologis yang mana adanya beberapa agen biologis yang dapat bertahan lama di lingkungan seperti spora Bacillus anthracis.
Sehingga daerah yang telah diinfeksi tidak dapat dihuni/ditinggali dalam jangka waktu yang cukup lama. Meski begitu pembuatan senjata biologis juga memerlukan bioteknologi. Sebab kemajuan ilmu bioteknologi terutama rekayasa genetika memiliki dampak negatif dan positif dalam pengembangan senjata biologis.
Hal ini menjadi peringatan dimana dalam dampak positif yang ditimbulkan seperti munculnya metode dan berbagai cara deteksi, identifikasi, dan netralisasi agen biologis patogen secara lebih cepat. Dan berbagai jenis vaksin dan antitoksin juga telah dikembangkan untuk mengontrol bakteri dan virus patogen yang digunakan sebagai senjata biologis. Bahkan ada modifikasi materi genetik/DNA organisme juga telah diterapkan untuk membuat racun, elemen yang menular, maupun senjata biologis yang mematikan.
Data Proyek Genom Manusia (Human Genome Project) juga telah dimanfaatkan untuk meningkatkan sistem pertahanan sipil dan nasional suatu negara dalam melawan penggunaan dan pembuatan senjata biologis serta mengembangkan antibiotik dan vaksin baru. Hanya sana kemajuan bioteknologi juga dapat disalahgunakan oleh sebagian orang untuk mengembangkan senjata biologis yang sangat berbahaya.
Contohnya saja seperti menghasilkan organisme mikroskopis yang secara genetik sudah dimodifikasi untuk memproduksi toksin atau racun berbahaya. Dimana berbagai agen biologis patogen juga dapat direkayasa secara genetik agar lebih tahan atau stabil pada kondisi lingkungan yang kurang menguntungkan dan memiliki resistensi terhadap antibiotik, vaksin, dan terapi yang sudah ada.
__ADS_1
Selain itu, bioteknologi juga dimanfaatkan untuk pembuatan agen biologis yang tidak dapat dikenali oleh sistem imun atau antibodi tubuh karena profil imunologinya telah diubah. Bisa dibayangkan apabila senjata biologis yang telah dikembangkan dimanfaatkan untuk bioterorisme atau penyalahgunaan lainnya maka akan timbul kekacauan di dunia. Terlalu berbahaya.
Resiko yang tidak kecil apalagi dengan membuat senjata biologis maka keluarga selalu menikmati pengawasan dari berbagai pihak yang hanya bisa diabaikan. Orang bilang apapun pekerjaan setiap insan pastilah memiliki keuntungan dan kerugian yang nyata. Begitu juga dengan kehidupan milik keluarganya.