
Status dan posisi setiap orang memang berbeda meski sama memiliki hati serta raga yang nyata. Tetaplah tidak mengubah fakta yang merupakan bagian dari kehidupan setiap insan di dunia apalagi ketika menyangkut hubungan sosial semasa memenuhi roda takdir Yang Maha Esa. Mereka semua diharuskan menyadari kenyataan hidup masing-masing.
Begitu juga dengan si pengawal nyonya besar dimana pria itu harus mengundurkan diri, lalu menjauh dari tempat pertemuan pertama antara seorang ibu dan putrinya. Ia bergegas menyusul kepergian Li Wei sedangkan di tempat lain sang nona muda pertama yang merupakan saudara sedarah si gadis muda akhirnya kembali ke penginapan setelah menyudahi sesi bersantai di tepi pantai.
Li Mei yang terlihat lebih baik memutuskan menunggu datangnya kebenaran tanpa mengharapkan sesuatu hal membahagiakan meski ia sendiri sadar hati semakin gelisah. Sementara di belahan bumi lain justru dunia tampak sibuk menonton putusan terakhir dari seorang penguasa setelah melakukan evaluasi selama berhari-hari dan hari ini menjadi hari besar.
"Bos, semua divisi sudah dibenahi. Sekarang apa perintah Anda selanjutnya?" Zack meletakkan file terakhir kembali ke tempat semula setelah diperiksa dengan seksama dimana file itu berisi data karyawan yang telah menyetujui surat kontrak kerja sama baru.
__ADS_1
Al yang masih sibuk berkutat memainkan laptop dimana jemarinya menari tak beraturan dengan irama cepat seolah tengah dikejar kereta ekspres. "Pesankan tiket pulang malam ini, pergilah!" jawaban singkat nan padat tanpa menatap arah lawan bicaranya.
"Siap, Bos. Ngomong-ngomong apa aku ikut pulang atau harus stay di Korea?" Zack mengajukan tanya hanya untuk memastikan bagaimana kelanjutan hidup yang harus dirinya jalani.
Sejauh yang dia pahami, maka sang majikan tidak bisa lepas tangan jika baru saja memulai bisnis baru. Terlebih lagi menyangkut perusahaan yang memiliki tanggung jawab besar. Meski begitu tetap membuat keputusan yang tepat sasaran tanpa ada keraguan apalagi selalu mengutamakan kesejahteraan semua orang di bawah naungannya.
"Wuih, baik banget bosku. Siap komandan!" sahut Zack penuh semangat empat lima dan dengan senang hati menyambut masa liburan selama tinggal di Korea.
__ADS_1
Liburan yang bisa dibilang sangat sulit dilakukan tiba-tiba saja datang dan memberikan kesempatan untuk sedikit mengeksplor dunia luar. Ia merasa senang apalagi banyak hal bisa dilakukan tanpa harus berpindah-pindah tempat seperti biasanya. Setidaknya selama di Korea memiliki waktu untuk mandi air panas dan itu cukup bagi seorang pengawal yang tidak sering bersenang-senang.
Keputusan telah ditetapkan sehingga membuat Al kembali fokus menyelesaikan pekerjaan. Begitu juga dengan Zack yang asyik memainkan gawai, pria satu itu juga menunaikan kewajiban dan menuntaskan keinginan sang majikan. Detik demi detik berganti menit yang menyatu beralih menjadi jam hingga tak terasa waktu berlalu begitu cepatnya.
Siang berganti malam menjemput perpisahan setelah persiapan singkat yang telah direncanakan. Zack melambaikan tangan menyambut kesendirian seraya memperhatikan pesawat terbang yang menjauh dari bandara. Sang tuan benar-benar membiarkan dirinya mengambil seluruh tanggung jawab untuk mengawasi dan memperhatikan perusahaan baru yang masih di fase permulaan dari sebuah perjuangan.
"Selamat jalan, Bosku. Semoga Allah selalu melindungi Anda." sepucuk do'a dengan harapan tulus senantiasa ia panjatkan untuk pria besar yang selama ini menerima kehadirannya.
__ADS_1