Karena Cinta

Karena Cinta
Part 149#Paparazzi


__ADS_3

Niat hati ingin sejenak melepaskan semua rasa kegalauan hati, tapi dirinya benar-benar lupa jika satu wajah asli bisa mengundang hal di luar dugaan. Sebagai seorang selebriti dengan karir yang bisa dikatakan sedang berada di puncak, ternyata harus menjaga privasi. Terkadang lupa akan satu hal itu.


Lupa keberadaan para paparazzi. Sejarah dari satu profesi yang bisa menyulitkan para orang-orang dengan nama cemerlang. Paparazzi berasal dari bahasa Italia yang artinya fotografer lepas yang membuntuti orang ternama. Kata ini pun menjadi bahasa gaul yang seringkali diucapkan.


Bahkan hingga kini paparazzi sudah tak asing di telinga umat manusia, meski ternyata kata ini pun sudah lama dimunculkan. Mengutip dari buku Paparazzi, paparazzi pertama kali muncul di Italia. Kata paparazzi merupakan bentuk jamak dari bahasa Italia paparazzo yang diambil dari nama karakter film La Dolce Vita tahun 1960.


Sedangkan menurut KBBI, paparazzi artinya juru foto bayaran yang memburu para selebriti. Senada dengan arti tersebut, dikutip dari Britannica, paparazzi adalah fotografer yang mengikuti orang-orang terkenal, untuk mengambil foto mereka. Kemudian paparazzi menjual foto tersebut ke surat kabar atau majalah. Sungguh meresahkan.


Sementara, menurut your dictionary, paparazzi diartikan sebagai fotografer atau seringkali pekerja lepas yang mengambil bidikan candid seringkali dengan cara yang mengganggu. Jadi lebih jelasnya, paparazzi diartikan sebagai para pemotret yang bekerja membuntuti orang-orang terkenal atau selebritis untuk mendapatkan foto-foto eksklusif.


Dalam hal ini ekslusif diterjemahkan sebagai foto 'miring' atau sensasional yang membuat masyarakat bertanya-tanya dan mengaguminya. Paparazzi cenderung tidak terikat dengan perusahaan atau organisasi media massa. Biasanya, paparazzi dianggap pengacau oleh selebriti.


Hanya saja cara bekerja paparazzi sulit dimengerti orang awam, sebab seringkali tidak mempedulikan perasaan orang. Mereka membuat tokoh atau selebriti merasa takut. Sebab, kehidupan pribadi mereka menjadi incaran. Dimana biasanya, tokoh, orang terkenal atau selebriti berusaha sekuat tenaga untuk menghindari bidikan maupun kejaran paparazzi.

__ADS_1


Akan tetapi, ada pula yang sengaja memanfaatkan jasanya untuk mendongkrak ketenaran, terutama selebriti yang sengaja menampilkan foto keseharian mereka. Sebab paparazzi memburu foto-foto kaum selebriti yang tidak biasa. Memang diakui, banyak pembaca yang melihat berita miring dan sensasional seperti ini.


Satu hal perlu diketahui dimana nama paparazzi pun mencuat saat kematian Putri Diana di tahun 1977. Kisah hidup putri ini seolah berakhir di tangan pemburu fotografi ini. Semasa hidup pun, tokoh ini sering dibuat marah karena publikasi foto-foto kehidupan pribadinya. Pada saat itu, paparazzi memasang kamera di dinding pusat kebugaran tempatnya berolahraga atau di salon langganannya demi mendapatkan foto-foto luar biasa.


Meski ia bukan orang sepenting Putri Diana, tetap saja sebagai publik figur harus menjaga privasinya. Andai saja tiba-tiba tertangkap basah sedang berduaan dengan kekasih bayarannya atau marah-marah tidak jelas. Mau ditaruh dimana wajah polos yang selama ini tampak di muka umum. Sama saja mengorbankan perjuangan selama beberapa tahun terakhir.


"Huft, selamat dari tangkapan kamera. Pak, antarkan ke kediaman lotus di jalan xxx!" tukas Hazel setelah masuk ke sebuah mobil taksi yang terparkir di depan cafe tempatnya bersantai sejenak.


Perjalanan yang tidak begitu panjang menjadi momen kebersamaan tetapi hanya ada kebisuan. Hanya saja lirikan mata terus teralih menatap ke belakang dimana Hazel sedang fokus bermain ponsel tanpa memperdulikan sekitar. Sepertinya wanita itu benar-benar mengabaikan sikap waspada ketika bepergian tanpa pengawalan.


Itu kan model cantik yang wara-wiri di layar televisi. Kok bisa naik taksi? Apa tidak punya mobil sendiri, ya?~batin si supir dengan mata jelalatan mengamati raga yang tampak begitu segar.


Betapa indahnya pemandangan yang ia dapatkan. Terlebih lagi wanita di belakang mengenakan gaun yang kurang bahan dengan pusat perhatian tidak bisa dihiraukan. Apa semua model memang membangkitkan adrenaline kaum adam atau hanya kebetulan?

__ADS_1


Sikap di luar batas normal membuat si supir teralihkan dari fokus jalanan. Pria yang memiliki pikiran kotor itu semakin tak karuan membayangkan sebuah keinginan hati tanpa kepemilikan. Entah masih memiliki akal sehat atau sudah kehilangan kewarasan. Satu hal pasti yaitu tidak memiliki kepribadian baik.


"Guy's, maaf untuk hari ini, aku cuti. Kalian lanjut pemotretan dulu, ya," ucap Hazel yang merekam pesan suara di grup para model milik agensinya.


Perasaan masih sangat kacau dan untuk kebaikan demi tetap bisa berjaya hingga masa depan. Ia sudah memutuskan untuk melakukan sesuatu agar bisa mengembalikan hubungan ke titik semula. Mana mungkin membiarkan pernikahannya kandas begitu saja, jadi demi mengamankan kehidupan, ia harus membujuk suaminya.


"Nona, dari tadi aku perhatikan gelisah seperti punya banyak masalah. Apa ada yang bisa aku dibantu?" bukan mencari perhatian tapi berusaha mendapatkan kepercayaan.


Hazel mendongak menatap ke arah depan dimana ternyata si supir taksi sedang memperhatikan dirinya, "Bapak mending fokus nyetir, deh. Jangan sampai besok ada berita kecelakaan."


Terdengar sarkas tetapi tidak menghentikan nyali si pria yang duduk di depan. Sesekali memperhatikan jalanan hingga lampu di persimpangan jalan menyala merah terang. Waktu tepat untuk menghentikan keraguan dengan melepaskan masker yang menutupi wajahnya. Sadar wajah juga modal utama untuk menarik perhatian seseorang.


"Apa aku terlihat seperti bapak-bapak?" tanya si pria di depan menunjukkan jati dirinya tanpa sungkan yang membuat Hazel tercengang atas pemandangan di depannya.

__ADS_1


__ADS_2