Karena Cinta

Karena Cinta
DANIEL BERADAPTASI


__ADS_3

Keesokan hari


Tadi malam terlihat Daniel tidak bisa tidur dengan pulas, pria itu hanya membolak-balikkan tubuhnya karena tempat yang dia tinggali sekarang bukanlah istana megah yang biasa dia tempati. Daniel langsung bangun dari tempat tidurnya menuju kamar mandi.


"Kenapa aku harus tinggal di sini." ucap Daniel sambil memasuki kamar mandi yang ada didalam kamarnya.


Pria itu terus menggerutu karena tempat tinggalnya tidak senyaman yang berada di kota.


"Butuh berapa lama aku tinggal di sini? kalau terlalu lama bisa-bisa aku menjadi gila." ucap Daniel. setelah beberapa menit kemudian Daniel sudah keluar dari dalam kamar mandi dan merapikan tubuhnya, dia ingin mencari Hais dan memintanya untuk membawa ke perkebunan milik ayahnya.


"Wanita itu pasti sangat nyaman tinggal di sini, karena tempat ini adalah tempat yang lebih layak daripada rumahnya." ucap Daniel yang kemudian keluar dari kamarnya menuju kamar Arina.


CEKLEK..


Terlihat Daniel Mencoba membuka pintu kamar Arina, terlihat pria itu memasuki kamar Arina. namun tidak ada seorangpun yang ada di dalam kamar itu,


"Kemana wanita itu, kenapa seperti ini dia sudah tidak ada di kamarnya." ucap Daniel yang kemudian menutup kembali pintu kamar Daniel. langkah kakinya memasuki dapur, terlihat disana Mbok Sri sudah masak.


"Kemana wanita itu berada, Mbok?!" seru Daniel.


"Oh nak Arina." jawab Mbok Sri.


"Iya, kemana pria itu?" tanya Jihan yang membuat Mbok Sri tersenyum.


"Kelihatannya nak Arina sedang berolahraga di kebun belakang." jawab Mbok Sri.


"Memangnya di kebun belakang ada tempat olahraga?" tanya Daniel kepada wanita tua itu.


"Ada mas, dulu biasa digunakan oleh Tuan Ma'ruf berolahraga." jawab Mbok Sri yang membuat Daniel langsung pergi meninggalkan wanita tua itu menuju kebun belakang.


Terlihat di belakang rumah itu bukannya Arina sedang berolahraga, namun terlihat wanita itu sedang memanjat pohon mangga.


"Apa yang dilakukan wanita itu di atas pohon?" guman Daniel dalam hati.


Pria itu terus menatap Arina yang sedang mengambil beberapa buah mangga.


"Apaan itu wanita, dia itu benar-benar wanita atau dia itu monyet. pagi buta seperti ini sudah naik di atas pohon mangga,dia itu benar-benar wanita jadi-jadian." ucap Daniel dalam hati yang terus menatap Arina berada di atas pohon mangga.


"Arina, segeralah turun biar aku yang memanjat!" seru Haris.


"Nggak usah Mas, biar aku yang panjat aja. kamu tunggu di bawah Aku mau mencari buah yang sudah matang." jawab Arina.


"Turunlah, Nanti kamu jatuh. nanti Daniel marah sama aku!" seru Haris.


"Nggak apa-apa, nggak bakalan dia marah." jawab santai Arina.


Tatapan mata Daniel menata Arina yang benar-benar tidak bisa dibilang sebagai wanita kalem, tadi Bibi bilang wanita itu sedang berada di belakang rumah untuk berolahraga. nyatanya Wanita itu sudah berada di atas pohon mangga.

__ADS_1


"Ayo Mas, nanti aku tangkap buah mangga nya!" seru Arina.


"Iya bentar." jawab Haris.


"Tangkap mangga nya, jangan sampai terjatuh!" seru Arina.


"Iya. " jawab Haris.


Daniel terus menatap setiap pergerakan dan suara canda Arina dan haris, nampak mereka berdua terlihat begitu akrab. Padahal mereka baru bertemu kemarin namun sekarang di pagi buta seperti ini mereka sedang berduaan di belakang rumah dan berada di pohon mangga.


"Arina!" seru Daniel yang sudah berada di bawah pohon mangga.


"Hem..." jawab Arina yang kemudian tidak sengaja menjatuhkan buah mangga di atas kepala Daniel.


BUG..


"Aihhhh!!" seru Daniel yang kepalanya tertimpa buah mangga.


Dengan segera Arina turun untuk melihat Daniel yang terduduk kesakitan.


"Kau tak apa-apa?" tanya Arina.


"Kau gila ya, kau melempari ku dengan mangga!" seru Daniel.


"Siapa juga yang melemparmu dengan mangga, aku kan tidak sengaja menjatuhkan mangga dari tanganku. habis kau berteriak begitu keras sehingga membuatku terkejut." jawab Arina.


"Hallah.., Itu alasanmu saja. pasti kau dengan sengaja melempar ku dengan salah satu mangga yang kau petik itu kan!" seru Daniel.


"Pasti pasti kau ingin melempar ku dengan mangga, karena aku mengganggu kalian bersenang-senang!" seru Daniel kembali.


"Pikiranmu itu ngelantur." jawab Arina.


"Dasar kau wanita kurang ajar, oya., tadi kau bilang mau mengantar ku ke perkebunan ayahku, tapi mengapa sekarang kau masih di tempat ini!" seru Daniel kepada Haris.


"Tentu saja aku menunggumu bangun, tuan." jawab Haris.


"Lalu Mengapa kau tidak membangunkanku!" seru Daniel sembari menunjuk Arina.


"Mana mungkin aku mengetuk pintu kamarmu, bisa-bisa kalau keluar Kau melemparku dengan barang-barang yang ada di kamar mu." jawab Arina.


"Itu alasanmu saja!" seru Daniel.


"Kau pernah melakukan hal itu kan?" tanya Arina yang membuat Daniel nampak mencoba mengingat semua perlakuannya dulu.


"Cepat sekarang kau ajak aku ke perkebunan Ayah!" seru Daniel.


"Iya sebentar, tuan. aku mau mengambil sepatuku dulu." jawab Haris.

__ADS_1


"Kamu ini benar-benar kurang ajar sekali ya, tadi kamu benar-benar melemparku dengan mangga kan?" tanya Daniel.


"Ngapain juga aku harus melemparmu dengan mangga, daripada aku lempar Kenapa tidak aku makan saja." Jawab Arina sambil mengambil buah mangga yang jatuh di tanah.


"Kau gak usah berpura-pura seperti itu." tuduh Daniel yang kemudian pergi meninggalkan tempat itu.


"Terserah." jawab Arina.


"Dasar wanita sombong." ucap Daniel.


Daniel melihat Arina sudah pergi dari kebun belakang rumah, wanita itu berjalan menuju depan rumah dan mulai berdiri di samping mobil.


Terlihat Daniel sudah mendatangi Arina.


"Kau dan pria itu benar-benar sangat cocok." ucap Daniel yang membuat Arina hanya menghembuskan nafasnya.


"Kalian mau aku antar atau kau mau berdebat denganku?" tanya Haris yang membuat Daniel langsung membuka pintu mobilnya dan masuk.


"Cepat!" seru Daniel.


"Bentar cerewet." jawab Arina yang kemudian naik ke dalam mobil.


"Buruan!" seru Daniel.


"Dasar bawel, kau tidak bisa diam ya. kalau kau terus saja berteriak seperti itu akan ku turunkan kau di hutan dekat pekebunan ayahmu. Aku mau tahu kau bisa kembali dari tempat itu atau tidak." guman Haris dalam hati.


"Dasar serigala jadi-jadian!" seru Arina.


"Dasar harimau betina." jawab Daniel yang kemudian menyuruh Haris melajukan mobilnya.


Siang itu Haris benar-benar membawa Daniel ke perkebunan milik keluarganya, disitulah harta kekayaan dari Ayah Ma'ruf.


Di sebuah tempat yang bangunannya tidak susun namun tempat itu begitu besar. Daniel terlihat menunggu Arina keluar dari mobil.


"Ini ya tempatnya?" tanya Arina kepada Daniel.


"Tentu saja ini tempatnya," jawab Daniel.


"Tuan Daniel!" seru salah satu penanggung jawab perkebunan teh.


"Bagaimana Apakah semuanya baik-baik saja?" tanya Daniel.


* Bersambung *


Mohon dukungannya pada novelku yang lainnya 😊😊😊


- Mawar berduri

__ADS_1


- Terlempar ke dunia sang kaisar


- karena cinta


__ADS_2