
Ia merasa semua seperti samar pada malam kejadian di mana dirinya dan Hazel menghabiskan malam bersama dengan melakukan malam pertama. Kesalahan itu memang tidak sengaja sebab meminum minuman yang entah sudah tercampur apa.
Satu hal pasti adalah minuman yang diminum merupakan jenis alkohol kuat. Malam panas bersambut pagi keterkejutan berakhir permintaan tanggung jawab yang tidak bisa dilepaskan. Sebagai seorang pria, ia melakukan kewajiban dengan memenuhi keinginan Hazel untuk menikah.
Namun saat ini semua sudah dirinya ikhlaskan dan berusaha menerima Hazel sebagai istri. Meski wanita itu memiliki kesibukan di luar batas, tetap saja tidak ingin mempermasalahkan hal yang sudah jelas. Walau berujung terjebak di antara istri dan keluarga.
Kedua belah pihak yang tidak pernah mau mengalah dan mengedepankan keinginan hati masing-masing sehingga ia sendiri yang merasa selalu dilema. Antara situasi dan kewajiban serta tanggung jawab di waktu bersamaan.
Menghela napas panjang, "Sudahlah! Lebih baik aku kembali menyibukkan diri dengan bekerja," Bryant menatap pantulan tubuhnya di depan kaca yang terlihat kekar dengan dada berbentuk roti sobek.
Setelah merenung sesaat, ia sadar tidak ada manfaat jika mengambil cuti. Karena untuk memiliki waktu berkualitas, maka harus bersama orang-orang terkasih. Akan tetapi, ia sendiri hanya tinggal sendirian di dalam rumah, lalu kenapa mengambil cuti?
Jangankan teman sekedar berbincang menghabiskan secangkir kopi bersama. Ia benar-benar kesepian sampai merindukan kebersamaan keluarga yang tentu saja hanya bisa didapatkan dari seluruh anggota keluarga Putra. Akan tetapi masih sadar diri harus menjaga kepercayaan sang istri.
Jika ia pulang ke rumah kediaman Putra, tentu semua anggota keluarga dengan senang hati menyambut. Sayangnya lagi dan lagi harus bisa memposisikan diri di setiap waktu yang bisa saja berubah karena situasi. Tidak ada yang menjamin ketenangan slalu hadir. Iya 'kan?
Lima belas menit telah berlalu. Bryant baru saja selesai mempersiapkan diri. Kini penampilannya terlihat begitu santai karena tak ingin berpakaian formal. Disaat sibuk mengecek penampilan sendiri tiba-tiba terdengar suara dering ponsel yang mengalihkan perhatiannya.
Diambilnya si benda pipih dari atas nakas, lalu menggeser icon hijau menerima panggilan tanpa memperhatikan siapa yang menelpon. Hati berharap Hazel lah yang menghubungi, tapi itu bisa menjadi harapan semu.
__ADS_1
"Halo, siapa?" tanya Bryant sedikit dingin tanpa memperhatikan nama yang tertera di layar ponsel sehingga membuat si penelpon dari seberang sedikit tak suka karena berani menyentak dirinya.
[Kakak ini, sudah ku telpon berulang kali tapi selalu saja di luar jangkauan. Memangnya kakak lagi ngapain? Wanita itu saja tidak di rumah.]~ suara bak kembang api terdengar menyahut panggilan, membuat Bryant sedikit menjauhkan ponsel dari telinga.
Rupanya yang menelpon adalah keponakan sekaligus adik kesayangan, "Bunga, bisa sopan tidak! Bukankah kamu masih jam kuliah? Trus gimana ceritanya malah telepon aku, jangan bilang putri keluarga Putra malah bolos, ya?"
Bryant bertanya lebih menyelidik agar mendapatkan jawaban pasti. Akan tetapi ia menurunkan nada suara agar Bunga tidak merajuk dan mempermasalahkan pertanyaannya. Tentu saja agar adiknya tidak ngomel lagi.
[Ka Bry, dikau suudzon. Dosa, loh. Aku cuman mau bilang, kakak harus bisa jemput aku siang ini. Ingat janjimu, Ka!We have to walk both while today the lecture is finished fast.]
[Fulfill the promise last night so that next year I can ask for another wish again. Oh, iya. Tolong bawakan pakaian ganti buatku, Ka!]~ pinta Bunga dengan suara yang kembali tenang tanpa ingin memberikan keluhan kepada kakaknya.
Setelah panggilan terakhir, ia bergegas mengambil jaket kulit warna hitam kesukaannya dari dalam lemari dan tidak lupa memilah salah satu gaun baru lengan panjang dari deretan pakaian Hazel. Tentu saja pakaian itu belum pernah dikenakan oleh istrinya.
Sebab Hazel memiliki banyak sekali pakaian baru setiap bulan, bahkan kadang beberapa hari sekali selalu membeli pakaian tanpa ragu. Ia sendiri tidak pernah ikut campur karena mengerti seorang model harus bisa menunjang penampilan di setiap suasana.
Kesendirian akan hilang karena pertemuan yang akan dia lakukan. Setidaknya hari cuti bisa didapatkan dengan menemani hari spesial sang adik. Padahal ulang tahun Bunga kemarin, jadi secara otomatis hari ini benar-benar sudah terlambat.
Biarlah. Toh dirinya hanya ingin memenuhi janji semalam. Selain itu, ia juga tahu sang paman yang memang sudah berangkat ke Dubai telah menitipkan Bunga kepadanya untuk dijaga. Setiap anggota keluarga Putra ataupun kedua orang tua gadis itu memang benar-benar menjaga putri mereka.
__ADS_1
Semua itu karena Bunga satu-satunya permata yang tidak boleh tersentuh oleh siapapun dan demi kebaikan si gadis terkadang menjadi kekangan tanpa pernah disadari oleh pihak anggota keluarga. Sebagai seorang kakak, ia membiarkan Bunga melakukan kenakalan selama dalam pengawasannya.
Tidak satupun anggota keluarga berniat memberikan penekanan pada Bunga. Akan tetapi di setiap keputusan seorang ayah pasti demi masa depan putrinya. Tanggung jawab dan kewajiban tak luput berselimut keegoisan akan rasa memiliki. Sebab bila terjadi sesuatu pada Bunga, maka keluarga lah yang berdiri di depan menjadi benteng pertahanan
Bunga Angela memanglah putri baik dari keluarga Putra ataupun keluarga Bima sehingga wajar ketika semua orang menyayanginya sebagai satu pusat kehidupan yang tidak bisa teralihkan hanya karena keadaan. Setiap hal akan selalu diutamakan.
Padahal tidak demikian karena memang semua anggota keluarga memiliki kesibukan masing-masing dan berbagi waktu untuk menjaga Bunga yang justru mengurangi ruang lingkup pergaulan si gadis. Masa kebebasan terlupakan.
Sama seperti dunia perkuliahan yang membuat Bunga bahagia karena sedikit mendapatkan hak sebagai seorang putri. Apalagi selama beberapa tahun hanya melakukan homeschooling. Sekolah tanpa teman benar-benar membosankan. Bukankah sebagai seorang anak, ia berhak untuk jalan-jalan atau sekedar bermain dengan teman sebaya?
Dulu pernah sempat bersekolah di sekolah umum hanya saja setiap sebulan dua atau tiga kali dan itu karena guru pembimbing memintanya untuk melakukan ujian bersama yang lain.
Homeschooling adalah kegiatan belajar mengajar yang dilakukan di rumah atau dengan kata lain sekolah berbasis keluarga. Homeschooling sendiri dipilih karena memiliki beberapa keuntungan. Diantaranya yaitu kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan anak dan fleksibilitas dalam belajar.
Homeschooling juga dinilai memiliki beberapa manfaat dan kelebihan lain seperti perkembangan aspek sosial, emosional, dan psikologis yang lebih baik serta mendukung kesuksesan di saat dewasa. Karena beberapa alasan itulah, homeschooling bisa dibilang menjadi opsi pendidikan bagi anak-anak di masa pandemi kali ini.
Sangat bagus untuk anak-anak, tetapi membuat Bunga terlalu tidak mengenal pergaulan dunia yang begitu luas. Hal itu juga dimaksudkan agar meminimalisir sifat dan sikap yang lebih random akibat pergaulan.
Namun sebagai seorang remaja tanpa banyak teman, ia pernah bermimpi ingin memiliki banyak kawan atau setidaknya bisa bergaul sebaik mungkin dari berbagai kalangan. Semua itu hanya sekedar impian karena kenyataannya adalah ruang lingkup pertemanan benar-benar bisa dihitung jari.
__ADS_1
Sedikit menguntungkan karena semakin sempit pergaulan, maka ia tak perlu khawatir harus selalu laporan. Keluarga tahu siapa saja orang-orang yang mendekatinya.