Karena Cinta

Karena Cinta
ARINA MARAH


__ADS_3

BUG..


BUG..


Arina memukul para pemuda yang berbuat kurang ajar padanya.


"Ampun, ampun!!" seru dua pemuda.


"Enak saja ampun, ampun. berani sekali kalian berbuat kurang ajar pada seorang wanita!" seru Arina.


Daniel menghela nafas saat melihat kelakuan brutal isterinya. "Sudah-sudah." pinta Daniel yang berusaha melerai Arina.


"Enak aja sudah-sudah, lihat aja pria yang wajahnya tidak karuan itu berani berbuat kurang ajar padaku. pasti saat dia melihat seluruh wanita tangannya itu gatal ingin menyentuh mereka!" seru Arina yang berusaha menendang beberapa pemuda itu. namun terlihat Daniel memeluk erat tubuh Arina agar tidak terus memukuli para pemuda desa.


"Maafkan kami Mbak, kami akan membawa mereka ke kelurahan." jawab salah satu Pria tua yang ternyata adalah pak RT yang ada di desa itu.


Rumah Pak RT tidak jauh dari rumah Ayah Ma'ruf, apalagi Pak RT adalah teman baik dari Ayah Ma'ruf sewaktu kecil.


"Jangan bawa mereka ke kelurahan, langsung saja bawa mereka ke kantor polisi. Biar mereka merasakan dinginnya jeruji penjara!" pinta Daniel.


"Tidak Mbak, sebaiknya dibawa ke kelurahan dulu, nanti kami akan memberikannya hukuman." jawab Pak RT yang berada di sana.


terlihat dari jauh seorang wanita itu sedikit tersenyum saat melihat para pria berusaha untuk mengerjai Arina.


"Makanya jadi wanita itu jangan sok cantik." guman Lisa yang melihat Arina marah-marah.


"Pasti sekarang Mas Daniel tidak akan melirik wanita sok cantik dan sok baik itu." ucap Lisa kembali.


"Ada apa, Lisa?" tanya beberapa wanita yang ada di desa,


"Kalian lihat sendiri kan wanita sok cantik dan sok kaya itu." ucap Lisa.


"Memangnya ada apa?" tanya para gadis.


"Aku bener-bener kesel sama dia, dia itu selalu merebut perhatian Mas Daniel." jawab Lisa.


"Benar, gara-gara wanita itu mas Daniel jarang berolahraga." ucap para gadis.


Lisa terus melihat semua kejadian itu, sesaat kemudian Lisa berjalan mendekati Daniel. Arina yang masih merasa emosi nampak wanita itu terus menghela nafasnya.


"Tidak usah marah seperti itu, mereka akan diberikan hukuman." ucap Daniel.

__ADS_1


"Aku tidak mau, aku mau membawa mereka ke kantor polisi." jawab Arina.


Daniel menghela nafasnya. "Tidak usah seperti itu, lagian nanti aku akan memberikan mereka pelajaran." jawab Daniel.


"Benarkah? Lalu bagaimana caranya?" tanya Arina yang begitu bahagia karena Daniel akan memberikan mereka pelajaran.


"Kita lihat besok saja." Jawab Daniel.


"Mengapa harus besok?" tanya Arina.


"Mas, Mas Daniel!" seru Lisa yang datang bersama beberapa gadis desa.


"Hai Mas Daniel!" seru para gadis.


"Hai." jawab Daniel.


Arina hatinya benar-benar sangat panas saat melihat Daniel bercengkrama dengan para wanita yang ada di desa ini,


"Tuhkan sok ganteng nya muncul lagi, penyakit gitu mau dipelihara lagi." ucap Arina yang kemudian berjalan meninggalkan Daniel.


"Kau mau kemana?!" seru Daniel.


Daniel hendak mengejar Arina, namun terlihat Lisa langsung menarik tangan Daniel agar tidak mengejar Arina.


"Sudah Mas, tidak usah dikejar pembantu mu itu. wanita seperti itu kok dipelihara." ucap Lisa.


"Jaga mulutmu!" seru Daniel yang kemudian menghempaskan tangan Lisa dengan kasar. mana ada pria yang akan meninggalkan istrinya di keramaian seperti itu, apalagi barusan Jihan mendapatkan perlakuan tidak senonoh dari para pemuda desa.


Langkah kaki Arina terus berjalan, sesaat kemudian seorang pria nampak sudah berdiri di depan Jihan dengan senyum yang begitu merekah


"Aku kira kau tidak akan datang kesini." ucap Haris.


"Ngapain juga aku harus bertemu pria ini." guman Arina dalam hati.


"Mau jalan-jalan sama aku nggak?" tanya Haris.


Arina nampak terdiam, tadi dia melihat Daniel terus dikerumuni oleh para wanita hingga membuat hati Jihan benar-benar sangat panas. "Kau mau mengajakku jalan-jalan ke mana?" tanya Arina.


"Ke mana saja yang kau mau." jawab Haris.


"Mau naik bianglala nggak?" tanya Arina kepada Haris.

__ADS_1


"Apakah kau tidak takut?" tanya Haris.


"Ngapain juga takut." jawab Arina yang sedikit emosi.


Daniel melihat Arina pergi bersama dengan Haris, dengan segera pria itu berlari dan menarik tangan Arina.


"Kau mau kemana?!" seru Daniel.


"Tadi kan aku sudah bilang mau minggat." jawab Arina. wanita itu hatinya masih terasa panas apalagi Lisa dan para gadis yang lain nampak mengikuti Daniel terus menerus.


"Aku tanya sekali lagi, kau Mau ke mana?!" seru Daniel yang benar-benar sangat marah.


"Aku akan mengajaknya naik bianglala." jawab Haris yang kemudian menarik tangan Arina.


Daniel yang melihat hal itu nampak pria itu sangat kesal karena melihat istrinya dibawa pergi oleh pria lain.


"Ayo kita pulang!" seru Daniel.


"Tidak mau." jawab Arina.


"Sudah Mas biarin saja, kita pergi saja!" seru Lisa yang kemudian menarik Daniel pergi dari tempat itu.


Akhirnya Daniel diseret paksa oleh Lisa dan beberapa wanita, sesaat kemudian entah apa yang terjadi. tiba-tiba Haris berteriak memanggil nama Arina.


"Arina!" seru Haris dengan begitu keras.


Daniel yang berada tidak jauh dari tempat keberadaan Arina, pria itu langsung menoleh menatap istrinya yang sudah tergeletak di tanah.


"Arina!" seru Daniel yang kemudian berlari ke arah Arina yang sudah bersimbah darah. Daniel menatap Arina yang sudah tidak sadarkan diri dengan dahi yang mengeluarkan darah yang begitu banyak.


"Arina!" seru Daniel.


* Bersambung *


Mohon dukungannya pada novelku yang lainnya 😊😊😊


- Mawar berduri


- Terlempar ke dunia sang kaisar


- karena cinta

__ADS_1


__ADS_2