
"Swosh .... "
Tubuh Heilong langsung menghilang dan hanya meninggalkan jejak hembusan angin yang sangat kuat.
Dia bergerak dengan sangat cepat menggunakan perpaduan antara dua jurus gerakan yang dia miliki yaitu Jurus Sambaran Dewa Petir dan Langkah Angin Pemecahan Badai.
Jika seseorang dapat melihat gerakan jurus ini, maka orang itu pasti akan melihat kedua kaki Heilong yang diselimuti oleh energi angin dan energi petir.
Iblis buaya darah hanya terdiam dalam kebingungan ketika melihat perubahan yang terjadi pada Heilong. Dia bertanya-tanya dalam hatinya bagaimana bisa hanya dalam waktu singkat, tingkat kultivasi yang dimiliki Heilong bisa naik dengan tajam bahkan hampir menyaingi tingkat kultivasi miliknya.
Dalam sekejap, Heilong sudah berada di belakang tubuh iblis buaya darah dan memotong ekornya menggunakan pedang tarian petir.
"Slash ... "
Ekor Iblis Buaya Darah itu langsung terpotong dengan sangat mudah seperti ekor cicak.
Heilong langsung menendang potongan ekor itu dengan kuat sampai terlempar jauh ke sungai.
Iblis buaya darah sedikit mengerang kesakitan saat ekornya terpotong dan erangan itu terdengar oleh Heilong.
"Rupanya kamu bisa bernyanyi. Sepertinya suaramu cukup merdu juga. Hehe …" ejek Heilong.
"Aku akan membuatmu terus bernyanyi sampai akhir hidupmu,” lanjut Heilong.
"Dasar kau bocah sialan!!"
Iblis buaya darah yang marah segera menoleh kesamping. Dia lalu menerkam tubuh Heilong dengan giginya yang tajam.
Tapi, gerakan Heilong lebih cepat. Dia segera bergerak ke samping dan menyabetkan Pedang Taring Putih yang ada di tangan kanannya ke gigi Iblis Buaya Darah.
Seluruh gigi iblis buaya darah yang tajam dan kuat itu hancur seketika.
Heilong tertawa terbahak-bahak melihat ini. "Haha … Kau sekarang sudah menjadi seekor buaya ompong. Seluruh gigi dan taringmu yang berlumuran dosa itu telah aku hancurkan."
“Hmph!” Iblis buaya darah mendengus kesal. Wajahnya merah padam.
Rasa marah dan malu bercampur aduk dalam dirinya karena dia telah dikalahkan dan dipermalukan oleh seorang anak muda.
__ADS_1
Iblis buaya darah melompat dan mencoba kembali untuk menyerang Heilong menggunakan kedua cakarnya yang tajam.
Sekali lagi, Heilong dapat menghindari serangan itu dan dia langsung menyerang kedua tangan Iblis Buaya Darah.
“Ah …” Iblis Buaya Darah kembali mengerang kesakitan.
"Rupanya kamu sangat suka bernyanyi," ejek Heilong dingin.
Heilong tidak berniat membunuhnya dengan cepat. Tapi, dia berniat untuk menyiksa Iblis Buaya Darah itu terlebih dahulu sampai dia memohon kematiannya karena Heilong mengetahui bahwa Jurus Tirta Bayu akan aktif saat buaya itu dalam keadaan hampir mati.
"Kalau begitu bernyanyi lah lebih banyak lagi dan lebih keras lagi,” lanjut Heilong.
Heilong melesat dengan cepat mengunakan jurus gerakannya dan kembali menyerang Iblis Buaya Darah dengan pedangnya.
Suara-suara erangan kesakitan Iblis Buaya Darah terdengar memenuhi udara saat serangan pedang Heilong berhasil memotong-motong bagian tubuhnya seperti dia memotong daging ikan.
"Ayo teruslah bernyanyi! Bernyanyilah lebih keras lagi! Bukankah tadi kau tertawa saat menyiksa paman Wong bersaudara. Sekarang aku akan menyiksamu sampai kamu memohon kematianmu," ucap Heilong dingin sambil terus mengayunkan kedua pedangnya untuk menyerang Iblis buaya darah.
Iblis Buaya Darah yang tadinya begitu kuat dan kejam. Sekarang terlihat sangat lemah seperti seekor ayam dihadapan Long Bai yang telah mencapai Lapis Grand Emperor.
"Boom ..."
Seketika tubuh Iblis Buaya Darah terbelah menjadi dua saat pedang taring putih menebasnya.
Heilong sengaja melakukan ini agar iblis buaya darah segera mengeluarkan dan menggunakan Mustika Air Buaya salju. Dengan begitu dia dapat mengetahui di mana letak Iblis Buaya Darah menyembunyikan Mustika itu, sekaligus untuk mengetahui kelemahan dari Jurus Tirta Bayu.
Ternyata benar dugaan Heilong. Saat Iblis Buaya Darah itu hampir mati. Mustika Air Buaya Salju segera muncul dari dahi Iblis Buaya Darah.
Heilong terus mengamati setiap proses dari Jurus Tirta Bayu dengan penuh konsentrasi untuk mencari kelemahan dari jurus itu. Sebab, Iblis Buaya Darah tidak akan pernah bisa di bunuh sebelum dia mengetahui kelemahan dari jurus ini.
Mustika Air Buaya Salju yang dilindungi oleh Cahaya Biru, terbang di atas tubuh Iblis Buaya Darah dan menarik setiap bagian tubuhnya yang tersebar lalu menyinarinya dengan cahaya biru.
Saat tubuh Iblis Buaya Darah telah berubah warna menjadi biru. Cahaya biru yang melindungi mustika itu langsung menghilang dan Mustika itu terbagi menjadi dua. Yang satu terbang ke langit dan yang satunya masuk ke dalam sungai.
Seketika, ombak dan angin tornado muncul lalu menyelimuti tubuh Iblis Buaya Darah dan menyatukannya kembali.
"Hwararr ..."
__ADS_1
Buaya Iblis Darah yang telah pulih menatap Long Bai dengan tajam dan kembali mengancam Heilong. "Tadi aku terlalu meremehkanmu sehingga membuatku lengah. Sekarang aku akan membalasmu. Aku akan menyiksamu sampai kamu tidak akan pernah bisa melupakannya. Haha …”
Iblis Buaya Darah kembali mengeluarkan bola energi air. Tapi, ukuran dari bola energi air kali ini lebih besar dan lebih kuat dari sebelumnya.
Iblis Buaya Darah segera menembakkan bola energi itu ke arah Heilong setelah bola energi air itu telah memadat dan mengeluarkan tekanan yang sangat kuat.
"Bodoh! Jurus yang sama tidak akan bisa menyerangku dua kali," ucap Heilong.
Heilong lalu menyilangkan kedua pedangnya ke depan.
"Cermin es."
Sebuah cermin es yang sangat besar muncul di depan Heilong dan menelan Bola energi air yang ditembakkan Iblis Buaya Darah.
"Apa?! Bagaimana itu bisa terjadi," ucap Iblis Buaya Darah terkejut.
"Jangan terkejut dulu karena aku masih memiliki kejutan yang lain," balas Heilong.
Heilong mengarahkan cermin es itu ke arah Iblis Buaya Darah dan menembakkan bola energi air yang dia tembakkan tadi kembali ke tubuhnya.
"I-itu ..." ucap Iblis Buaya Darah ketakutan.
"Rasakanlah kekuatanmu sendiri dan juga rasakan bagaimana rasanya tubuhmu di cabik-cabik oleh ribuan pisau es," seru Heilong menyeringai.
Bola energi air itu menelan tubuh iblis buaya darah dan mencabik-cabik tubuhnya dengan ribuan pisau es ketika berada di dalam bola energi itu.
Tubuh iblis buaya darah tercabik-cabik menjadi serpihan-serpihan kecil oleh kekuatannya sendiri dan tersebar ke tanah saat bola energi air itu hancur.
Mustika Air Buaya Salju kembali muncul dan mulai mengaktifkan Jurus Tirta Bayu ketika seluruh tubuh Iblis Buaya Darah telah disinari cahaya biru.
Dan saat sinar berwarna biru yang melindungi Mustika Air Buaya Salju itu mulai menghilang, Heilong segera melompat dan mengambil mustika itu.
Seketika proses Jurus Tirta Bayu terhenti dan iblis buaya darah tidak bisa bangkit lagi.
Heilong segera membakar tubuh iblis buaya darah yang terkumpul menggunakan petir api sampai menjadi abu dan tak berbekas sesuai dengan janjinya agar tubuh buaya iblis itu tidak mengotori planet ini.
Heilong lalu berjalan menghampiri Feng Tzuyu untuk memberikan Mustika Air Buaya Salju dengan harapan agar mustika itu dapat menyembuhkannya. Seperti apa yang terjadi pada Iblis Buaya Darah karena Heilong menyadari masih ada sedikit energi kehidupan yang memancar dari tubuh Feng Tzuyu.
__ADS_1