LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V2 # CH 248 MENYELAM KE DASAR DANAU


__ADS_3

“Sabarlah. Aku ingin kau paham terlebih dahulu siapa itu Qiu Feng yang sebenarnya sebelum aku masuk ke dalam inti cerita karena sebenarnya masalah ini sangat rumit,” jawab Kaisar Xin Feng.


“Rumit kenapa? Apakah tiba-tiba sifat pendekar Qiu berubah?” sahut Heilong.


“Benar. Sifat Qiu Feng tiba-tiba saja berubah menjadi sangat kejam dan suka membunuh setelah dia mendapatkan pedang emas itu,” jawab Kaisar Xin Feng.


“Baiklah ceritakan bagian penting-penting saja. Bukankah anda mengatakan bahwa kita tidak memiliki banyak waktu,” ucap Heilong.


“Qiu Feng dulu adalah adik seperguruan Kakekmu. Mereka berdua sama-sama di latih ketrampilan jurus pedang elemen petir oleh Divine Beast Seiryu. Saat pertarungan penentuan siapa yang akan mewarisi senjata pusaka Golok Naga Perkasa milik Divine Beast Seiryu, ternyata Qiu Feng kalah dari Kakekmu sehingga dia menjadi kecewa dan sangat marah lalu memilih pergi meninggalkan Lembah Petir Abadi,” ucap Kaisar Xin Feng.


“Lalu apa yang dilakukan Qiu Feng setelah pergi meninggalkan Lembah Petir Abadi?” lanjut Heilong.


“Seperti yang aku ceritakan sebelumnya dia pergi mencari pedang yang sangat hebat karena tidak ada pedang yang cocok dengan jujur-jurusnya selain Golok Naga Perkasa. Sampai akhirnya dia mendirikan Guild Heroes dan mengumpulkan para penempa hebat paling hebat yang ada di seluruh Benua dengan cara meculik anggota keluarga mereka tapi saat itu sifatnya belum berubah karena dia tidak membunuh satupun dari anggota keluarga para penempa itu. Dia hanya menjadikan mereka sebagai sandera,” jawab Kaisar Xin Feng.


“Apakah sebuah pedang memang mampu untuk merubah sifat dari penggunanya?” ucap Heilong.

__ADS_1


“Sebenarnya aku juga meragukan tentang hal itu tapi pemikiranku itu langsung berubah saat aku melihat roh pedang dari pedang emas,” jawab Kaisar Xin Feng.


Heilong langsung menatap Kaisar Xin Feng dan bertanya. “Apakah ada yang aneh dengan roh pedang dari pedang emas yang dibuat oleh para penempa itu?”


“Biasanya roh pedang dari sebuah senjata adalah para Beast yang sudah mati atau para kultivator menghabiskan seluruh hidupnya pada Hukum pedang. Tapi roh pedang dari pedang emas adalah seekor iblis yang sangat ganas, belakang aku tahu bahwa para penempa yang menempa pedang emas itu adalah orang-orang dari Kerajaan Klan iblis.” jawab Kaisar Xin Feng.


“Apakah karena alasan itu Kakekku bertarung kembali dengan Qiu Feng?” lanjut Heilong bertanya.


“Tidak.” jawab Kaisar Xin Feng singkat.


“Lalu apa penyebab dari pertarungan mereka?” tanya Heilong penasaran.


“Lalu apa yang dilakukan oleh Kakekku setelah mendengar berita bahwa sebuah Qiu Feng telah menghancurkan sebuah Desa yang ada di wilayah Kerajaan Blue Dragon? Rasanya tidak mungkin jika Kakekku akan tetap diam saja setelah mendengar berita yang sangat mengerikan ini,” sahut Heilong menyela Kaisar Xin Feng yang sedang bercerita.


Kaisar Xin Feng menganggukkan kepalanya. “Dugaanmu tidak salah, Kaisar Long Jin tidak diam saja setelah mendengar berita itu. Kaisar Long Jin langsung pergi ke perbatasan utara dengan mengendarai Beastnya yaitu seekor Naga Tanduk Badak saat berita pembantaian sebuah desa itu sampai di telinganya. Dengan kecepatan penuh, Beastnya terbang ke perbatasan utara namun dia masih tetap saja terlambat karena saat sampai disana desa itu telah hancur karena di serang oleh petir emas dari Qiu Feng. Dengan matanya sendiri, Kaisar Long Jin menyaksikan sebuah pemandangan yang sangat mengerikan yaitu sebuah desa yang di bawah lindungannya ternyata dihancurkan sedemikian rupa sampai tidak ada satupun yang selamat bahkan anak-anak'pun tidak luput dari kekejaman Qiu Feng.”

__ADS_1


“Apa …?? Apa benar Qiu Feng memang sekejam itu. Apakah dia sama sekali tidak membiarkan anak-anak untuk hidup,” tanya Heilong terkejut dan sedikit geram.


“Benar. Dia memang menjadi sangat kejam karena dibutakan oleh dendamnya dan berada di bawah pengaruh Iblis yang ada di Pedang Emas miliknya. Qiu Feng tidak memandang usia dari penduduk yang akan dia bunuh, dia membunuh siapa'pun yang ada di depan matanya.”


“Benar-benar manusia terkutuk. Hanya karena dendam pribadi, dia menghilang nyawa penduduk sebuah desa tanpa ampun,” ucap Heilong marah sambil mengepalkan kedua tangannya. “Lalu apa yang dilakukan Kakekku saat melihat semua itu.”


“Sama seperti keadaanmu saat ini atau bahkan bisa lebih parah lagi, saat itu Kaisar Long Jin menjadi sangat marah lalu dia mengeluarkan Golok Naga Perkasa miliknya dan bertarung dengan sengit melawan Qiu Feng. Saat itu petir berwarna biru dan petir berwarna emas saling bertarung sangat dahsyat hingga langit'pun berubah menjadi gelap seperti sedang ketakutan. Sampai akhirnya Kaisar Long Jin berhasil mengalahkan Qiu Feng setelah dia membelah Pedang Emas milik Qiu Feng menjadi dua bagian dengan menggunakan Golok Naga Perkasa. Namun tidak ada yang tahu bagaimana nasib Qiu Feng setelah itu karena Kaisar Long Jin tidak pernah bercerita kepada orang lain tentang hasil dari pertarungan itu. Karena Kaisar Long Jin kembali dengan selamat sedangkan Qiu Feng menghilang sejak saat itu maka masyarakat menganggap bahwa Qiu Feng telah mati meskipun tidak ada seorang'pun yang pernah melihat mayat Qiu Feng.” ucap Kaisar Xin Feng mengakhiri caritanya.


Heilong langsung teringat dengan sebuah makam kuno yang ada di Desa Wage, kebetulan desa itu memang berada di perbatasan bagian utara Kerajaan Blue Dragon. Tidak jauh dari desa itu dia menemukan sebuah makam kuno yang kata penduduk sekitar adalah makam dari pendekar pedang emas Qiu. Terlebih lagi Heilong menemukan banyak sekali keanehan yang ada di makam itu.


Pertama, Heilong menemukan sebuah medan pelindung yang terbuat dari petir yang mirip dengan petir milik Kaisar Long Jin. Medan pelindung itu lebih mirip sebuah penjara daripada sebuah pelindung karena medan pelindung itu mengurung seseorang untuk tetap berada di dalam dan tidak bisa keluar.


Kedua, makam pendekar pedang emas Qiu ini adalah pintu masuk untuk menuju ke Benua Atlantis. Heilong jadi punya pikiran bahwa sebenarnya pendekar pedang emas Qiu ini tidak mati tapi dia pergi ke Benua Atlantis.


“Apa yang sedang kalian lakukan berdua lakukan di sana. Apakah kalian berdua tidak ingat dengan kondisi Putri Xin Ye saat ini, lihatlah suhu tubuhnya sekarang menjadi semakin dingin,” teriak Xue Xian Hou menegur Heilong dan Kaisar Xin Feng yang sedang asyik mengobrol sendiri.

__ADS_1


“Maafkan aku. Tadi aku memeriksa tangkorak yang ada di sana sampai lupa dengan kondisi Putriku sendiri. Baiklah ayo kita segera pergi menyelam ke dalam danau es ini, seharusnya pintu gerbang menuju ke pulau bagian dalam ada di dasar danau es ini," ajak Kaisar Xin Feng.


Tanpa pikir panjang lagi mereka bertiga langsung menyelam ke dasar danau es itu. Kaisar Xin Feng yang memimpin jalan karena dia telah melihat peta yang ada di surat yang ditulis oleh Kaisar Xin Wu, sedangkan Heilong bertugas untuk melindungi dari belakang. Dan Xue Xian Hou bertugas membawa Putri Xin Ye menyelam karena di antara mereka bertiga, Xue Xian Hou'lah yang paling pandai berenang.


__ADS_2