
“Untuk saat ini yang bisa kamu lakukan hanyalah menenangkan rakyatmu agar jangan panik jika suatu saat Klan Iblis menyerang kembali ke benua tengah karena sekarang kekuatan mereka semakin bertambah kuat. Dengan adanya enam jendral iblis, sekarang mereka bisa mengaktivkan formasi Rain Tower tingkat keenam,” jawab Divine Beast Shen Long.
“Sampai kapan aku harus menenangkan rakyatku? Sebagai seorang Kaisar, aku harus bisa melindungi rakyatku bukan hanya berusaha menenangkan saja. Rakyatku pasti membutuhkan perlindungan seorang Kaisar jika terjadi suatu perang,” ucap Kaisar Fu Hao.
“Sampai manusia terpilih yang telah kami siapkan untuk melawan para iblis selesai menerima semua warisan kami, delapan Divine Beast. Sampai saat itu tiba, aku akan memperkuat benteng Ardent ini sekali lagi agar bisa bertahan dari serangan formasi Rain Tower tingkat keenam.” jawab Divine Beast Shen Long.
“Lalu bagaimana mana dengan keempat benua yang lainnya. Di sana tidak ada benteng Ardent. Bagaimana jika para anggota Klan Iblis menargetkan benua yang lain karena tidak mampu menembus pertahanan benteng Ardent di benua tengah?” lanjut Kaisar Fu Hao bertanya.
“Kau terlalu banyak bertanya Fu Hao. Pikirkanlah nasib Kerajaanmu sendiri dulu, jangan kau pikirkan nasib kerajaan yang lain,” tegur Divine Beast Shen Long sedikit kesal. Dia lalu lanjut berbicara. “Kami para Divine Beast tidak akan membiarkan planet ini di hancurkan oleh para iblis. Di benua lain memang tidak ada benteng Ardent, tapi di sana ada istana para Divine Beast yang menjaga benua itu. Para Divine Beast akan lebih kuat saat berada di dekat istananya karena istana itu terhubung dengan tubuh asli mereka yang ada di alam dewa jadi kau tidak perlu mencemaskan keempat benua yang lainnya. Genbu, Seiryu, Byako dan Suzaku pasti akan mati-mati menjaga wilayah yang menjadi tanggung jawab mereka.”
Kaisar Fu Hao langsung menyadari kebodohannya dan segera meminta maaf. “Saya mengerti Divine Beast Shen Long. Maaf atas pertanyaan bodohku barusan.”
“Lambda bantu aku memperkuat benteng Ardent ini” seru Divine Beast Shen Long.
Roh kirin berwarna hitam langsung muncul di dekat roh Divine Beast Shen Long. Divine Beast Shen Long dan Divine Beast Lambda langsung terbang kelangit dan menyinari benteng Ardent dengan kekuatan mereka. Meskipun Divine Beast Lambda adalah Divine Beast yang memiliki kekuatan elemen kegelapan tapi warna auranya tidak hitam pekat seperti para iblis tapi auranya berwarna hitam bercampur dengan serpihan-serpihan cahaya yang berkilau seperti langit malam yang dihiasi dengan bintang-bintang.
__ADS_1
Kedua Divine Beast itu terus terbang di atas langit benteng Ardent sambil berputar-putar untuk mengalirkan kekuatan mereka berdua ke benteng Ardent. Hal ini bisa disaksikan oleh semua penduduk yang tinggal di benua tengah.
“Lihat disana, makhluk apa itu?” ucap seorang penduduk yang terkejut saat dirinya menatap langit dan menemukan dua hewan yang tak biasa sedang terbang di atas langit Kerajaannya Sky Empire.
“Itu pasti dua ekor naga yang sedang kawin. Biarkan saja, hal itu sudah sering terjadi disini.” jawab seorang pedagang sayur dengan cuek tanpa melihat ke langit karena dia sedang sibuk menghitung uang hasil dagangannya.
Pria disamping pedagang sayur itu langsung menjawab sambil memukul kepala pedagang sayur itu dengan pelan. “Yang satunya memang seekor naga tapi yang satu lagi itu adalah seekor kirin. Mana mungkin mereka bisa kawin. Jangan asal ngomong kamu, di sembur naga baru tau rasa kamu karena menyebar berita palsu.”
Pedagang sayur itu langsung berhenti menghitung uang dan menatap ke langit. Dia langsung terkejut sampai bibirnya bergetar. “ Itu ... Itu adalah Divine Beast Shen Long. Sang dewa naga cahaya yang telah menolong kita selama ini dengan membangun benteng Ardent di wilayah kerajaan Sky Empire untuk melindungi kita dari serangan para iblis. Ayo cepat beri kita beri hormat.”
“Aku dan Lambda hanya bisa membantumu untuk memperkuat benteng ini saja karena istana Divine Beast kami letakkan berada di benua Atlantis jadi kami tidak bisa sepenuhnya melindungi benua tengah ini. Kami sengaja membantu melindungi tempat ini karena di dekat sini ada portal yang menuju ke benua Atlantis dan portal yang menuju ke alam dewa,” ucap Divine Beast Shen Long pada Kaisar Fu Hao.
“Terimakasih Divine Beast Shen Long dan Divine Beast Lambda. Hanya dengan memperkuat benteng ini saja, anda berdua telah membantu menyelamatkan ribuan nyawa rakyatku,” jawab Kaisar Fu Hao.
“Baiklah, tugasku dan Lambda sudah selesai di sini. Kami berdua akan kembali ke tempat kami.” ucap Divine Beast Shen Long.
__ADS_1
“Tunggu dulu,” ucap Kaisar Fu Hao menahan Divine Beast Shen Long untuk pergi.
“Apakah ada hal lain yang ingin kamu bicarakan?” tanya Divine Beast Shen Long menatap Kaisar Fu Hao.
“Benar, Saya ingin menanyakan bagaimana cara untuk menyadarkan putri hamba yang sedang koma. Akhir-akhir ini kondisi putri hamba semakin memburuk meskipun sudah berada di dalam cahaya pelindung yang anda buat,” jawab Kaisar Fu Hao.
“Sebenarnya aku sudah memperhitungkan bahwa kekuatan cahaya pelindung yang aku buat untuk melindungi nyawa putrimu itu akan habis sebentar lagi karena itu aku sudah memberitahukan pada Genbu untuk mempercepat kepergian orang pilihan itu ke benua Atlantis agar aku bisa segera menitipkan darahku padanya. Tapi jika keadaannya benar-benar mendesak kau bisa membawa cucumu kemari untuk memberikan sedikit kekuatan cahaya yang dia miliki pada ibunya. Kekuatan cahaya yang ada di tubuh cucumu itu sangat kuat dan murni karena dia telah mendapatkan inti darahku. Saat ini cucumu itu sedang berada di benua tengah, kau bisa menemukannya di sekitar danau hutan jati bersalju.” Seru Divine Beast Shen Long lalu dia pergi menghilang bersama dengan Divine Beast Lambda.
Kaisar Fu Hao langsung menunggangi Beast elang putih miliknya dan pergi ke tempat yang telah disebutkan oleh Divine Beast Shen Long untuk mencari Lin Meylin.
**
Jurang kegelapan, Benua Tengah.
Kedua simbol sihir dari teknik kebangkitan iblis yang dibuat oleh Dark Etheroz mulai menghilang. Tubuh jendral Zed Bai Lian yang sudah dibangkitkan, saat ini berdiri di atas tanah dengan kedua kakinya. Seluruh tubuh jendral Zed Bai Lian di tutupi dengan jubah perang berwarna emas.
__ADS_1
Secara perlahan jendral Zed Bai Lian mulai membuka matanya yang memiliki warna merah seperti darah.